Sabrina kini sedang berjalan dikoridor sekolah, sembari memperhatikan dinding dinding sekolah.
namun saat ia sedang lengah akibat matanya fokus melihat sekitar, ia malah terjatuh akibat menabrak sesuatu yang keras.
Bukannya sakit karena jatuh, Sabrina malah merasa pinggangnya di pegang oleh tangan kekar milik seseorang, Sabrina yang memejamkan mata sedari tadi pun langsung membuka mata dan bangkit membuat tangan kokoh yang berada di pinggangnya pun terlepas.
Sabrina menatap pria itu yang memberikan senyum manis kepadanya, hangat itulah yang Sabrina rasakan, senyuman itu lah yang selama ini ia rindu rindu kan, dia Davin Abimana lah yang berada di depan tubuh kecil Sabrina.
Davin menatap gadisnya itu dalam dalam, "Ina merindukan Davin?" tanya Davin, dan saat Sabrina ingin menjawab iya, ia langsung mengurungkan niatnya.
"Enggak" jawabnya singkat membuat senyum Davin yang lebar itu luntur seketika. Sabrina yang melihat ekspresi davin pun hanya terkekeh didalam hati, lucu melihat ekspresi wajah Davin yang terlihat kecewa.
"Bos, Sabrina gak kangen sama lo kali, dia kangennya sama gue" ucap Aric yang baru datang sambil menepuk pundak Davin.
Aric pun langsung mendapatkan pelototan mata dari dua makhluk yang kini bersamanya, Gia dan Davin menatap tajam Aric membuat mental Aric seketika menciut, "bercanda Gi, yaampun gue cuma guyonan doang" dengusnya Aric kepada Gia yang langsung membuang muka nya.
"Sukur!, tunangan lo ngambek" ejek Sabrina, "udah santai Gi, nanti kita gebet opa opa korea aja, lebih ganteng dari mereka" sambung Sabrina membuat Gia mengangguk jahil. yang malah bergantian Davin dan Aric lah yang menatap tajam mereka.
"cari opa opa korea?" marah Davin
"iya kenapa?" tanya Sabrina dengan nada nyolot
"aku lebih tampan, lebih seksi dan setia" jawab Davin dan Aric mengangguk, "termasuk gue juga duplikatnya bos Davin" timpal Aric membuat Davin menatap malas Aric.
"iya deh yang setia" ejek Sabrina dan langsung menarik lengan Gia.
Aric dan Davin menatap belakang, ia melihat punggung Sabrina dan Gia yang lama kelamaan menghilang, "bos ayo kita susul" ucap Aric dan Davin mengangguk lalu mereka berdua mengejar Sabrina dan Gia yang sudah menghilang sedari tadi.
Sabrina makan dengan santai hingga suara lari seseorang menggema, dan tanpa permisi dua orang itu langsung duduk di samping mereka.
Sabrina dan Gia menatap mereka yaitu Davin dan Aric secara bergantian.
Tak berselang lama Karina dan Suci datang dan langsung duduk di meja mereka.
"kak, sumpah gue kangen banget sama lo" ucap Karina membuat Sabrina terkekeh, "kemana aja sih lo!?"
"sorry, gue sibuk banget, lagian cuma tiga bulan" jawabnya santai namun tidak dengan mereka yang memberi nya tatapan tajam, tiga bulan itu cuma? sekali lagi cuma?.
"tiga bulan bukan waktu yang cepet, Ina" tegur Davin dan Sabrina hanya mengangguk, "kenapa sampai malsuin data?" tanya Davin
"lo tahu sendiri, alasannya juga terkait sama kejadian besar kemarin" jawab Sabrina, "ini langsung pada masuk muridnya? Gak takut atau trauma soal kejadian kemarin?" tanya Sabrina
"guru guru jelasin di chat soal kemarin itu karena ada oknum ga bertanggung jawab. kayak ngibulin anak kecil, njir. mereka pikir kita bakalan percaya gitu aja" jelas Suci diakhiri kekehan. "dan sekolah janjiin hal kemarin gak akan terulang dan bakalan jaga ketat sekolah" lanjutnya.
"oh"
Ting
Notifikasi ponsel dari hp Sabrina, membuatnya menatap layar ponselnya
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI BAD GIRL (republished) (Complete)
Novela JuvenilCERITA AKAN DI PUBLISH KEMBALI, KARENA SEBELUMNYA PART TELAH DI HAPUS "Jangan berani loh nyentuh dia, kalau enggak lo habis di tangan gue! " Ancam Sabrina Kartika Salsabila Adalah Gadis Yang Selalu Tersenyum Tetapi Dalam Hati dia Selalu Kecewa Kepa...
