Ting
Notifikasi chat dari ponsel Sabrina yang berada di jaket kulitnya, Sabrina mengambil ponselnya dan menatap layar ponselnya.
+628xxxxxxxxxx
|Jl. Mawar putih no 9, rumah tua, datang sendiri kalau masih mau lihat Aza dan Rea hidup.
Itulah pesan yang Sabrina terima, Sabrina menatap ponsel itu dengan tatapan emosi, "lo bangunin singa yang udah tidur!" batin Sabrina dan kembali memasukkan ponselnya kedalam jaket.
"Siapa?" tanya Davin membuat Sabrina menatapnya, ia dapat lihat mereka yang ternyata memperhatikannya sedari tadi
"Apanya?" tanya Sabrina
"itu chat dari siapa?" tanya Davin sekali lagi
"oh i-ini ya" jawah Sabrina dengan terbata, "dari mommy, nyuru gue pulang buat nemenin mommy" bohongnya membuat mereka memicingkan mata curiga.
"Beneran?" tanya Davin dan Sabrina mengangguk.
"yaudah, gue cabut dulu" ucap Sabrina dan memakai helm dan langsung menancapkan gas motornya , mereka hanya diam menatap punggung sabrina yang lama kelamaan menghilang.
"Gue curiga" ucap Davin
"maksudnya?" tanya mereka bertiga
"udahlah lupain" ucap Davin, "yok lanjut nyari" ucapnya dan mereka mengangguk
Dilain sisi Sabrina yang sudah sampai lokasi yang telah dikirimkan seseorang, ia memasuki pekarangan rumah tua ini.
Prok
Prok
Prok
Sebuah tepukkan tangan membuat Sabrina mencari sumber suara, dan dapat ia lihat dibelakangnya terdapat Naura yang tadi bertepuk tangan, "Wow, lihat seorang Sabrina datang hanya untuk seorang anak kecil?" tanya Naura tak percaya
"ternyata lo dalangnya, cih" ucap Sabrina
"kenapa? gak suka?"
"maksud lo apa nyampe nyulik Aza dan Rea!?" tanya Sabrina dengan nada ketusnya
"gue kan mau buat lo hancur" jawab Naura enteng.
"emang lo kira, selama lo hidup lo gak menghancurkan hidup orang lain? Sadar lo!"
"lo yang sadar! Lo yang rebut semuanya dari gue!"
"gue bukan ngrebut, gue punya hak atas itu, dan lo apa? Lo cuma wanita busuk yang gak jelas sampai nyulik orang yang gak ada kaitannya sama lo!"
"emang bener, tapi dia bisa jadi umpan buat gue!"
" lo salah! Lo udah bangunin singa yang tidur!"
"bacot!" umpat Naura, "serang!!" teriak Naura dan muncullah enam orang pria berbadan besar yang berlari dan menghajar Sabrina.
Dengan terpaksa sabrina melawannya, dan seketika Naura menjadi tegang ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri yang melihat Sabrina seorang diri mampu mengalahkan enam orang berbadan kekar itu sampai tak sadarkan diri.
Kemudian Sabrina mendekat kearah Naura yang sudah menegang, ia mendorong tubuh Naura hingga tubuh Naura terpentok tembok, "lo wanita busuk yang lebih baik lo gak hidup dari pada hidup lo cuma buat nyusahin orang!"
Plak
Sabrina menampar Naura dan langsung mencekik leher Naura, Naura merintih kesakitan, namun senyumnya terbit ketika ia mendengar suara langkah kaki mengarah kepadanya.
"lemah!" ejek Sabrina yang tangannya masih ia gunakan untuk mencekik leher Naura.
"KAK SABRINA!!" Teriak seorang gadis, ia rea.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)
Genç KurguCERITA AKAN DI PUBLISH KEMBALI, KARENA SEBELUMNYA PART TELAH DI HAPUS "Jangan berani loh nyentuh dia, kalau enggak lo habis di tangan gue! " Ancam Sabrina Kartika Salsabila Adalah Gadis Yang Selalu Tersenyum Tetapi Dalam Hati dia Selalu Kecewa Kepa...
