Saat ini sabrina sedang menatap langit yang indah berbeda dengan nasibnya yang membuat dirinya ingin menyerah.
"Andai Gue Bisa banggain orang tua gue, pasti gue mati dengan tenang" Batin sabrina dengan mata terpejam merasa angin malam yang menusuk wajahnya.
"Kartika" Panggil seseorang yang membuat sabrina membuka mata dan mencari cari asal suara itu.
"Kartika!! " Panggil Seseorang Lagi
"Siapa lo?, kenapa lo manggil nama gue?" Tanya Kartika entah pada siapa.
"Kartika ini gue" Panggil seseorang yang mulai memunculkan wujudnya dan membuat sabrina tidak percaya.
"Astagfirullah , Lo setan? " Tanya sabrina
"Jangan panggil gue Setan ya!!" Jawab seseorang dengan nada kesalnya
"Tapi kan bener nyatanya lo setan kan? " tanya sabrina dengan nada dinginnya.
"Iya bener"
"Tunggu lo itu mirip Sabrina, yang tubuhnya gue pakai! " Ujar sabrina yang telah sadar dengan sosok di depannya
"Iya lo benar gue jiwanya Sabrina" Jawab Jiwa Sabrina dengan senyum paksa yang ia perlihatkan.
"Kenapa lo muncul? " Tanya sabrina
"Gue kesini mau minta maaf" Jawab Jiwa Sabrina
"Maaf buat apa? " Tanya sabrina
"Maaf karena gue lo jadi kayak gini" Jawab Jiwa Sabrina
"Maksud lo apa?" Tanya sabrina yang meminta penjelasan
"Gue yang udah narik jiwa lo ke raga gue! " Jawab jiwa Sabrina dengan kepala tertunduk.
"Maksud lo apa, HAH? " Bentak sabrina yang tak terima, jadi ia ditarik hingga menjadi seperti ini? Kenapa harus dia!?.
"Maaf Karena gue Lo Pindah Raga, gue yang narik lo masuk ke raga gue, gue udah capek bahkan dunia gue aja nyuruh gue nyerah, gue kecewa sama mereka dan dua abang gue, dua abang gue bahkan gak percaya sama ucapan gue dan lebih percaya sama si Naura, bahkan Dia nampar gue dan mempermalukan gue didepan teman teman gue, dan Anggota Scorpion."
" gue minta tolong ungkap kebenaran tentang si Naura, Dia Jahat, dia pengen ngancurin kehidupan gue "jawab Jiwa Sabrina
"Kalau lo disini siapa yang nempatin raga gue? " Tanya sabrina yang teringat dengan keadaan raganya sebelumnya.
"Maaf" Ujar jiwa Sabrina menundukkan kepala
"Gue gak butuh maaf lo!, gue cuma tanya gimana raga gue? " Tanya sabrina.
"Raga lo udah Mati" Jawab Jiwa Sabrina yang merasa bersalah
"Enggak mungkin!! " Teriak sabrina, untung saja kamar Sabrina ini kedap suara jadi tidak ada yang mendengar teriakan Sabrina
"Maaf Kartika, gue tahu seharusnya gue gak narik Raga lo" Jawab Jiwa Sabrina
"APA!?, Sabrina Lo egois, lo gak tahu Seberapa rapuhnya keluarga gue, Sabrina gue benci sama lo!" Teriak kartika frustasi.
"gue benci sama lo, Seandainya Lo gak ambil Raga gue pasti gue masih bisa ketemu keluarga gue. Lo egois sab!. Gue pengen orang tua gue yang lama!, gue gak mau keluarga lo! gue gak butuh, gue pengen ketemu keluarga gue, Gue pengen peluk Adik-adik gue dan Pengen ketemu sama abang abang gue" bentaknya membuat jiwa sabrina terdiam.
"gue Gak sekuat itu Sabrina!. gue gak bisa bantu lo, gue cuma pengen keluarga gue ada disisi gue, Gue Pengen balik kayak dulu, walupun mereka enggak nunjukin Rasa sayang mereka tapi gue tetap mau keluarga gue, walaupun gue selalu dibandingin sama orang yang lebih pintar dan berbakat gue tetap mau sama keluarga gue, Walaupun Raga gue gak secantik raga lo tapi gue tetap mau Balik ke raga gue, Sabrina lo jahat dan udah hancurin impian gue!, gue belum bahagiain orang tua gue!, Gue belum nunjukin kalau gue bisa kayak Yang lain tapi ini!. HA!! gue anak buruk hikss, gue belum Ngabulin permintaan orang tua gue, gue bahkan gak bisa Liat Orang tua gue lagi, gue yang selalu berdoa biar orang tua gue berumur panjang dan ngeliat gue sampai punya anak tapi gue yang malah ninggalin mereka duluan" isakan tangis sabrina pecah
"Maaf Kartika gue tahu gue egois , tapi gue mohon bantu gue dan keluarga gue" Ujar jiwa Sabrina
"Gue gak bisa Sabrina gue gak sekuat yang lo bayangin" Jawab sabrina dengan nada lelahnya
"maaf, Gue pamit , gue bakal datang lagi ketika lo siap nerima kenyataan" pamit jiwa sabrina
"Ya Allah Hamba Capek" Batin sabrina dan tubuhnya seakan merosot, ia terduduk di lantai balkon dengan memeluk lututnya sendiri.
"Dek?" Panggil Rafael, rafael terkejut saat ia masuk ia melihat adiknya yang tengah menangis di balkon sampai sesegukan.
"Nana kenapa? " Tanya Rafael yang datang dan langsung memeluk sabrina, sabrina melepaskan pelukkannya dilututnya sendiri, namun tangannya tak ia gunakkan untuk membalas pelukkan hangat rafael, ia memandang depan dengan tatapan kosong, semenyedihkan ini kah hidupnya? Hingga tuhannya tak mengizinkan ia untuk bahagia? Pikir sabrina.
"Nana Kenapa nangis? , ada yang ngomong jelek ya tentang Nana? " Tanya Rafael yang mampu membuat sabrina tersadar dan menatap rafael.
"Eng-enggak nana gak apa apa" Jawab sabrina yang menunjukkan sambil tersenyum kikuk.
"Abang tahu nana lagi gak baik baik aja, it's okay kalau nana gak mau cerita sekarang gak apa apa, tapi Jangan di pendam sendiri itu malah nyiksa diri Nana sendiri" Saran rafael dan dengan pelan sabrina mengangguk.
"Bang kalau gue cerita semuanya pasti lo bakal benci banget sama gue" Batin sabrina
"Yaudah Kita makan malam dulu mommy udah nunggu" Ujar Rafael
"Iya bang. nana mau cuci muka dulu, abang turun duluan aja" jawab sabrina dan diangguki oleh Rafael
Sabrina menuju meja makan dan langsung duduk di kursi, "Ck, lama banget. Pasti sengaja biar kita semua kelaparan" sidir Arthur
"Lo diam deh!" tegur Rafael
"Udah biarin aja bang, Sekali kali kita lihat momen langka" Ujar sabrina
"Momen langka apa na? " Tanya Rafael penasaran.
"Momen langka liat monyet bisa
ngomong" ejek sabrina yang membuat Seluruh keluarganya tertawa kecuali Nicholas dan Arthur
"Udah deh lo tukang caper jangan banyak bacot" sindiran pedas dari Nicholas membuat sabrina terdiam.
"Nicho! " Bentak Aditya
"Udah Daddy, sabrina udah laper banget" keluh sabrina, dan Mereka pun mulai makan dengan mode hening.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)
Novela JuvenilCERITA AKAN DI PUBLISH KEMBALI, KARENA SEBELUMNYA PART TELAH DI HAPUS "Jangan berani loh nyentuh dia, kalau enggak lo habis di tangan gue! " Ancam Sabrina Kartika Salsabila Adalah Gadis Yang Selalu Tersenyum Tetapi Dalam Hati dia Selalu Kecewa Kepa...
