Chapter 44

11.6K 762 10
                                        

jangan terlalu percaya dengan orang di dekatmu, karena bisa jadi orang di dekat mu itu adalah racun mu sendiri, yang bisa mematikan mu secara perlahan
~Argara

Hari minggu, hari yang ditunggu tunggu semua murid, hari dimana siswa/siswi dapat melakukan apapun dengan bebas

Sabrina menuruni tangga, karena dia hendak menuju meja makan, untuk sarapan bersama.

sikap rafael baik padanya apalagi kedua orang tua sabrina, arthur masih sama saja, namun nicholas beberapa hari ini terlihat beda tak mengurusi dan membentak sabrina lagi seperti dulu, namun sabrina tak ingin memikirkan nicholas karena hanya akan mebebani otaknya yang kecil

Sabrina menghentikan langkahnya saat melihat kursi meja makan yang selalu di tempati daddynya kini di pakai oleh pria yang lebih tua dari daddy nya

Sabrina perlahan melajutkan jalannya dan setelah sampai dia duduk di kursi yang biasa ia pakai, matanya tak berhenti menatap pria tua yang sedang tersenyum hangat kepadanya

"sayang itu ada opah kok gak di sapa sih?" tanya claudia yang berhasil membuat pandangan sabrina mengarah ke claudia

"opah?" cicit sabrina yang terlihat bingung, sabrina kembali mengamati pria paruh baya tersebut dan memperhatikan tampilannya dari pakaian dan bentuk wajah

"kenapa sayang? Lupa sama opah hm?" tanya pria paruh baya tersebut, Argara joscelyn

"ini beneran opahnya sabrina bang?" tanya sabrina berbisik di telinga rafael yang memang duduk disampinya, rafael tersenyum dan mengangguk

"sayang, kok kamu berubah?" tanya argara, "kamu terlihat bingung ketika bertemu opah? Ada apa ini ?" tanya argara sedikit bingung membuat claudia dan Raditya ketar ketir, pasalnya mereka berdua tak memberitahu kondisi sabrina yang pernah koma, karena jika Argara tahu mereka akan dimarahi dan ujung ujungnya argara akan membawa sabrina pergi, agar argara yang bisa menjaga cucunya

"eh, enggak apa apa kok o-opah"jawab sabrina sedikit canggung

"tumben loh kamu gak peluk opah, biasannya kamu selalu heboh kalau opah datang, kamu sedikit berbeda sayang" ucap arga sejujur jujurnya, sikap sabrina kini tak dia kenal, sikap yang dulu manja dan cerewet kini sudah tak ada, membuat hati argara sedikit sakit.

Sabrina yang mendengar ucapan argara pun hanya diam tak berkutik, namun atas senggolan dari rafael membuatnya kembali tersadar, "nanti aja ya opah, sabrina mau makan" ucapnya dan argara mengangguk, dan mereka pun mulai makan, arthur dan nicholas tak berani berbicara yang buruk buruk tentang sabrina jika didepan sang opah, karena resikonya mereka bisa mendapat hukuman yang tidak tidak

"opah rasa ini bukan kamu deh" ucap argara di sela sela makannya sontak membuat rafael dan sabrina yang sedang makan pun tersedak, "pelan pelan makanya, kalian berdua gak usah buru buru!" pesan argara dan mereka pun mengangguk

Sabrina meminum air dan membersihkan bibirnya yang terkena noda makanan dengan tisu, "apa sih opah nih, ini sabrina ya" ucap sabrina membela diri sambil melirik rafael sekilas

"opah cuma bercanda sayang" ucap argara dan sabrina pun hanya terkekeh kecil dan melanjutkan makannya

"sayang davin kapan kapan ajak kesini biar makan bareng" ucap claudia tiba tiba membuat semua orang di meja makan terdiam

"davin?" tanya raditya dan claudia mengangguk antusias, "siapa? Temannya arthur sama nicholas?" tanyanya lagi

"pacarnya sabrina mas" jawab claudia dengan senyumnya, jawabannya kini membuat sang opah menatapnya horor

"kamu pacaran sayang?" tanya sang opah dengan nada dingin

"hm, i iya" jawab sabrina sedikit terbata

"siapa orangnya?, Dari keluarga apa?, Sikapnya gimana?, Apa dia pernah nyakitin kamu?" tanya argara bertubi tubi

TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang