"BAIKLAH JIKA KALIAN SUDAH BARIS DENGAN RAPI JADI AKAN DI MULAI SEKARANG" Teriak prajurit
Semuanya bersiap untuk masuk ke pintu gerbang istana, nanti akan ada pemandu masing-masing selama kegiatan berlangsung.
Semua peserta telah masuk dengan nomor yang telah ditentukan saat urutan nomor 51, prajurit berteriak keras mengulangi angka 51
"51 51" ulangnya terus menerus
Si pemilik nomor telah hilang dari lokasinya selama 15 menit yang lalu. Prajurit terheran-heran dan mencarinya dengan cara mengulangi nomor miliknya
"Seperti nya dia belum datang, kita lanjutkan nomor selanjutnya saja" ujar temen sebelah
"Iya mungkin, nomor selanjut--" ucapan prajurit terpotong saat seorang gadis berteriak
"SAYA PAK 51" teriak gadis itu sambil memperlihatkan nomornya ke atas
Gadis yang tak lain ialah Elena, Elena berjalan kedepan menuju prajurit itu
Elena menundukkan kepalanya seakan memohon "Maaf pak saya kebelet tadi, jadi tolong jangan di hukum. saya hanya rakyat biasa pak" mohon Elena sembari tangannya bersatu
Prajurit tidak tega saat melihat wajah melas Elena dan mempersilahkan masuk ke dalam istana dengan syarat dia tidak mengulangi kejadian yang tadi
Elena menyetujui dan masuk kedalam dengan tangan membawa tas kecil lalu tas ransel yang berada di belakang punggungnya, kedua tas tersebut berisi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari nya
Setelah Elena masuk ke dalam, prajurit berteriak mengucapkan nomor selanjutnya dan diikuti nomor yang lainnya. Matahari sudah tenggelam menandai malam telah tiba, bertepatan dengan selesainya tugas prajurit itu dan pergi untuk beristirahat
***
Para rakyat yang mengikuti tes ujian itu berada dalam kamar asrama masing-masing yang berada di belakang istana utama, untuk beristirahat sebelum memulai latihan
Asrama di bagi menjadi dua bagian yaitu bagian asrama para laki-laki dan bagian asrama perempuan. Setiap asrama memiliki kamar yang banyak namun satu kamar terdapat 2 kasur didalamnya dan barang yang berbeda-beda agar tidak menganggu privasi mereka. sempurna bukan?
Berakhir Elena berada dikamar asrama perempuan dengan luas lumayan besar, tapi memuaskan baginya. Kamar ini fasilitasnya lengkap, yang paling penting ada 2 kamar mandi. Jadi ia tidak akan pusing untuk rebutan kamar mandi
"Huft, ternyata capek juga ya" lenguhan nya
gadis yang berada sebelahnya menoleh kearah pemilik suara "mau gimana lagi, kita hanya rakyat biasa yang butuh pekerjaan ini" balas gadis setelah membersihkan tempat tidur nya
Elena mengangguk malas sebagai balasannya dan merebahkan tubuhnya ke kasur, ia memejamkan matanya sejenak untuk meringankan rasa lelahnya
Baru saja ia terlelap dalam tidurnya tiba-tiba saja ada yang mengguncang tubuhnya ke kanan dan ke kiri
"Hey Elena bangun~ tadi ada madam menyuruh kita untuk makan malam dan berkumpul bersama yang lain" kata gadis yang tadi
"Aku masih ngantuk Tina" jawab Elena dan nama gadis itu adalah Tina
"Iya tapi nanti, sekarang bangun lalu cuci muka setelah itu kita pergi bersama" tolak Tina dan menyuruh dia beranjak dari kasur segera
Setelah membersihkan wajah nya, dia dan Tina pergi menuju tempat tujuannya sekarang
***
KAMU SEDANG MEMBACA
JADI MAID [ on going ]
Historical FictionBUKAN NOVEL TERJEMAHAN ‼️ Murni hasil karya saya sendiri *** 'Elena grace' jika menyebutkan nama gadis tersebut, akan terjadi sesuatu dengannya...diharapkan untuk segera 'kabur'. Mempunyai wajah cantik justru membuatnya tidak berhenti untuk menggoda...
![JADI MAID [ on going ]](https://img.wattpad.com/cover/333067438-64-k863298.jpg)