Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____
"Hyunjin."
Seungmin menawarkan rokok untuk Hyunjin yang sedang melamun. Tentu saja langsung diterima tanpa banyak berpikir. Saat ini mereka sedang berada di atap kampus, tempat yang jarang didatangi mahasiswa apalagi saat sore begini.
Kedua laki-laki itu duduk bersebelahan, melihat langit senja dan menghembuskan asap rokok bersama. Hyunjin yang tidak kuliah selama 3 hari karena sakit akhirnya bisa datang ke kampus meski kondisinya belum seratus persen pulih. Mereka janji bertemu di sini setelah selesai mengikuti kuliah.
"Maaf lama soalnya tadi nungguin Jisung nyalin catatan gue. Akhirnya itu anak punya semangat ngampus."
"Sayang..."
Seungmin tiba-tiba menyentuh bagian belakang leher Hyunjin membuat pemuda itu bergidik. Hyunjin lalu menatap Seungmin mempertanyakan apa maksud sentuhan itu.
"Segini."
"Hm?"
"Kalo mau panjangin rambut segini aja."
"Sebatas leher?"
Seungmin mengangguk kemudian kembali menghisap rokok. "Tadi lo mau bilang apa?"
"Apa ya? Jadi lupa habis disentuh kamu."
Seungmin pun terkekeh hingga ia kembali bicara, "Lo tau ga kalo dulunya di sini jadi tempat favorit banyak orang?"
"Karena bisa nyantai kaya gini?"
"Iya sih, selain itu banyak ditemuin sampah kondom."
"Maksudnya di sini juga tempat buat making out?"
"Bener, terus tiba-tiba jadi sepi karena pandemi."