Chapter 16 (Come back)

3.5K 65 5
                                        

Keesokan pagi nya.. Artan, Dikta, bunda Hana dan Rosa tengah berada di bandara internasional S.

Saat ini Rosa tengah berpamitan pada bunda Hana "Bun, doakan aku selalu yaa" -

"Pasti sayang, bunda selalu mendoakan kamu" -ucap bunda Hana diiringi air mata

Lalu kini Rosa beralih pada suaminya "Ar/" -belum sempat menyelesaikan kalimatnya Rosa sudah menangis di pelukan suaminya

"Sstt, jaga diri baik-baik. Aku usahain sebulan sekali mengunjungimu" -ucap Artan sambil membelai rambut Rosa dan Rosa pun mengangguk

......

Setelah mengantarkan istrinya ke bandara dan mengantarkan ibu mertuanya ke rumah, Artan langsung menuju kantor untuk bekerja.

"Tuan, ada sedikit informasi tentang kecelakaan itu" -ucap Dikta didalam mobil

"Ini, anda bisa melihatnya sendiri" -lanjutnya

Dikta memberika ipad nya pada Artan, disana ada satu video dan penjelasan.

"Usut sampai tuntas Ta" -ucap Artan sambil mengepalkan tangannya

Sampai di kantor Artan langsung masuk kedalam ruangannya.

Degg..

Jantung Artan berdetak kencang..

"Haii, long time no see" -ucapnya sambil melambaikan tangannya

Hening..

Orang itu pun berjalan mendekati Artan yang diam mematung didepan pintu yang tertutup.

Ceklekk.. pintu terbuka dan Artan baru tersadar, kemudian berbalik dan melihat siapa yang membuka pintu, Dikta..

Sama kagetnya seperti Artan, Dikta yang memegang berkas ditangannya spontan menjatuhkannya begitu saja kelantai.

"Haii.. Dikta, lama tak jumpa" -ucap sambil mengulurkan tangan

"H-hallo nona" -ucapnya menerima uluran tangan Sandra

Yaa, Sandra Atmajaya. Perempuan cantik berambut cokelat pirang itu kini telah kembali.

Perempuan yang tiga tahun lalu meninggalkan Artan ditengah keterpurukan karena kehilangan orang tua

Perempuan yang dengan sengaja menorehkan luka pada hati Artan. Dikta dan kedua sahabatnya yang menyaksikan semuanya

Bagaimana menderitanya Artan kehilangan tiga orang sekaligus dalam hidupnya, disaat Artan membutuhkan Sandra ia malah pergi ntah kemana

Dicari pun kerumahnya tidak ada, tetangga bilang keluarga Atmajaya pindah tak tahu kemana. Artan yang pada saat itu masih remaja belum bisa mengendalikan semuanya

Tidak seperti sekarang, ia bisa mengendalikan semuanya dan bisa memerintahkan orang untuk mencari orang.

"Lo, ngapain ada di ruangan gw?" -ucap Artan setelah mengendalikan emosinya

"Nemuin kamu, Yudh" -ucapnya

"Pergi dari ruangan gw dan dari kantor gw. Jangan pernah Lo injak kan kaki Lo kesini lagi" -

"Yudh, heii" -ucapnya mendekati Artan dan mengelus lembut tangan Artan

"Jangan kaya gini dong, aku kesini mau jelasin semuanya" -lanjutnya

"Gw ga perlu penjelasan dari Lo. Ta, tolong usir dia" -ucapnya tanpa melihat Sandra dan melangkah keluar

Artan tak jadi bekerja hari ini, ia akan pulang ke apartemen.

"Silahkan nona" -ucap Dikta

Sandra termenung, dia tak percaya dengan sikap Artan yang sekarang

"Ta, kok Yudha berubah ya?" -ucapnya lalu melihat Dikta disampingnya

ARTAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang