Keheningan mulai menyelimuti tempat itu, hanya dua orang yang berada disana karena Zayn membawa kedua anak itu pergi untuk berjalan-jalan. Ravizzele tetap diam sembari mengamati sosok gadis yang berada disampinya itu, yang sedari tadi tetap dmemilih diam dan tak bersuara.
Evelyn, gadis itu lebih memilih untuk diam menatap ujung sepatunya dibandingkan menatap pada sosok Ravizzele disampingnya. "Eve, aku..minta maaf." ujarnya memecahkan keheningan yang sedari tadi menyelimuti mereka berdua.
Melihat tak ada tanggapan dari Evelyn, Ravizzele menganggap bahwa gadis itu tengah memberikan dirinya kesempatan untuk berbicara. "Aku dan Giselle adalah teman dekat, dari kami kecil. Kami selalu bersama." mendengar itu tanpa sadar Evelyn memejamkan matanya dan menggenggam erat kedua tangannya.
"Hubunganku dan dia, tak pernah melebihi apapu selain persahabatan yang kemudian berubah menjadi persaudaraan. Aku tau bagaimana dia selama ini, ayahnya membenci dia bahkan tanpa ragu bisa saja menghabisi nyawanya kapanpun jika dia mau. Sampai akhirnya, aku tau bahwa ayahnya akan melakukan pemberontakan setelah kami menolak untuk dijodohkan. Aku, saat itu sangat panik dan takut kala menyadari bahwa setelah hari itu. Giselle tidak pernah bisa aku temukan. Sampai akhirnya, aku berhasil menyelamatkan dia yang akan dijual oleh ayahnya pada salah satu Marquess tua. Kau tau?"
"Tubuh Giselle penuh dengan luka dan darah, bahkan saat aku menyentuhnya tubuhnya bergetar hebat. Saat itu, aku bilang padamu jika akan melakukan perjalanan menuju negeri sebrang. Benar, aku menyelamatkan nyawanya. Saat kondisinya yang awalnya sangat buruk itu telah berubah menjadi baik, akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Menemui istriku." Ravizzele tersenyum tipis menatap wajah Evelyn dari samping, kedua netranya berkaca-kaca.
"Tetapi, istriku menghilang. Mungkin, itu terjadi karena aku yang terlalu mementingkan keselamatan sahabatku dibandingkan perasaan istriku. Aku akui, pasti sangat menyakitkan saat itu dan aku minta maaf. Kami terlalu merencanakan hal itu tanpa memikirkan dampaknya." Wajahnya mendongak berusaha menahan air matanya.
"Arghes, dia adalah putra Giselle bersama pria lain." mendengar itu sontak Evelyn menatap terkejut pada wajah Ravizzele yang tampak sembab.
"Sejak Arghes lahir, Giselle enggan menyentuhnya bahkan selalu berusaha untuk menghilangkan nyawa anaknya. Hari itu, aku hancur mengetahui kau yang pergi dari hidupku dan entah kemana. Dan juga, Giselle yang selalu berteriak dan menangis histeris saat mendengar tangisan Arghes." Ravizzele tampak menarik nafasnya panjang sebelum akhirnya menghembuskannya dengan perlahan.
"Pada akhirnya, yang aku lakukan agar Giselle tidak seperti itu adalah memanggil seorang penyihir yang berasal dari dalam hutan dan meminta penyihir itu untuk memanipulasi ingatan Giselle. Dan itu berhasil, Giselle sembuh dengan ingatan lain pada pikirannya. Dia tidak mengingat apapun tentang kejadian kelam itu, yang dia tau adalah Arghes putra kami. Lalu ayahnya melakukan pemberontakan dan aku menyelamatkannya. Hanya itu." Jelas Ravizzele membuat Evelyn menatap sendu pada wajahnya.
"Maafkan aku, aku kira jika aku sudah berhasil menyelamatkan sahabatku. Aku bisa memulai kehidupan baru bersama dirimu dan anak kita." lirihnya menatap kedua netra milik Evelyn dengan tatapan terluka.
Evelyn menggeleng pelan. "Bukan salah anda, ini adalah salah saya karena telah lancang memasuki kehidupan kalian."mendengar perkataan Ravizzele terbelalak sebelum akhirnya menjatuhkan dirinya dibawah kaki sang istri dan menumpahkan tangisannya disana.
"Tidak..jangan berkata seperti itu.. hatiku sakit mendengarnya.." isaknya kemudian meletakkan wajahnya diatas pangkuan Evelyn memeluk erat sang istri sembari menggerakkan wajahnya berulang kali.
"Maafkan aku, aku mohon maaf.."
Evelyn tetap diam membuat Ravizzele terus menumpahkan tangisannya disana.
"Apa kau tau bagaimana rasanya hidupku dan hatiku tanpa dirimu? aku hancur Eve. Sangat hancur, rasanya seperti hidup tanpa memiliki jiwa."
Evelyn mengigit bibir bawahnya berusaha menahan tangisannya.
"Lantas bagaimana dengan saya? apakah anda tau bagaiman sakitnya posisi saya waktu itu? pernikahan kontrak? saya tidak masalah dengan itu, tetapi saya masih istri anda! terlepas anda menyukai saya atau tidak. Setidaknya, pernahkah anda sekali saja memperhatikan saya? menghargai saya? tidak! anda tidak pernah peduli dengan itu. Jadi, kita selesaikan saja. Bukankah, ini sudah melewati tahun kontrak? maka ayo berhenti. Tidak akan ada gunanya menjalani sebuah hubungan jika pada akhirnya berakhir dengan kekecewaan dan sakit hati yang dalam." Evelyn berhasil mengutarakan semua bebannya selama ini, hatinya lega dan menjadi sakit dalam satu waktu.
Sedangkan Ravizzele yang mendengar itupun mengadah menatap wajah sembab istrinya dengan tatapan terkejut.
"Tidak, aku tidak menyetujuinya!" tolaknya dengan tegas membuat Evelyn meraup wajahnya sendiri dengan frustasi
"Lantas apa yang kau inginkan?! hubungan kita sejak awal sudah tidak baik! untuk apa dipertahankan jika kita berdua sama-sama sakit?!" balas Evelyn dengan muak membuat Ravizzele menatapnya tak percaya.
"Dengar, waktu itu kita masih sama-sama belum saling mengenal bahka jarang berkomunikasi. Kuncinya ada pada komunikasi Eve! kita sudah sama-sama dewasa saat ini, apakah kau tega membiarkan putri kita tidak mengenali ayahnya sendiri?" mendengar itu sontak Evelyn terdiam menatap terkejut pada Ravizzele.
"Apa maksudmu?!" nada bicara Evelyn tanpa sadar menjadi tinggi kala merasa terkejut dengan perkataan Ravizzele. 'Bagaimana dia bisa mengetahui itu?' batinnya panik.
Ravizzele tersenyum tipis, "Kau masih bertanya? bagaimana kau bisa sebodoh ini Eve. Bahkan, orang lain pun pasti akan menyadarinya. Bentuk wajahnya, caranya berbicara, terdiam dan tersenyum. Itu adalah paduan wajah kita berdua Evelyn! tidak aneh jika aku menyadarinya. Terlebih disini, jantungku terasa berpacu sangat cepat saat menatap matanya. Kau ingin membohongi hubungan darah antara ayah dan anaknya?" ujarnya sembari menunjuk dadanya membuat Evelyn terdiam.
"Ayo kembali ke' rumah' kita Evelyn. Bersama putri kita, berdua."
Bersambung...
hehe bagaimana dengan part ini? apakah puas?? jangan lupa votmennya!!! terimakasih yang udah setia nungguinnya ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret marriage with the emperor- END
Fantasypernikahan rahasia yang terjadi antara kaisar dengan rakyat biasa karena keinginan terakhir dari kaisar terdahulu namun dapatkah kaisar yang baru menerima pernikahan yang tidak berdasarkan dengan cinta itu? atau akan segera menceraikan istrinya yang...
