Dia seperti menara yang memiliki cahaya indah, sehingga semua orang menatap ke arahnya.
Dia seperti bunga terindah di sebuah taman, sehingga semua kumbang ingin datang padanya.
Dia seperti berlian termahal, sehingga semua orang ingin memilikinya.
Ta...
Untuk mereka yang sering datang ke klub malam dan bar, mereka pasti sangat mengenal Park Jimin. Dia pria tampan yang sangat populer, banyak gadis tergila-gila pada ketampanannya. Dia juga merupakan kakak tingkat Jo Woo Ri saat kuliah.
**
"Dilihat dari cara mu menatapnya, kau tertarik padanya kan?" ucap salah satu teman Woo Ri.
"Memangnya ada apa dengan tatapanku.." mengalihkan pandangannya.
"Kau seperti serigala yang melihat mangsanya."
Mendengar itu Woo Ri tampak tidak senang
"Woo Ri, bukankah kau mengenalnya?" sambung pria itu.
"Eum" jawab Woo Ri dengan tatapan tidak senang, kemudian melirik ke arah Hyun Jin. Teman-temannya pun ikut melihat ke arah Hyun Jin, dan rupanya Hyun Jin yang menyadari itu pun balas menatap ke arah mereka.
Sangat terbaca sekali oleh Hyun Jin kalau Woo Ri menyukai pria di hadapannya itu. Dia hanya tersenyum tipis melihat itu. Hyun Jin meletakkan gelasnya kemudian beranjak dari tempat duduknya. Teman-teman Woo Ri pikir, Hyun Jin akan bergabung dengan mereka saat melihat Hyun Jin berjalan ke arah mereka. Tapi ternyata Hyun Jin hanya melewati mereka dan bahkan tidak menyapa Woo Ri sama sekali.
"Waahh.. Dingin sekali" celoteh teman Woo Ri. Dan saat dia melihat Jimin masih belum berhenti menatap Hyun Jin, Plak!!
"Apa?!" sahut Jimin.
"Ini pertama kalinya bukan?" ucap pria itu dengan senyuman mengejek Jimin.
"Apanya" Jimin berusaha mengalihkan.
"Ini pertama kalinya ada wanita yang mengabaikan tatapan mematikanmu itu. Akhirnya, hahahaha"
Jika sebelumnya setiap gadis yang Jimin tatap selalu berhasil dia pikat atau setidaknya gadis-gadis itu akan merespon Jimin, kali ini Jimin merasa dialah yang sedang terpikat.
"Jo Woo Ri-"
"Tidak Jimin! Aku tidak akan melakukannya!" sahut Woo Ri bahkan sebelum Jimin selesai bicara. Woo Ri yang sejak tadi sudah kesal memilih pergi meninggalkan teman-temannya.
Tanpa diduga-duga, keesokan harinya Jimin mengirim buket bunga ke kantor Hyun Jin. Berdasarkan pesan yang ada di buket tersebut, staff receptionist menyimpulkan kalau buket bunga itu untuk Hyun Jin, itu sebabnya mereka langsung memberikannya pada Hyun Jin saat Hyun Jin sampai di kantor.
Tapi saat itu Hyun Jin tidak tahu siapa Park Jimin dan dia tidak merasa sedang berada di sebuah hubungan spesial dengan lelaki manapun. Dan karena itu setibanya Hyun Jin di ruangannya,
"Park Jimin.. Aku tidak mengenalnya, jadi kurasa ini ini pasti untukmu" memberikan bunganya.
Awalnya Woo Ri merasa tidak yakin kalau Jimin mengirim bunga untuknya. Tapi seperti yang Hyun Jin katakan barusan, mereka tidak saling mengenal, jadi tidak masalah siapapun yang menerima bunganya.
Woo Ri memamerkan buket bunganya kepada teman-temannya dan menunjukkan nama pengirimnya. Dan rupanya Jimin pun melihat foto itu.
//chat group
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.