APAKAH PANTAS?

3K 209 13
                                        

Kala itu, Evelyn tanpa sengaja mendengar percakapan suaminya yang tengah berbincang bersama tangan kanannya yang tidak lain adalah Sir Erland, yang Evelyn tahu adalah sahabat lama suaminya.

Kejadian waktu itu adalah saat perjalanan pulang dari pasar menuju istana, di mana Evelyn yang terlalu lelah itu tertidur pulas. Namun, setelah beberapa waktu, akhirnya terbangun ketika tidak menemui keberadaan Ravizzele di sana.

Alhasil, Evelyn memutuskan untuk turun dari kereta untuk melihat tempat mereka berhenti, hingga akhirnya langkah kakinya membawa dirinya menuju sebuah taman yang indah.

Evelyn terpukau melihat taman itu, namun kembali teringat tujuan awalnya datang, yaitu untuk mencari keberadaan sang suami, hingga akhirnya dirinya menemukan Ravizzele yang tengah duduk di sebuah bangku taman bersama dengan Sir Erland di sana.

Awalnya, Evelyn hanya ingin memastikan saja, kemudian memutuskan untuk beranjak kembali, namun ia urungkan ketika indra pendengarannya tanpa sengaja menangkap pembicaraan kedua pria itu.

"Bagaimana dengan Lady Giselle?" Pertanyaan dari Sir Erland membuat Evelyn diliputi rasa penasaran, kala mendengar nama asing yang tidak dikenalinya.

Kemudian Evelyn memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan mereka dengan bersembunyi di balik pohon besar yang berada tidak jauh dari tempat mereka.

Dapat Evelyn tangkap bahwa sejenak Ravizzele menghela napasnya lelah sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Sir Erland, "Aku telah berjanji untuk menikahinya segera, tepatnya setelah perceraianku dengan Evelyn dilaksanakan."

Bagai tersambar petir mendengar kalimat itu dari suaminya sendiri, kedua matanya mulai berkaca-kaca hingga akhirnya Evelyn berusaha menguatkan hatinya untuk mendengar fakta apa saja yang sebelumnya tidak bisa diketahui olehnya.

Hening menyelimuti mereka hingga akhirnya Sir Erland membuka mulutnya untuk mengeluarkan pertanyaan kepada sahabatnya itu.

"Lalu, kapan perceraian itu akan dilaksanakan?" Ravizzele tampak terdiam mendengar pertanyaan dari Erland, sebelum akhirnya menjawab tanpa ragu.

"Segera, mungkin dalam jangka waktu dekat ini, walaupun tidak sesuai dengan isi perjanjian kontrak kami, aku harus segera melakukannya." Mendengar jawaban itu, Erland tanpa sadar mendecih sinis menanggapi ucapan Ravizzele.

"Apa kau tidak pernah mencintainya?" Setelah melontarkan pertanyaan itu, Erland menatap curiga pada raut wajah Ravizzele.

Lain halnya dengan Evelyn yang memejamkan matanya, berusaha menenangkan pikiran dan hatinya yang belum siap mendengarkan jawaban dari Ravizzele. Namun, jawaban dari Ravizzele berhasil membuat kedua kakinya melemas dan tanpa sadar dirinya terjatuh dengan membekap mulutnya menggunakan kedua tangannya.

"Tidak, aku tidak pernah mencintainya." Air matanya sukses luruh mendengar fakta yang seharusnya tidak perlu membuatnya merasa sesakit ini.

'Apa yang aku harapkan', batinnya kecewa menatap langit di atasnya, ternyata tak semudah itu hatinya menerima fakta ini, sayang, Evelyn masih belum mempersiapkan dirinya dengan baik untuk semua ini.

Erland menatap sekilas wajah Ravizzele sebelum akhirnya mengomentari ucapan Ravizzele barusan, "Kau kejam." Mendengar itu Ravizzele mengerut tak terima dikatai kejam oleh sahabatnya itu,

"Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu kepadaku?! Aku bahkan sama sekali tidak pernah menyakitinya secara fisik!"

Erland memutar bola matanya jengah sebelum kemudian kembali mengucap,

"Memang tidak secara fisik, tetapi perasaannya!" Erland menghembuskan napasnya sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, berusaha menyadarkan sahabatnya itu.

Secret marriage with the emperor- ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang