Maudy, Bryan, dan Lini melakukan belanja besar-besaran untuk kebutuhan para santri di pesantren. Maudy memilih untuk membeli 600 gamis dengan berbagai ukuran dan 600 hijab agar dapat menyediakan stok pakaian di pesantren saat ia berlibur di sana.
Sedangkan Bryan membeli 800 sarung berkualitas tinggi untuk para santri dan ustadz. Lini ikut ambil bagian dengan membeli 620 muknah untuk para santri putri dan ustazah. Semua pembelian ini membuat toko mendadak kehabisan stok.
- Total pengeluaran Maudy : 600 gamis dengan harga Rp 200.000, hijab Rp 75.000, total satu set Rp 275.000 x 600 = Rp 165 juta.
- Total pengeluaran Bryan : 800 sarung berkualitas dengan harga Rp 750.000/sarung x 800 = Rp 600 juta.
- Total pengeluaran Lini : 620 muknah dengan harga Rp 479.000/muknah x 620 = Rp 296.980.000.
Total belanjaan mereka bertiga melampaui angka Rp 1 miliar. Ketiganya mengeluarkan black card untuk pembayaran, menimbulkan kekaguman di toko tersebut.
---
Saat akan membayar, Lini membuat suasana menjadi lucu. "Mbak, kita punya games! Pilih siapa yang terlihat paling bodoh di antara kami," ucapnya, membuat Bryan dan Maudy terkejut.
"Buset, bodoh gak tuh. Lulusan S-3 begini disebut bodoh," gumam Bryan.
Akhirnya, kasir memilih Maudy. "YEY! MUUDY MENANG!" sorak Maudy sembari meloncat-loncat, membuat suasana menjadi ramai dan penuh gelak tawa.
Namun Bryan segera mengingatkan. "Maudy, kalau Umah tahu kita belanja sebanyak ini, gimana?" tanyanya. Maudy tetap yakin bahwa Umah tidak akan marah, karena semua barang dibeli untuk para santri.
---
Saat semua barang selesai dimasukkan ke dalam truk, Maudy menunjukkan kebaikannya. Ia berlari menghampiri sopir truk, memberikan gulungan uang Rp 100.000 untuk bensin. Namun, uang itu terjatuh, memperlihatkan enam lembar uang Rp 100.000. Sopir itu terkejut dan bersujud syukur.
"MasyaAllah, Neng, ini gak kebanyakan?" tanya sopir itu ragu.
Maudy dengan polos menjawab, "Bawa barang segini banyak pasti mobilnya haus, Pak."
---
Setibanya di pesantren, mereka memarkir truk di pekarangan ndalem. Bryan turun membantu menurunkan barang bersama sopir dan beberapa pengurus pesantren. Gus Agan, kakak dari Gus Afdan, datang menghampiri.
Bryan menjelaskan bahwa semua barang itu adalah perlengkapan untuk santri, seperti muknah, gamis, hijab, dan sarung. Gus Agan terharu dengan kebaikan Bryan, yang dikenal garang namun memiliki hati yang lembut.
Setelah satu jam, seluruh barang berhasil diturunkan. Bryan memberikan amplop coklat berisi uang kepada sopir sebagai apresiasi atas kerjanya. Sopir itu tak kuasa menahan air mata, dan kembali bersujud syukur.
___
24 Desember 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Ini, Cerita Kita
Teen FictionStory Publication Tanggal: 14 September 2022 By Author: Linda Ramadani •Follow ig: ndaendott •Follow TikTok: Daa ______________. •~• ._______________ Anak yang dibuang oleh keluarga nya, dipungut oleh panti dan diasuh oleh Fernandez Family...
