-19-

217 10 0
                                        

Pagi yang cerah suara kicauan burung dan angin lembut menyapa indra pendengaran seseorang, termenung sejenak menatap jendela dengan tatapan lurus.

tuk

Menutup jendela dan bergegas menuju dapur dengan perasaan campur aduk selayak nya kopi dangdut, langkah demi langkah pantofel itu berbunyi dengan ritme yang teratur menciptakan harmoni dalam keseimbangan tubuhnya.

"Tina"

Merasa terpanggil dia pun menoleh sambil tersenyum tipis kepadanya
"Ada apa Elena? tidak biasanya kamu bangun jam pagi dini.."

"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menyapa... akhir-akhir ini aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi" Elena mendekati membantu Tina yang sedang mengadoni makanan.

Tina mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan temannya ini
"Maksud mu apa Elena, aku tidak mengerti" jawab Tina memoleskan selai anggur di roti itu

Decakan muncul dari bibir pink itu, sadar akan tindakan nya ia pun memberikan sinisan kepadanya
"Tina! aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan"

deg

Apa maksud nya? apa dia mencurigai tindakan nya? atau hanya menebak-nebak saja, tapi tidak mungkin secepat itu.

"h-hah? kau ini ku rasa ada yang tidak beres di otak kecil mu itu, mending kau bergegas pergi dari sini sebelum tuan marah kepada mu, Elena" Tina mendorong bahu pelan Elena ke pintu luar dapur dan menutup kembali pintu dapur.

Kesal dia menghentakkan kakinya sambil berkacak pinggang
"menyebalkan"

"nona kau lebih menyebalkan" suara robot itu muncul dengan tiba-tiba

"ayam eh ayam, bisa tidak kamu itu muncul jangan tiba-tiba begitu, jantung ku ini hampir copot tau!! enak juga kalo punya banyak jantung, ini cuman satu kalo isdet berabe ntar" omel Elena menggaplok kepala kelinci robot itu.

"kdrt banget nona sama saya"

"Diem deh aku lagi tidak mood"

Notifikasi berbunyi, menampilkan misi dari atasan dan memberi tahu kepada nona nya. "nona ada misi muncul"

Elena mengernyit heran "lah? katanya ga ada misi-misi buat aku, ko sekarang malah ada, kamu mau menipu ku!"

"sabar nona, saya jg tidak tau tapi ini urgent banget nona"

"Baiklah. misi apaan?" tanya Elena

" Bertemu dengan permaisuri dan mengambil hati nya"

Gadis itu terkejut " Kamu gila? yang ada aku di penjara. bodoh!"

"Bukan itu maksudnya, anda itu harus caper biar naik pangkat gitu loh, masa gitu aja ga tau"

Elena tersenyum sinis dan melepas pantofel nya lalu mengeplak robot itu dengan keras, meninggal kan nya begitu saja.

"Nona tunggu, jahat banget sih habis di geplak malah ditinggal" keluh nya sambil meringis sakit, tenaga nonanya ini begitu besar.

Bersembunyi di balik pohon. menoleh kanan kiri mencari keberadaan seseorang, mata nya tanpa sengaja melihat kearah Utara. yups ketemu.

Elena berbisik "Bot itu permaisuri kan?"

"Iya nona."

"Bagaimana cara aku kesana?" tanya nya

"saya pun ga tau nona"

Elena mendengus "mati aja kamu, ga guna banget"

Robot itu dengan dramatis memegang dadanya sambil merasa tersakiti namun diabaikan oleh gadis itu, yang masi berpikir keras.

"Aku tau"

Ia mengacak rambutnya dan mengambil tanah lalu memoleskan di muka, tangan dan baju nya. tergesa-gesa ia berlari tanpa menghadap kedepan dan terjatuh.

"sshh"

Permaisuri yang sedang duduk sendiri menoleh kearah nya dengan raut khawatir, mendekati nya.

"Nak kau gapapa?? ada yang sakit tidak? kenapa bisa pakaianmu kotor" Wanita itu memegang bahunya membolak balikan badan nya.

"S-saya tid-dak apa apa yang mulia." cicit nya takut

Tidak puas dengan jawaban pelayannya, ia menatap tajam. "Katakan siapa yang telah melukai mu diistana ku?"

"Tidak ada yang mulia, s-saya ceroboh" berusaha meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, permaisuri menghela nafas mengangguk saja walaupun merasa tak puas dengan jawaban itu.

Permaisuri merogoh kantong dan mengambil kain dengan benang jahitan khas kerajaan. memberikan dengan cuma-cuma kepada pelayan itu entahlah kenapa ia bisa melakukan itu mungkin karena kasihan?

"Ini pakai lah"

Elena segera menolak halus "Tidak yang mulia, anda tidak perlu melakukan ini. Saya b-baik-baik saja" Permaisuri yang merasa di tolak pun menatap tajam kegugupan timbul karena nya

Dengan cepat Elena mengambil kain itu lalu mengelap kotoran yang berada di muka dengan gugup.

Permaisuri tersenyum namun sebuah suara menghentikan kegiatannya.

Pelayan istana tergesa-gesa dengan takut "Salam kebaikan dan kebenaran yang mulia, Maaf menganggu waktu anda...anda telah di panggil oleh Putra mahkota untuk segera kembali" Pelayan itu bersujud dengan takut.

Helaan nafas terdengar jelas lalu tersenyum tipis kepada Elena dan mengelus rambut coklat dengan lembut dan pelan.

Di perlakukan seperti itu Elena menjadi gugup dan takut begitu pun pelayan istana yang melihat itu cukup terkejut tindakan permaisuri nya ini, buru-buru ia kembali bersujud.

Keheningan kembali menyisakan sisa-sisa menyesakkan namun kehangatan muncul.

Elena berada di kamar nya bersandar di ranjang dengan perasaan aneh namun ia segera menepis pikiran nya.

"Bot"

Tringg

Robot tersebut muncul dengan senyuman lucu "Halo Nona tercintaku"

Elena mendengus tapi ia kembali ceria "bagaimana hasilnya tadi? apa ada kemajuan?" tanya nya ragu

Robot mengangguk cepat "Iya nona, sepertinya permaisuri cukup menyukaimu Nona"

"Entahlah Aku rasa itu tindakan spontan nya"

Rasanya ia ingin kembali ke kampung halamannya namun suasana disini cukup menarik dan putra mahkota itu...ahhh lupakan.

Robot memiringkan kepalanya dengan bingung memandangi Elena cukup rumit. Perlahan ia tersenyum tipis tidak sabar akhir kisah tuan nya ini. penuh kejutan.

'Semoga Nona bahagia dengan pilihan nya ini, bersabarlah lebih lama Nona belum saat nya anda mengetahui semuanya'

>>>>>>>>

Hai everyone kembali dengan cerita ini... apakah ada yang kangen ??????👉👈😚😚

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

JADI MAID [ on going ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang