Chapter 22

44 12 0
                                        

"Apakah aku tertidur?"







"Apakah aku masih bisa bangun? Aku mendengar suara alarm, tapi badan ku tidak bisa bergerak"







"Sudah 2 minggu belakangan ini aku mengurangi makan, apakah aku sudah terlihat lebih baik?"







"Apakah aku akan pergi hari ini? Tidak, aku belum tampil dengan Changbin, aku belum bisa pergi"







"Ayo Felix, bangun, kau harus bangun"







"Kalau tidak bangun kau akan telat, cepat, bangun"






























"Haaaaa"
Felix menguap cukup kencang yang bahkan Changbin dapat mendengarnya dengan jelas.

"Lix, elu................................., baik² aja kan?"
Felix pun menatap Changbin dengan perlahan.

"I-iya? Kenapa emangnya?"

"Hmmmm, gw gak mau terdengar nge judge yah, gw ngomong gini karena khawatir"
Felix mengangguk setelah mendengar ucapan Changbin.

"Elu, makin kurus Lix, pola makan lu tetep teratur kan?"
Felix dapat melihat dari raut wajah Changbin kalau dia benar² terlihat khawatir

"Gw kurusan? Beneran?"

Eh? Changbin benar² dibuat kebingungan oleh Felix. Maksud Changbin dari "kurusan" itu mengarah ke sisi negatif, tapi mengapa Felix malah terlihat terkejut sekaligus senang?

"Lix, elu kenapa seneng? Maksud gw tuh kurusan yang, udah terlalu kurus Lix elu. Elu udah cukup kurus, tapi tiba² elu makin kurus lagi beberapa hari ini"

Felix terdiam, ia tidak dapat menatap langsung ke mata Changbin. Jika ia menatap Changbin sekarang, pasti air matanya akan mulai keluar dari matanya.

"Dan kenapa gw baru ngomongnya hari ini, itu karena hari ini elu bener² pucet banget dan lemes. Apa kita mundur aja? Elu butuh istirahat kayaknya Lix-"
Felix langsung menahan tangan Changbin yang berusaha untuk mengangkat badan nya.

"Ah ah, gak usah Bin. Kita udah nyampe sejauh ini, tingg beberapa jam lagi kita tampil. Dan vw udah kumpulin confidence gw, jadi elu jangan bikin gw lost confidence"
Changbin pun kembali duduk setelah tangan nya ditahan oleh Felix.

"Semangat Lix, elu bisa, elu udah tenang, kalau gak tenang, minum lagi aja obatnya, ok?"






























Changbin dan Felix pun sedang bersiap² menunggu panggilan dari MC. Bisa dibilang, mereka termasuk dalam penampilan awal acara yang dimana membuat mereka tentu lebih tegang lagi.

Disaat Felix merasa gugup, tiba² Changbin memeluk pundaknya dari belakang yang bukan hanya berhasil membuat nya terkejut, tapi berhasil juga membuat jantungnya berdebar.

Dengan pelan, Changbin pun mulai memutar badan Felix untuk menatap dirinya.

"Lix, elu bisa yah. Gw yakin elu pasti keren banget, gw yakin kita bisa. Inikan impian lu dari kecil? Sehabis penampilan ini, gw bisa jamin, elu pasti jadi pengen tampil² lagi. Yah, ok? Jangan tegang, MC udah mau mulai manggil nama kita"

Last Note (Changlix)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang