Bertahanlah demi diriku,
kalau bukan demi diriku....
maka demi masa depanmu yang cerah,
yang sedang menunggumu.
~?
Tiga pecutan keras didapat oleh gadis itu membuat davin dan yang lain merasa kasihan.
"lepaskan ikatan mulut gadis itu, agar mereka mengetahui siapa yang tadi kau lukai!" perintah vian dan pria itu mengangguk lalu melepaskan ikatan kainnya.
Gadis itu hanya diam setelah ikatan di mulutnya terlepas, dia menahan rasa sakit di tubuhnya , dia sangat lelah, "gue mohon biarin gue pergi"
Dan muncullah roh sabrina yang menatap prihatin kepadanya, "akhir dari penderitaan adalah kebahagiaan" ucapnya singkat dan kemudian menghilang.
Gadis itu menghembuskan nafas kasar, kemudian mengangkat kepalanya yang sangat berat dan menatap mereka dengan mata yang sayu. "sakit?" ejek vian
"Le-lebih sakit di khianatin kan o-om?" lirih gadis itu membuat davin dan yang lain terkejut, "ji-jika o-om mau tahu hidup o-om juga di khi-khianatin sama orang ter-terdekat om" ucap gadis tersebut kepada robert. vian yang duduk dikursi kebangsaannya hanya bisa menyembunyikan raut wajahnya yang panik.
Vian yang mendengar jawaban dari bibir sabrina hanya bisa tersenyum kecut.
"kau ini sangat angkuh sama seperti kakekmu!!" cibir vian namun tak di gubris oleh sabrina, "kau lihat? Dibelakang sana orang orangmu sudah diikat!" ucap vian membuat sabrina sedikit terkejut, lalu dengan berat ia menengok kearah belakang dimana davin dan yang lain menatapnya prihatin, dan sabrina hanya tersenyum tulus membuat davin dan yang lain tertenggun, dan kemudian sabrina kembali menatap robert dan vian.
"bagaimana melihat kekasihmu yang menderita!?" tanya vian dari ke jauhan kepada davin, davin hanya diam tak berkutik, untuk menjawab pertanyaan menyebalkan vian itu dia tak bisa, "kalian hanya bocah kencur ingin melawan kami!?" tanya vian yang diakhiri oleh kekekahan darinya.
Sabrina hanya diam, kini ia mencari cara agar ia bisa bebas dari ikatan yang melilit pergelangan tanganya.
Vian turun dan berjalan kearah sabrina, dna sabrina hanya bisa berdiam diri, kemudia setelah vian sudah berada didepanya ia menyamaratakan tingginya dan menatap sabrina dengan senyum kemenangan "bagaimana rasanya dikhianatin!?" tanya vian
"sakit, om juga tahukan rasanya?" tanya sabrina Membuat vian terdiam, "om intropeksi diri om dulu deh", saran sabrina dengan nada lemahnya.
Dan..
Plak
Satu tamparan yang sabrina dapatkan membuat ia merintih kesakitan, dilain sisi davin memberontak penuh emosi saat kekasihnya dilukai, "kau sangat sotoy!"
"hahaha, i-iya tapi itu benar kan om!?" tanya sabrina, "di tolak oleh adiknya sendiri!?" tanya sabrina membuat vian terdiam, tetapu robert sedang bertanya tanya.
"om?" panggil robert yang meminga penjelasan.
"jangan didengarkan, dia hanya gadis yang suka membual!" ucap vian dan robert hanya mengangguk patuh
Brak
Suara dobrakan pintu besar yang dibuka secara paksa, membuat pandangan mereka mengarah kepada pintu yang terbuka itu dan muncullah sosok argara yang berpakaian formal masuk kedalam ruangan diikuti bawahannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)
Novela JuvenilCERITA AKAN DI PUBLISH KEMBALI, KARENA SEBELUMNYA PART TELAH DI HAPUS "Jangan berani loh nyentuh dia, kalau enggak lo habis di tangan gue! " Ancam Sabrina Kartika Salsabila Adalah Gadis Yang Selalu Tersenyum Tetapi Dalam Hati dia Selalu Kecewa Kepa...
