Chapter 22

22K 1.6K 7
                                        

Kini Sabrina Sedang Berada di pemakaman tempat Bapaknya dikebumikan

Setelah selesai mengirimkan doa, Sabrina mengelus dan mencium batu nisan almarhum Bapaknya itu

"Tunggu kartika ya pak, maksudnya tunggu jiwanya kartika, Jangan bosen nunggunya, Kartika sayang bapak" Ujar Sabrina mengelus batu nisan almarhum bapaknya itu.

"hm bapak nih ya kartika udah bilang kalau gak boleh ngerokok lagi tapi mana buktinya? Hikss bapak! Kenapa ketika kartika udah ninggalin bapak, bapak kenapa jadi pencandu rokok sih! Hikss dulu kartika selalu Jaga ketat bapak. tapi sekarang kartika gak bisa, maafin kartika pak, bapak hikss, bapak kenapa bahagia Mau Nyusul kartika?. Bapak kartika gak ada disana hiks, kartika disini, masih didunia ini tapi bukan raga kartika yang
sebenarnya, kartika pamit ya pak, kartika sekarang juga punya keluarga"ujar Sabrina dan langsung mencium batu nisan itu untuk menyalurkan kerinduan yang amat dalam.

sabrina Bangun dari jongkoknya Dan Ketika dia berbalik badan tepat di samping makam  bapaknya dan Batu nisan dibelakang Sabrina tadi ternyata terdapat sebuah nama yang Tertera dan dia mengetahui nama siapa itu

"Bapak Lihat, kita tetanggaan. bapak makamnya di samping raga kartika, Kartika baru nyadar di samping makam bapak itu makamnya kartika" monolognya, sabrina bergeser dari makam Almarhum bapaknya menuju Makam Raganya.

"Hai raga kartika" Sapa sabrina sambil mengelus batu nisan yang tertulis namanya, "lihat raga katika! Ini jiwanya kartika loh, jiwa kartika yang kesasar di raga Sabrina, aneh kan?. memang bukan hanya sifatnya jiwa kartika yang aneh melainkan kehidupan nya juga aneh" Kekehan Sabrina dan mulai Menjadi isakan tangis.

"raga lo tahu gak? Gue capek banget sama dunia, kenapa Tuhan kayak mempermainkan Hidup gue?. Apa karena gue gak pantes bahagia? Gue pengen bahagia kayak orang diluar sana. raga lo enak udah tenang sedangkan gue? Haha hidup gue gak lucu banget, Gue capek banget, kalau gue nyerah boleh gak sih?, gue pengen tenang juga, lihat bapak gue aja bilang mau nyusul gue tapi gue? Gue masih disini, fix hidup gue gak jelas" ujar Sabrina dengan air mata mengalir deras, "hidup gue gak adill!! " Ujar sabrina menaruh kepalanya di batu nisan

"Hidup itu memang selalu gak adil, tapi jangan jadikan alasan itu untuk lo pergi" Ujar Pria tersebut yang baru datang.

"Lo? Lo lagi!" kesal Sabrina dan menatap tajam pria tersebut

"Tuhan benar jodoh gak akan kemana" Jawab Pria tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Davin abimana.

" Lo dengar semuanya? " Tanya Sabrina dengan nada was was

" Enggak gue cuma dengar teriakan lo, dan gue langsung lari kesini"jawab jujur davin, "lo kenapa ada disini? " Tanya Davin kepada Sabrina

"Gue? Harusnya gue yang nanya lo ngapain disini!?" Tanya balik Sabrina

"Gue mau ziarah ketempat Seseorang" Jawabnya dan membuat Sabrina mengernyitkan dahi.

"Oh, yaudah sana" Usir Sabrina

"Gue mau ziarah makan yang ada disamping lo" Jawab Davin melirik makam Raga kartika, Sabrina terkejut bukan main. apakah Davin mengenal nya? Maksudnya Davin mengenal kartika?.

"Emang lo ada hubungan apa sama dia?" Tanya Sabrina menatap Davin penuh selidik, "soalnya gue gak pernah kenal sama tuh cowok masa dia Mau ziarah ke makam gue sedangkan kita aja gak saling kenal" Batin Sabrina bertanya tanya

" lo gak perlu tahu" Jawab Davin yang tiba tiba dingin ke Sabrina

"Ck, gue kan cuma mau nanya! " Jawab Sabrina kesal, tak ingin ambil pusing Sabrina pun mencium batu nisan Milik bapaknya dan batu nisan yang tertulis namanya, Dan Davin pun bingung kenapa Sabrina mengenal mereka berdua, "kartika bakal main kerumah bapak lagi kok, bapak tunggu kartika ya" Ujar nya dan langsung meninggalkan Makam dan meninggalkan pria yang sedari tadi diam seperti Patung

"Kartika? Bukannya namanya Sabrina, lo Semakin bikin gue penasaran dan membuat gue semakin suka sama lo, gue bakal milikin lo sebelum Tuhan berkehendak lain, gue gak mau kehilangan cintan gue untuk kedua kalinya" Batin Davin menatap punggung Sabrina yang lama kelamaan menghilang

Davin pun melangkah menuju makam Kartika, dan mengelus batu nisan yang bertuliskan nama kartika

"Hai cantiknya Davin" Ujar Davin, "kenapa kamu ninggalin aku?, padahal aku mau Ngungkapin perasaan aku ke kamu. aku udah pendam nih perasaan tapi malah kamu udah dijemput Tuhan duluan. kamu tahu gak? Aku hidup dengan rasa penyesalan, kenapa gak aku ungkapin perasaan aku dari dulu?, kartika gadis aku yang paling aku sayangi dan cintai tenang tenang ya disana. kartika kamu tahu gak? Aku nemu cewek yang bikin aku jatuh cinta lagi dan aku suka sama cewek itu, yang tadi ziarah dimakamkan kamu itulah cewek yang aku maksud. izinin aku buat ngejar cintaku ya, Selamat berbahagia disurga cantiknya davin" ujar Davin dan pergi meninggalkan Pemakaman

Maaf cipu bakalan jarang update atau bahkan Lama banget update nya, sorry ya
Karena cipu juga harus fokus sekolah
Cipu juga ada kelas Tambahan buat kelas tertentu, jadi maklumi ya

Dan Nasib dirumah gak pasang wifi ya gini, syedih


Cipu minta tolong votenya dan komenya dong

Biar cipu semangat

💗

-citraputri

TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang