'Maaf' ku gak akan merubah segalanya,
Karena sampai kapanpun penghianatan yang aku lakukan kepadamu bukan lah hal biasa...
~?
Dan akhirnya munculah sosok erga yang penampilannya sangat berantakan, dan tak lupa sambutan dari mata cantik sabrina yang kini menatap erga dengan tatapan kekecewaan yang bercampur dengan tatapan kebencian, dan erga hanya bisa membuang muka, asalkan matanya tak bertemu dengan mata sabrina, karena hanya akan membuatnya semakin merasa bersalah.
"lihatlah erga, cucu dari pembunuh kakek nenekmu kini sudah berada didepan mu" ucap vian dan erga hanya diam tak berkutik.
"apa kau tak senang?" tanya robert yang sedsri tadi memperhatikan mimik wajah erga, dan erga hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum paksa, erga menganggap dirinya sangatlah hina, tak pantas ia masih berada didepan sabrina, dia hanya akan menjadi garam di atas luka sabrina.
"beri dia pelajaran erga! Kau juga bisa melampiaskan dendammu ke dia!" ucap vian membuat tubuh erga menegang, "kenapa kau sangat tegang?"
"aku tak ingin menyakiti perempuan" elaknya membuat vian terkekeh sinis
"takut menyakit perempuan atau kau memang benar benar mencintainya?" tanya vian tepat sasaran membuat lidah erga seketika kelu, dan juga sabrina yang mendengar ucapan vian hanya terkejut dan menampilkan wajah bingung.
"putraku tak menyukai gadis sepertinya!" bukan erga yang menjawab melainkan robert, "jika dia mencintainya, maka dia tak akan mau menerima perintahku"
"hm, baiklah" ucap vian sedikit pasrah, "kau selalu membelanya, kau sangat menyayangi putramu, sehingga aku sulit menghancurkan putramu!" batin vian
Dilain tempat
Masih dikediaman joscelyn mereka berkumpul, sudah lelah sekali davin mencoba bersabar, namun apa yang ia dapatkan? Tak ada!
Dia seperti sosok pengecut, membiarkan kekasihnya dalam bahaya, dan ia malah senang senang menyelamatkan diri.
"udah cukup tuan steve, gue bakalan pergi!" final davin dan langsung bangkit dari duduknya, dengan cepat steve dan anggota yang lain mencegahnya, "jika gue diam aja, sama aja gue biarin pacar Gue tiada!"
"tapi tuan-"
"masa bodo tentang perintah, sekarang dengerin gue! Lo jagain kediaman joscelyn!, gue dan mafia gue bakalan bergerak, dan rencana gue akan guw buat secara santai sehingga mafia king cobra gak nyadarin gerakan kita!"
"nak davin..." bujuk claudia dan dengan terpaksa davin menahan emosinya
"mom, izinin davin kali ini, janji davin akan bawa sabrina kembali" ucapnya dan claudia hanya mengangguk, "kalian disini aja"
"guw mau ikut vin" pinta arthur
"nurut sebentar bisa gak?" geram davin dan seketika arthur kicep, diam tak berkutik, "lebih baik diam dari pada memperkeruh!" sambungnya
"iya" jawab arthur pasrah
"ric, lo ikut gue!" perintah davin dan aric mengangguk, "gia gue izin bawa aric, lo tenang aja , gue jamin aric bakalan selamat!" ucap davin dan gia hanya mengangguk.
"baiklah tuan davin, anggota mafia B'D akan kami perintahkan untuk bersama anda" ucap steve dan davin mengangguk.
Aric pun hanya mengangguk, sebelum ia menghampiri davin, ia sudah membisikkan sesuatu kalimat yang membuat gia seperti kepiting rebus, "doain gue baik baik aja, biar bisa pergi sama lo kepelaminan" ucapnya sambil mengelus pipi gia membuat kaum muda yang ada disana hanya bisa meng-iri
Dan kini mereka sudah siap, senjata maupun orang kini sudah lengkap, tinggal pergi menuju tempat kekasihnya di sekap.
Saat davin hendak pergi karina memegang tangannya membuat davin menatapnya, "janji kakak gue bakalan balik dengan selamat!" ucap karina dan davin hanya mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)
Teen FictionCERITA AKAN DI PUBLISH KEMBALI, KARENA SEBELUMNYA PART TELAH DI HAPUS "Jangan berani loh nyentuh dia, kalau enggak lo habis di tangan gue! " Ancam Sabrina Kartika Salsabila Adalah Gadis Yang Selalu Tersenyum Tetapi Dalam Hati dia Selalu Kecewa Kepa...
