Pagi yang cerah, sesuai ucapan sulaiman semalam. Hari ini Gabrian akan bersyahadat.
Gabrian memakai jubah putih dan sorban yang sudah dililit di kepalanya dengan bantuan Fattah, itu semua adalah pemberian sulaiman. Keluarga Sulaiman sudah bersiap untuk menemani dan menjadi saksi mualaf Gabrian.
“ Gab, lu beneran mau mualaf ? nanti gue ke gereja sendirian dong “ ucap Samuel sedih
“ abang Samuel juga mualaf, biar bareng ke masjid nya “ Fattah
“ masih sayang nyawa, belum siap di gorok mama “ Samuel
Gabrian ketawa, sebenarnya ia sendiri juga belum minta restu mama nya kalau mau mualaf, setidaknya ia sudah mendapatkan restu papa nya buat mualaf. Jika minta restu mamanya pasti tidak akan pernah boleh mualaf. Tetapi gabrian sendiri sudah siap menerima konsekuensi nya jika mualaf nya itu diketauhi oleh mamanya.
“ lu enggak bakal sendiri ke gereja, kita cari aja masjid yang sebelahan dengan gereja. Kan bisa berangkat bareng “ Gabrian
“ beda konsep anjir “ Samuel mendorong pelan kepala Gabrian
“ apapun keputusan gue, semoga lu masih mau ya jadi kembaran gue “ ucap gabrian memeluk Samuel
“ anjir lu jangan bikin gue sedih, dengerin ya. Gabrian Stevanus, sampai kapan pun lu tetap kembaran gue “ samuel mulai berkaca-kaca
Selalu bersama dari kecil, dan kedua nya tumbuh menjadi kristen yang taat. Sampai pada hari ini, Gabrian memutuskan untuk mualaf. Berat rasanya bagi Samuel, tapi bagaimana lagi. Itu sudah keputusan kembaran nya. Samuel hanya bisa support dan berdoa semoga keputusan Gabrian itu tepat.
°°°°°
“ pa, Samuel tunggu di sini ya. Gabrian jangan lupa video in lu lagi syahadat “
Sulaiman dan Gabrian mengangguk bersamaan, semua pun masuk ke dalam masjid kecuali samuel tidak bisa masuk ke dalam masjid, karena ia nonmus. Meskipun sangat ingin menyaksikan langsung kembaran nya itu tapi ia tidak bisa. Dan harus menunggu nya di luar masjid
“ Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah pada pagi yang cerah sekarang ini Allah masih memberikan kita kesehatan sehingga kita dapat berkumpul bersama di Masjid Al- Akbar Surabaya. Pada hari ini kita akan menyaksikan putra dari ustadz Sulaiman Al-Haddad yaitu Gabrian Stevanus untuk mengikrarkan syahadat di hadapan kita semua, untuk selanjutnya saya serahkan kepada ustadz Sulaiman Al-Haddad “ ucap Ustadz Yusuf membuka acara sekaligus salah satu pengurus masjid ini
“ Sebelum ke acara selanjutnya yaitu mengucapkan syahadat, papa ingin menanyakan beberapa hal kepada gabrian “ ujar sulaiman menatap intens gabrian
“ apakah gabrian ingin memeluk islam karena sebuah paksaan ? karena dalam islam untuk memeluk agama islam itu harus murni dari dalam diri bukan paksaan “
“ gabrian ingin mualaf karena memang murni dari dalam diri gabrian “ ucapnya dengan yakin
“ apakah Gabrian sudah izin mama jika ingin mualaf ? “ tanya sulaiman
Gabrian terdiam cukup lama, kemudian menggelengkan kepalanya
“ kalau izin pasti mama enggak akan pernah bolehin, tapi gabrian janji suatu saat akan memberitahu mama tentang ini. Tapi tenang aja, pa. Gabrian akan selalu menyayangi dan menghormati mama “
Sulaiman tersenyum dan mengangguk bangga dengan anak nya ini
“ terakhir, dalam agama islam ada rukun iman dan rukun islam. Apakah gabrian siap untuk menjalankan segala kewajiban itu ? “ tanya Sulaiman
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAZECGUENLO [END]
RomanceKayyisah Sabrina Zacguenlo, seorang perempuan muslimah bercadar, penghafal Al-Qur'an sekaligus anak dari seorang ustadz besar. Perempuan yang selalu menjaga diri nya dari kemaksiatan, dan sedang fokus menuntut ilmu di suatu universitas. Tidak di san...
![ZAZECGUENLO [END]](https://img.wattpad.com/cover/333505614-64-k320555.jpg)