Z [ 25 ]

811 40 0
                                        

Berapa bulan kemudian . .

Tepat hari ini, usia kehamilan Ayyis memasuki lima bulan. Dan selama kehamilan pun, Khafid over protektif terhadap Ayyis, bahkan ia juga mendaftarkan diri menjadi dosen di universitas tempat Ayyis kuliah. Tujuan nya untuk selalu berada 24/7 bersama Ayyis. Apalagi Ayyis pernah mengalami keguguran, dan lama untuk hamil. Tidak hanya Khafid, ternyata keluarga nya, keluarga Al-Haddad, anak gtpn, dan club mental health nya pun juga selalu menjaga Ayyis.

Menurut mereka, Ayyis adalah permata yang harus di jaga dengan baik. Tapi memang benar, Ayyis adalah permata indah di tengah-tengah mereka.

Ayyis sendiri justru senang mendapatkan hal itu, karena sedari kecil ia tidak pernah mendapatkan nya.

" nanti jadwal nya kontrol, selesai kuliah langsung ke rumah sakit " Khafid mengingatkan, Ayyis mengangguk mendadakan ia ingat.

" sudah siapkan nama untuk baby nya ? " tanya Khafid

" mas, masih lama lahiran nya. Tapi aku sudah nyiapkan beberapa nama sih " jawab Ayyis tersenyum.

Sudah beberapa hari ini, Ayyis mengubah panggilan " misua " menjadi " mas ". Karena dimarahin oleh papa Sulaiman, katanya suami nya sendiri kok di katain mie kuah. Sedangkan Khafid masih belum terbiasa memakai kata " aku - kamu ", masih memakai " saya - kamu ".

" saya mau dengar, coba sebutkan nama yang sudah kamu siapkan ? "

" kalau perempuan namanya Sabrina Zazecguenlo Al-Haddad, kalau laki namanya Al-Fath Maula Al-Haddad. Gimana, mas ? " Ayyis menunggu respon Khafid.

Khafid menggelengkan kepalanya, ia menatap Ayyis tatapan tak suka.

" kalau yang perempuan saya setuju nama nya itu, tapi kalau yang laki saya tidak setuju. Karena itu seperti kesan nya nama Fattah disana "

" Al-Fath itu bagus lho artinya, kan nama doang bukan berarti aku masih kepikiran sama adeknya, mas. Lagian aku udah 2 tahun nikah sama mas, masa gamon sihh. Nama doang ituu " ucap Ayyis

" yang lain, jangan itu saya cemburu " jawab khafid

" El Al-Haddad saja. "

" singkat banget namanya " protes Ayyis tak setuju nama anaknya sesingkat itu, sedangkan namanya dan nama Khafid saja panjang.

" biar orang lain ingat nama anak kita, daripada panjang tapi enggak ada yang ingat "

" yaudah, iya " Ayyis pasrah, ia memang tidak bisa berdebat dengan Khafid. Selain takut durhaka, ia juga malas berdebat dengan hal sepele saja.

" canteu, kamu kan teman dekat nya Zainab, saya mau tanya sama kamu "

" tanya apa, mas ? " jawab Ayyis

" tipe suami Zainab seperti apa ? "

Ayyis terdiam, ia memicingkan matanya kepada Khafid, " kamu mau menjadikan Zainab sebagai istri kedua ? " tanya Ayyis dengan nada tak biasa.

" Astaghfirullah, saya kan pernah bilang sama kamu, tidak akan poligami. Kenapa bisa berpikir seperti itu. " jawab Khafid, ia mengusap kepala Ayyis, tapi tangan nya di tepis oleh Ayyis.

" terus kenapa tanya begitu ? "

" Anak gtpn itu sudah beberapa melamar dia, dan di tolak semua. Saya hanya penasaran saja tipe nya seperti apa? karena menurut saya Farhan dan Fakhri yang MasyaAllah saja, di tolak Zainab. "

Ayyis melebarkan matanya, ia tak percaya bahwa Farhan dan Fakhri di tolak lamaran nya oleh Zainab. Tapi memang dulu sebelum bertemu dengan Khafid, tipe idaman Zainab dan Ayyis, sama. Seperti Fattah.

ZAZECGUENLO [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang