9. Finally

3K 249 7
                                        

Sinar matahari memasuki kamar hotel Shani, sinar itu mengganggu nata cantik yang sedang tertutup.

Ia bangun karna sinar itu, tangannya meraba kasur mencari hp nya '09:30' jam yang di lihat oleh Shani.

"erghhhhh cape bngt" ucap sambil meregangkan tubuhnya.

Ia bangkit dari kasur, membereskan kasurnya kemudian ia duduk di meja rias yang di sediakan hotel.

Ia menatap wajah bangun tidurnya di cermin 'mereka ap kabar yaa' batinnya. Ia membuka ponselnya lagi dan mencoba menghidupkan data.

'panggilan tak terjawab - Zizoy'

Matanya terbelalak ketika melihat itu 'knpa yaa?' batinnya. Raut wajahnya seketika menjadi cemas.

Ia juga melihat ada banyak pesan yang dikirim oleh zee.

***
Zizoy

ci

kak Jinan sakit cii

dia mandi hujan tadi sore demi
nyari cici

sampe kapan cici ga pulang?

ayo dong ci jgn egois cii

kita disini butuh cici

sebagai manapun kak Jinan salah
dia adik cici yang ga bisa tanpa cici

di situasi kayak gini ak ga bisa jdi
kak Jinan bgitu pula kak Jinan ga
bisa jadi ci Shani

Zee mohon cici pulang yaa ksian kak
Jinan

I miss you cii

tunggu cici pulang

***

Shani langsung berdiri mengambil jaket dan mengenakan celana panjang, ia bergegas keluar dari kamar dan menuju mobil.

'shani lo egois bngt shanii' batinnya.

Ia langsung masuk ke mobil kemudian langsung mengendarainya ia berharap jalanan tidak macet.

Wajahnya begitu cemas memikir Jinan, ia mengendarai mobil dengan sangat laju "GOBLOKKK ANJGGG" teriaknya tiba tiba.

Air matanya terjatuh "Jinannn maafin cici" lirihnya "adek lo ga bakal gini kalo lo ga egois shaniiiiiii" ia terus menyalahkan dirinya saat menyetir.

Tinggg~

***
Zizoy

msih inget kita ci?

buat ap cici pulang?

bukannya cici udh ga peduli
sama kita?

kita bisa sendiri kok ci

***

Hati Shani seperti di tusuk membaca notif itu, ia membantingkan hp nya ke kaca mobil sebelahnya hingga hp itu terbelah dua.

Mobilnya melaju sangat kencang dan saat tiba di depan rumah untung saja bodyguard mereka langsung membukakan gerbang.

Ia memberhentikan mobilnya depan pintu, ia turun dan langsung berlari memasuki rumah.

Two Angels Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang