Di lantai bawah nicholas yang hendak masuk kembali diberhentikan langkahnya saat Davin memanggilnya, "bang?" panggil Davin membuat Nicholas membalikkan badanya menatap Davin kecewa, "Sabrina ada disini kan?" tanya Davin dengan nada penuh harapan
"itu kan istri lo, ya mana gue tahu" jawab Nicholas
"bang tapi bener kan sabrina disini?"
"lo suaminya jadi lo yang pasti tahu dimana keberadaan adik gue" jawab Nicholas, "jadi suami gak becus" gumamnya yang masih terdengar oleh Davin
"bang gue mohon, kasih tahu gue dimana keberadaan Sabrina, please" pinta Davin
"gue bilang gue gak tahu jangan maks-"
"selesaikan masalah kamu sebelum ketemu sama cucu perempuanku" ucap Argara yang tengah menuruni tangga diikuti Arthur, Rafael dan Raditya yang berada dibelakangnya.
"Opah please izinin Davin, Davin yakin Sabrina ada disini, iya kan?"
"Opah bilang selesaikan masalah kamu dulu, jika masalah kamu belum selesai jangan harap bisa menemui cucuku"
"please opah, Davin mohon ini salah pahaman, Davin dijebak please opah, Sabrina cuma salah paham-"
"makanya opah minta urus masalah kamu dulu, opah yakin dia menyukai kamu karena tidak mungkin ia bisa senekat ini dengan seorang Davin Abimana"
"Opah benar" jawab Davin dengan kepala menunduk, "tapi dia terobsesi buat ngejar Davin, Davin gak cinta ke dia"
"urus masalah kamu jangan sampai masalah kamu bikin nyawa cucuku terancam" ucap Argara, "bukan maksud opah menjauhkan kalian, tapi opah hanya ingin jika kamu datang tak membawa masalah dan membuat cucuku dalam bahaya, obsesi itu bisa membuat nyawa Sabrina dalam bahaya"
"Opah minta selesaikan semuanya, setelah semua selesai datang kemari jelaskan kepada cucuku" saran Argara dan Davin mengangguk
Dengan langkah berat Davin meninggalkan kediaman Joscelyn, di tempat lain, Sabrina yang telah sadar kini memandangi Davin yang pergi menggunakan mobilnya dari jendela atas, tangan Claudia mengelus punggung Sabrina untuk menyalurkan kekuatan, "Ini semua demi kebaikan kamu dan janin yang ada di rahim kamu" ucap Claudia dan Sabrina hanya mengangguk.
Keluarga Joscelyn hanya ingin menjaga Sabrina , mereka takut jika gadis itu tahu Sabrina tengah mengandung janin Davin ia akan mencelakakan Sabrina.
Jadi dengan langkah ini Argara menyuruhnya untuk menyelesaikan masalahnya dan menjemput Sabrina serta menjelaskan semuanya yang Sabrina tak ketahui.
***
Di pagi hari
yang lain tengah berkumpul diruang tengah kecuali Sabrina karena tubuhnya kurang bertenaga, karena ia sedari pagi tadi mual mual.
Dibawah sosok Davin datang membuat semua orang menatapnya.
Davin duduk dan mulai menjelaskan, kepada mereka semua, lantas mereka mengucapkan syukur dan mengizinkan ia untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini.
Tok tok tok
Davin mengetok pintu kamar Sabrina namun pintu belum terbuka buka, "bentar" jawab Sabrina dari dalam.
Ceklek.
Sabrina membuka pintu kamar dan betapa terkejutnya ia mendapati Davin dihadapannya, saat ia ingin menutup pintu kembali, Davin langsung mencegahnya dengan memegang gagang pintu.
"Ina, please biarin aku ngejelasin semuanya, aku gak kuat dengan hubungan kita yang renggang ini" ucap Davin sambil menggenggam lengan Sabrina
"buat apa? Kalau nantinya kamu bakalan nyakitin aku"
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)
Teen FictionCERITA AKAN DI PUBLISH KEMBALI, KARENA SEBELUMNYA PART TELAH DI HAPUS "Jangan berani loh nyentuh dia, kalau enggak lo habis di tangan gue! " Ancam Sabrina Kartika Salsabila Adalah Gadis Yang Selalu Tersenyum Tetapi Dalam Hati dia Selalu Kecewa Kepa...
