End (republished)

13.8K 469 48
                                        

"...aku memang salah karena gak bisa tegas sama dia. tapi aku beneran gak suka sama dia, aku masih ngehargain dia karena orang tuanya temen deket mama dan papah, tapi ternyata dia malah semakin ngelunjak" ucap Davin

"Ina percaya sama aku?, Aku gak ada niatan duain Ina, Ina satu satunya gadis yang selalu ada dihati aku, bukan orang lain" ucap Davin

"terus Angelina?" tanya Sabrina

"Udah dapat pelajaran yang udah seharusnya dia dapatin" jawab davin dengan senyum smirknya.

Flashback on :

Setelah ia pergi mengantar Sabrina pulang sehabis menjenguk Nicholas dan Karina yang kini sudah di berikan bayi.

Ia langsung pergi ke markasnya dimana mangsa yang ia nanti nanti telah berada disana, ia akan menepati janjinya, menyelesaikan permasalahan yang ada agar tak terus terusan kesalahpahaman terjadi.

Ia masuk kedalam jeruji tepat dimana seorang wanita terkulai lemas dengan keadaan mengenaskan dan kaki tangan terikat kuat, gadus itu tampak tak sadarkan diri karena kepalanya sedari tadi menunduk dan rambutnya menutupi wajahnya.

Davin bersmirk jahat, ia akan membalasnya lebih kejam, karena wanita ini sudah kelewatan batas.

"Ambilkan air berisi es batu, lalu siram ke wanita sialan ini!" perintahnya dan mafia Dangerous mengangguk, lalu davin mundur untuk memberikan jalan ke pada kedua anggota mafianya yang membawa box berisi air dan es batu, lalu dua mafia Dangerous menyiramkannya ke tubuh wanita itu membuat wanita itu langsung tersadar.

"Dingin bangsat!" umpatnya yang belum benar benar tersadar, ia menyipitkan mata menatap sekitar, ia tak mengenali tempat ini, lalu ia menatap davin yang berdiri menatapnya, "Vin, tolongin gue" lirihnya

"untuk semua yang lo lakuin ke gue? Gue harus nolongin lo?" tanya Davin dan Angelina mengangguk penuh harap, "gak akan" jawabnya membuat senyum Angelina seketika luntur

"Vin, tubuh gue dingin banget, gue belum siap mati Vin, tolongin gue"

"Kan Setelah ini tubuh lo akan dingin terus, karena gak bernyawa" jawab Davin membuat angelina terdiam, "lo belum siap mati? Aduh, padahal ini terakhir kalinya lo ngelihat dunia" sambungnya

"Vin please lepasin gue, gue mohon, gue minta maaf"

"telat, gue kemarin dah peringati lo, tapi seakan lo tuli, sampai gak dengerin peringatan gue, dan sekarang tinggal terima semuanya apa salahnya, besok juga lo bakalan dapat yang lebih sakit dari ini!" ucapnya

"Vin please, gue mohon"

"Dengan cara apapun  lo memohon ke  gue, itu gak akan merubah apapun" jawab Davin sambil mengeluarkan silet yang berada di saku celananya.

Angelina melotot terkejut, namun selang beberapa menit tubuhnya menegang tak kala ia lihat davin berjalan mendekat kepadanya sambil membawa silet di tangan kananya, "Berani berbuat berani bertanggung jawab" ucap davin, Angelina menggelengkan kepala namun itu tak mengubah apapun saat silet itu menyentuh pipi putihnya.

Sret

Sret

Sret

Davin menyilet kedua pipi angelina membuat darah segar mengalir dipipinya, " gue masih belum puas " ucap Davin sambil melempar silet

Plak

Plak

Plak

Tiga tamparan mendarat di pipi Angelina, "lo boleh nganggap gue banci karena berani sama perempuan" ucap Davin, "tapi menurut gue lo seharusnya gak  usah jadi perempuan karena lo hanya  bisa menjelekkan nama baik perempuan" ucap Davin lalu mencengkram dagu Angelina, Davin dapat lihat Angelina yang sudah menangis, "Air mata yang membosankan"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang