"Anda terlihat sangat cantik hari ini, my lady..." puji Zayn, kagum melihat penampilan Evelyn hari ini, yang membuat Evelyn terlihat berkali-kali lipat cantik.
Sedangkan Evelyn hanya tersenyum dengan kedua pipi yang merona, berusaha mengalihkan pandangannya karena malu diperhatikan oleh Zayn, pemuda yang menurutnya sangat tampan.
"Terima kasih," cicitnya pelan. Sebenarnya, ini untuk pertama kalinya Evelyn menerima pujian dari seorang lelaki. Karena Evelyn dulunya hanyalah gadis desa biasa yang tidak bisa merawat dirinya hingga kerap kali menjadi korban ejekan oleh teman-temannya dulu.
Akhirnya, Evelyn bertemu dengan sosok mendiang Kaisar yang merupakan ayah dari Ravizzele yang terluka sangat parah saat sedang berburu. Membuat Evelyn pun membawa Kaisar untuk diobati olehnya itu. Karena merasa berhutang nyawa kepada Evelyn, akhirnya sang Kaisar pun memasukkan Evelyn ke dalam akademi yang sama di tempat Ravizzele menimba ilmu beserta para bangsawan yang lain.
Tetapi karena pada dasarnya Evelyn hanyalah gadis desa yang tidak pandai merawat dirinya , Evelyn sering mendapatkan rundungan dari para gadis bangsawan muda di sana yang begitu membekas lebih dalam di lubuk hatinya. Ketimbang saat dia dirundung oleh anak-anak di desanya, penampilannya dulu dan sekarang sangatlah berbeda, mungkin karena Ravizzele pun ingin melindungi istrinya dengan memberikan identitas baru berupa putri dari sepasang bangsawan dari negara asing.
"Apakah sekarang Anda sudah siap? Sebentar lagi acaranya akan dimulai," tanya Zayn, menatap memuja gadis itu.
Kemudian, dengan lembut ia mengadahkan telapak tangannya pada Evelyn, yang disambut dengan senyuman manis oleh Evelyn. Keduanya berjalan dengan bergandengan layaknya bangsawan lain, membuat beberapa orang yang melihat mereka berdecak kagum karena keserasian mereka berdua.
Dan di sinilah mereka berdua berada, di pameran tahunan acara pusat kota, di mana setiap pemilik butik serta usaha yang lainnya memamerkan setiap barang yang dijualnya. Banyak makanan yang berjejer rapi serta beberapa hiasan dan boneka yang cantik membuat kedua mata Evelyn berbinar-binar.
Melihat banyak hal yang pada saat kecil tidak bisa ia miliki atau temui membuat Evelyn begitu bersemangat untuk menuju setiap toko yang ada. Zayn, yang melihat reaksi Evelyn, pun tersenyum kecil, merasa gemas.
'Ternyata dia menyukai hal-hal seperti ini ,' batin Zayn, kemudian menatap sekelilingnya, berusaha mencari sesuatu yang bisa membuat Evelyn menjadi bahagia, hingga akhirnya menemukan sebuah kedai yang cukup menarik di matanya.
"Bagaimana jika kita beralih ke sana?" Tawar Zayn, sembari menunjuk sebuah kedai yang dipenuhi oleh berbagai macam boneka, japitan, serta yang lainnya, membuat Evelyn mengangguk setuju.
Setibanya mereka di sana, mereka disambut oleh sang pemilik toko dengan bahagia.
"Wah... ada sepasang kekasih bangsawan yang mampir ke toko kecil milik saya. Karena kalian adalah sepasang kekasih yang serasi, saya akan memberikan diskon khusus untuk kalian," ucap pria paruh baya itu dengan senang hati, membuat kedua pipi dari pasangan muda di hadapannya merona malu.
Berusaha menghilangkan rasa malunya, dengan segera Zayn berdehem pelan dan kemudian mulai menunjukkan beberapa barang yang cocok dengan Evelyn yang begitu antusias melihatnya.
"Bagaimana dengan ini? Anda akan terlihat cantik jika mengenakan ini," ucap Zayn, tidak sadar melihat beberapa japitan yang lucu dan cantik.
"Apa?" Ucap Evelyn tidak percaya mendengar ucapan Zayn.
"Ahh, tidak, saya hanya... hanya sedang terbawa suasana saja," dengan menggaruk tengkuknya sambil tersenyum canggung, Zayn benar-benar malu.
"Kalian benar-benar pasangan yang lucu sekali," ucap pria itu sekali lagi. Entah mengapa, rasanya begitu menyenangkan saat melihat sepasang kekasih tengah berkencan.
Mereka akhirnya memilih beberapa barang dan menjelajahi setiap toko yang mereka lewati sampai akhirnya seseorang tanpa sengaja menabrak bahu Evelyn, membuat Evelyn hampir saja terjatuh jika saja Zayn tidak menahannya.
"Astaga, maafkan saya. Saya tidak melihatnya," ucap pemuda itu dengan membungkuk meminta maaf,tetapi bukan itu yang menjadi fokus Evelyn sekarang. Entah kenapa, suara dari pemuda itu membuat jantung Evelyn terasa sangat sesak.
Karena tidak mendapatkan tanggapan dari gadis yang sudah ditabraknya, pemuda itu pun mengangkat pandangannya dan bertemu dengan netra milik seorang gadis yang pernah dikenalnya.
" Evelyn..." lirihnya dengan menatap tidak percaya sosok gadis yang berada di hadapannya.
" Max..." lirih Evelyn, pelan, tak percaya dengan apa yang dilihatnya ini.
....
Lagunya mbak Oliv kayaknya cocok sama suasana mereka wokwok
Bersambung...
Jangan lupa votmen nya yaa 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret marriage with the emperor- END
Fantasypernikahan rahasia yang terjadi antara kaisar dengan rakyat biasa karena keinginan terakhir dari kaisar terdahulu namun dapatkah kaisar yang baru menerima pernikahan yang tidak berdasarkan dengan cinta itu? atau akan segera menceraikan istrinya yang...
