"Jadi... Mana Seungmin?" tanya Hyunjin dengan ekspresi datar pada laki-laki bernama Chan di hadapannya.
"Dimana yaaa~"
"Lo bohongin gue?"
Chan langsung cengengesan karena memang ucapannya soal makan siang bersama Seungmin hanyalah akal-akalan saja supaya Hyunjin mau ikut dengannya.
"Kalo gitu gue pergi—"
"Tunggu!" teriak Chan sambil menahan lengan Hyunjin, "Kita udah di kantin masa ga jadi makan?"
"........"
"Temenin gue ya? Please..."
Hyunjin pun menghembuskan napasnya lalu kembali duduk membuat Chan tersenyum lega.
"Ngomong-ngomong sekarang penampilan lo beda banget ya. Terakhir gue lihat lo pake baju warna cerah."
Hyunjin hanya melirik Chan sebentar lalu kembali fokus pada handphone-nya.
"Seungmin sibuk banget ya?" tanya Hyunjin karena chatnya tak kunjung dibalas.
"Iya. Kalo gue ga sibuk soalnya udah semester akhir tapi kadang suka bantu-bantu di klub drama."
"Hmm..."
"Lo suka makan apa?"
"Partner-nya Seungmin siapa?"
Mereka bertanya secara bersamaan dengan topik yang berbeda. Chan akhirnya mengalah dengan menjawab pertanyaan Hyunjin lebih dulu.
"Seungmin jadi pangeran, kalo tuan putrinya anak jurusan hukum namanya Chaewon."
"Oh..."
Hyunjin terlihat tidak senang sedangkan Chan merasa tak masalah dengan semua itu. Yang penting Chan bisa berduaan dengan Hyunjin. Dia tidak tau saja jika sebenarnya Hyunjin seorang seme dan sangat menyukai Seungmin.
Pada akhirnya Hyunjin tetap berada di sana, makan siang dengan Chan dan mengobrol seadanya karena ia merasa tidak enak pergi begitu saja. Bagaimanapun juga Hyunjin harus menghormati seniornya kan?
_____
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.