ALCLA || 15

6 2 1
                                    

Clara sedang memutar otaknya untuk memikirkan hukuman untuk Alvaro

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Clara sedang memutar otaknya untuk memikirkan hukuman untuk Alvaro. Ia mengacak rambutnya frustasi.

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka menampakkan Alvaro yang baru saja keluar dari sama sambil mengacak rambutnya yang basah. Ditambah, remaja tersebut hanya memakai celana dengan panjang diatas lutut saja. Clara menelan salivanya sudah payah melihat pemandangan didepannya. Padahal, kan ia sudah melihat perut sixpack milik Alvaro dua kali. Tetapi, mengapa ia masih gugup? Clara menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada selembar kertas berserta bolpoin ditangannya.

"Ngapain?" Tanya Alvaro yang masih mengacak rambutnya dengan handuk.

Reflek Clara menjauhkan kertasnya dan menatap kertas tersebut melas, yang basah karena ulah si Asep. "Basah, ck! Jauh-jauh sana." Usirnya sambil mengibaskan tangannya ke udara untuk supaya Alvaro menjauh.

Alvaro menatap gadis didepannya dengan mata menyipit. Ada apa dengannya? Jangan-jangan, babunya ini sedang menyembunyikan sesuatu darinya? Patut dicurigai.

Clara menatap malang kertas ditangannya yang basah terkena air keramat Alvaro. Melihat Alvaro sudah menjauh dari hadapannya, ia memulai kembali aksinya. Menulis hukuman seminggu ini dikertas yang sedikit basah. Sesekali mengetuk dagunya dengan bolpoin memikir.

"Yey, selesai." Serunya ketika sudah menyelesaikan acara tulis-menulis dan memikir.

"Liat deh Ro." Clara menyerahkan kertas yang sudah dilipat sekali tersebut kepada Alvaro yang sedang berada disampingnya.

Alis Alvaro mengkerut dan mengambil kertas yang dilipat sekali tersebut. Ia menganga melihat hukuman pertama yang Clara kasih, dan terkekeh kecil melihat note dikertas tersebut.

Apakah gadis tersebut sedang membuatnya bangkrut dengan cara perlahan? Tetapi, sepertinya tidak akan pernah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Apakah gadis tersebut sedang membuatnya bangkrut dengan cara perlahan? Tetapi, sepertinya tidak akan pernah. Karena papahnya adalah seorang pengusaha yang memiliki cabang di berbagai negara. Apalagi ia anak tunggal, yang pasti harta papahnya tersebut akan diberikan semua kepadanya. Jadi, tidak akan habis tujuh turunan.

Sedikit sombong tidak apa, lah ya?

Toh, Clara juga sudah berhak mendapatkannya. Alvaro juga tidak merasa keberatan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 24, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALCLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang