CEMBURU?

3.4K 234 11
                                        

Saat ini Evelyn sedang dalam perjalanan untuk pulang, namun ada hal yang tak terduga yang menemui. Seperti saat ini, dengan mata kepalanya ia mendapati sosok Ravizzele yang tengah bercumbu ria bersama seorang gadis bangsawan yang memilih warna kulit yang sangat cantik dan rambut pink yang panjang.

Posisi mereka berdua membelakanginya, Evelyn, sehingga tak ada yang menyadari kehadiran Evelyn di balik tubuh mereka. Untuk sejenak, Evelyn terpaku kala merasakan perasaan sakit yang menggerogoti hatinya sebelum akhirnya memilih untuk memalingkan wajahnya dan berbalik dari tempat itu.

"Evelyn?" Panggil seseorang untuk menghentikan langkah Evelyn untuk beranjak dari tempat itu. Tak hanya Evelyn yang terkejut, tetapi juga kedua sejoli di hadapannya yang menghentikan kegiatan mereka. Terlebih, Ravizzele yang langsung tersentak mendengar nama Evelyn yang disebutkan oleh pria yang tidak dikenalnya karena posisi pria itu yang membelakangi dirinya.

"Sir Zayn?"

Zayn, pemuda itu berada di hadapannya dan menutupi keberadaannya dari balik tubuh kekar milik pemuda itu. Sepertinya Zayn tidak menyadari keberadaan Ravizzele di balik punggungnya.

Zayn tersenyum sebelum akhirnya menjadi salah tingkah karena ditatap oleh Evelyn yang menatapnya dengan raut wajah menggemaskan. Zayn berdeham singkat sebelum akhirnya berusaha menetralkan debaran jantungnya.

"Kau ingin ke mana?"

Evelyn sejenak menatap ke arah keberadaan Ravizzele sebelumnya walaupun sebagian tubuhnya tertutupi karena tubuh besar Zayn. Namun, sepertinya Ravizzele mengetahui keberadaannya bersama dengan Zayn di sana.

Evelyn tersenyum singkat sebelum akhirnya menatap wajah milik Zayn. "Tidak, aku sedang mencarimu," ujarnya, membuat Zayn diam-diam tersipu malu dan Ravizzele menatapnya tajam.

"Jangan menggodaku, memangnya ada perlu apa mencariku?" Tanya Zayn dengan nada serius.

Evelyn menatapnya sekilas sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya dan tersenyum samar.

"Mungkin, kita bisa berbicara di tempat lain? Karena ini sedikit bersifat rahasia. Aku hanya memberitahu hal ini padamu karena kau adalah salah satu orang istimewa bagiku." Entahlah, Evelyn mengatakan kalimat itu dengan asal, sebab berusaha untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya karena kejadian sebelumnya.

Zayn tersenyum sebelum akhirnya merangkul pinggang milik gadis itu, yang tiba-tiba membuat Evelyn terperanjat.

"Baiklah, ayo kita pergi dari tempat ini," ajaknya, sebelum akhirnya mereka pergi dari tempat itu tanpa melihat ke arah belakang sana. Atau lebih tepatnya berpura-pura tidak mengetahui keberadaan mereka yang di belakang.

Ravizzele senantiasa menatap tajam punggung dua sejoli yang sudah menjauh itu sebelum akhirnya sentuhan dari gadis di sampingnya menyadarkan dirinya.

"Ada apa?" tanya Ravizzele datar.

Gadis itu menggeleng sebelum akhirnya ikut menatap punggung milik dua orang yang sudah menjauh itu.

"Kau terlihat serius mengawasi istrimu itu, padahal sebentar lagi kalian akan resmi berpisah." Gadis itu menatap datar Ravizzele, sama halnya yang dilakukan pria itu.

"Mau bagaimana pun, selagi perceraian kami belum selesai dinyatakan sah, dia tetap istriku, Giselle. Evelyn masih tanggung jawabku."

Gisele menatap Ravizzele remeh sebelum akhirnya bersendakap dada menatap tajam wajah Kaisar muda itu.

"Istri? Tanggung jawab? Astaga, lelucon apa yang sebenarnya kau katakan ini? Kau baru saja berciuman mesra denganku. Mungkin gadis itu melihatnya, tetapi dia tetap diam, seakan tidak peduli. Lalu, mengapa kau memperdulikan hal itu? Gadis itu sendiri juga sudah mulai perlahan-lahan lepas darimu," Giselle melontarkan kalimat itu dengan jujur, membuat Ravizzele kalut karena mendengar Evelyn yang mungkin melihatnya bersama Giselle tadi.

"Dia melihat kita berciuman?!" Kemudian, tanpa kata, meninggalkan Giselle sendirian. Tujuannya saat ini adalah menjelaskan kepada istrinya itu, entahlah, rasanya seperti terdapat rasa ketakutan saat mendengar kemungkinan besar Evelyn melihatnya.

Ravizzele menatap seluruh penjuru kamar milik gadis itu, namun nihil, dia tak menemukan keberadaan gadis itu di sana. Tetapi netranya terkunci pada sebuah tas besar berisi pakaian yang sudah siap di dekat ranjang milik istrinya.

Karena rasa penasaran, akhirnya Ravizzele membuka seluruh tempat penyimpanan milik istrinya, namun yang ditemukan olehnya hanyalah pakaian bangsawan yang masih tetap di dalam. Sebelum akhirnya, ia membuka tas itu dan menemukan pakaian lusuh milik gadis itu yang dulu dibawa ke mari saat baru menginjakkan kakinya di istana.

Bahkan Evelyn tidak membawa barang dari istana sama sekali. Bagaimana cara gadis itu nanti bertahan hidup? Apakah dia akan hidup dengan baik di luar sana tanpa dirinya? Berkali-kali Ravizzele menanyakan hal yang sama di hatinya.

Sebelum akhirnya memilih mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang milik istrinya, ia terlalu lama berlarut dalam pikirannya sendiri hingga tak sadar bahwa Evelyn sudah ada di hadapannya.

"Yang Mulia, Anda sedang apa di sini?" Ujar gadis itu bertanya karena terkejut mendapati keberhasilan pria itu di dalam kamarnya.

"Kenapa? Memangnya aku yang berstatus sebagai suamimu tidak boleh memasuki kamar milik istriku sendiri?" Evelyn terpaku mendengar kalimat yang keluar dari bibir pria di hadapannya.

Namun, tak lama tersenyum tipis dan sedikit menjaga jarak dari keberadaan Ravizzele.

"Sebentar lagi kita tidak memilih hubungan itu, Yang Mulia. Akan menjadi sebuah rumor menjijikkan jika para maid lain tanpa sengaja mendapati Anda di kamar milik saya."

Ravizzele berdecih sinis sebelum akhirnya menatap dingin wajah istrinya.

"Lalu? Apa kau hanya mengizinkan pria itu untuk masuk ke dalam sini? Membiarkan para pelayan yang melihatnya dan menyebarkan rumor tentang hubungan kalian berdua begitu?!" Entah mengapa Evelyn merasa aneh dengan tingkah Ravizzele hari ini. Mengapa nadanya seperti orang yang marah dan merasa tersakiti? Sepertinya Evelyn pun tidak melakukan kesalahan.

"Mengapa anda begitu marah? Bukankah seharusnya Anda senang karena dengan begitu saya akan pergi dari tempat ini sesegera mungkin?"

"Dan kau memutuskan untuk pergi bersama kekasihmu itu? Sebenarnya, apakah karena pria itu, kau meminta bercerai? Jika benar begitu, bukankah artinya kau sama saja sepertiku, heh?" Ucap Ravizzele remeh.

"Mengapa Anda berbicara seperti itu? Jangan bertingkah seperti saya yang mengkhianati anda! Di sini saya hanya melakukan apa yang saya inginkan! Bukankah waktu itu Anda berkata untuk membiarkan saya melakukan apa pun yang saya inginkan? Bahkan Anda bilang tidak akan peduli selagi tidak merugikan Anda," balas Evelyn, membuat Ravizzele terdiam.

"Tetapi kau masih istriku!" Belanya tanpa sadar membuat Evelyn mendengus kesal.

"Lalu apa bedanya dengan Anda? Yang terpenting, saya tidak melakukan hal seperti yang Anda lakukan tadi di tempat umum. Kalaupun saya melakukan hal itu, saya rasa itu akan sangat baik karena mereka pasti akan menginginkan Anda mempercepat pernikahan dengan Lady Giselle."

Hening, tak ada yang berbicara lagi sebab mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam sebelum akhirnya Ravizzele memilih untuk pergi dari kamar milik Evelyn.





Bersambung....
Kalian tim kapal mana nih??komen ya!
Jangan lupa votmen nya 😉

Secret marriage with the emperor- ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang