Tok! Tok!
"Masuk" teriak Hyun Jin dari dalam kamarnya.
Hyun Jin pikir orang yang mengetuk pintunya adalah bibi, ternyata itu Seokjin. Dia sudah datang satu jam yang lalu, tapi Hyun Jin tak kunjung selesai. Nyonya Ji Hyun yang memintanya menyusul Hyun Jin ke kamarnya saja.
"Begitu juga sudah cantik, masih perlu apalagi?"
"Iya.. iya.. ayo" jawab Hyun Jin meraih tasnya.
Sudah beberapa hari tidak melihat Hyun Jin dan Seokjin pergi berkencan, para ibu meminta mereka untuk pergi berkencan akhir pekan ini. Seokjin membawanya pergi berlayar menggunakan yacht. Menikmati makan siang dengan pemandangan indah sungai Han.
"Kim Hyun Jin", "Hm?"
Di tengah-tengah makan siang mereka, Seokjin akhirnya memberikan cincin berlian yang selama ini sudah dia siapkan. Hyun Jin terkejut melihatnya. Dia tidak tahu perasaan mana yang harus ditunjukkannya. Dia harus terlihat senang dan terharu, tapi bukan itu yang benar-benar sedang dirasakan oleh Hyun Jin.
"Seokjin.."
Seokjin meraih tangan Hyun Jin dan memasangkan cincin itu di jari manisnya. Menggantikan cincin yang selalu dia pakai, yang masih belum diketahuinya, kalau itu adalah cincin pernikahannya.
"Sekarang kau milikku"
'Menikahlah denganku, aku ingin menua bersamamu'
Lagi. Suara itu muncul bersamaan dengan sakit kepalanya. Tapi beruntung kali ini hanya datang sekejap kemudian hilang.
"Kau kenapa? Kau baik-baik saja?"
"Iya, aku tidak apa-apa." jawab Hyun Jin berusaha tersenyum.
"Apa kau sering mengalaminya? Sejak kapan?"
Raut wajahnya, dia terlihat cemas saat melihat Hyun Jin kesakitan. Tapi itu bukan wajah cemas karena khawatir terjadi sesuatu pada Hyun Jin. Seolah dia khawatir Hyun Jin mendapatkan ingatannya kembali.
'Bukankah seharusnya kau senang?' ucap Hyun Jin dalam hatinya.
"Tentu saja sejak pengemudi gila itu menghantam mobil ku kemarin"
Seokjin kemudian meminta anak buahnya untuk segera kembali ke darat. Dia ingin membawa Hyun Jin ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter.
Beruntung dokter mengatakan hal yang sama seperti Hyun Jin. Meski Seokjin menjelaskan kalau Hyun Jin pernah mengalami kecelakaan sebelumnya yang menyebabkannya ingatannya hilang. Dokter mengatakan kalau yang lebih memungkinkan adalah karena benturan kecelakaan terakhir kali.
"Saat kau merasakan sakit kepala apakah kau mengingat sesuatu?" tanya dokter pada Hyun Jin.
"Tidak ada. Hanya sakit yang terasa menusuk-nusuk kepalaku, kemudian pandanganku akan kabur untuk beberapa saat"
Untuk saat ini Seokjin mempercayainya. Hingga kemudian saat mereka berjalan keluar rumah sakit, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Yoongi. Hyun Jin melepaskan gandengan tangan Seokjin saat dia melihat Yoongi.
Dan saat itu juga Seokjin mulai curiga, kalau sebenarnya ingatan Hyun Jin mungkin sudah kembali tanpa sepengetahuannya.
***
"Bagaimana dengan yang ku minta?" tanya Seokjin pada salah satu anak buahnya.
"Maaf tuan, tapi Grup Wang tiba-tiba memberi dukungan pada perusahaannya. Keamanan mereka sekarang menjadi sangat ketat"
"Bagaimana bisa?! Perusahaan kecil itu mendapatkan perhatian dari mereka sementara kita diabaikannya?! Apa ayah tahu soal ini?!" bentak Seokjin.
Malamnya Seokjin pergi ke rumah orang tuanya dan memberitahukan tentang hal ini. Sudah lama perusahaan mereka mengajak bekerja sama Grup Wang, tapi mereka selalu mengabaikannya. Malam itu juga tuan Woo Bin membuat janji temu dengan Grup Wang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lost Love
FantasiaDia seperti menara yang memiliki cahaya indah, sehingga semua orang menatap ke arahnya. Dia seperti bunga terindah di sebuah taman, sehingga semua kumbang ingin datang padanya. Dia seperti berlian termahal, sehingga semua orang ingin memilikinya. Ta...
