Setelah kejadian itu, Zee dan Indira tidak tidur bersama Adel melainkan tidur bersama kedua kakaknya. Mereka sengaja membiarkan Adel tidur sendirian dan tidak ada yang mengajaknya berbicara.
Pagi tiba, Jinan dan Shani bangun lebih dulu "uarghh, morning cici" ucap Jinan sambil meregangkan otot ototnya.
"morning, pegel?" tanya Shani.
"heem"
"hahah gapapa sekali kali" Shani tertawa kecil karna mereka pertama kali tidur di lantai demi dua adik kecilnya tidur di atas kasur.
Jinan beranjak dari lantai kemudian melihat kedua adiknya yang tertidur pulas "ya Allah ci" kaget Jinan.
"kenapa?" tanya Shani.
"berpelukan mereka cii hahah"
Shani sontak ikut melihat "hahah udah biarin aja kasian"
"Indira ga sekolah ci?"
"ga usah dulu deh biarin aja kasian tu matanya sembab banget"
"Adel?" tanya Jinan.
Shani menghela napas mendengar nama Adel "kamu sudah cari tau siapa?" tanya Shani.
"semalam baru aku suruh kemungkinan pagi ini kita baru tau siapa ci"
"yaudaa kamu disini aja yaa tungguin adekmu dua ini, cici mau ke kamar Adel" ucap Shani.
"hmmm..."
Shani menatap Jinan heran, "kenapa?"
"morning kiss"
"hadehh udah tuaa juga"
"justru itu makin tua aku ga mau kalah sama anak anak kicil ini"
Shani mendekati Jinan kemudian ia mencium kening adik keduanya itu "mwahh, udaa"
"terimakasiiii boss"
Shani pun langsung keluar kamar menuju kamar Adel.
Tok Tok Tok~
Tak ada jawaban dari Adel, Shani mencoba membuka knop pintu yang ternyata pintu itu tidak di kunci. Ia masuk dan langsung diperlihatkan Adel yang masih tertidur dengan tubuh meringkuk di balik selimut.
Ia berjalan mendekati kasur kemudian duduk di tepi kasur itu. Dia hanya memperhatikan wajah Adel yang juga terlihat sangat lelah 'kamu kenapa begini sih dek?' benak Shani.
Tangannya mengelus kepala Adel dengan sangat lembut dan tatapannya masih sangat tulus serta benaknya masih terus bertanya tanya.
Beberapa menit kemudian~
Shani membereskan kamar itu dengan Adel yang masih tertidur pulas, ia merapikan bingkai bingkai foto yang berjajar di atas meja kamar mereka.
Tatapan matanya berubah menjadi sendu saat melihat foto kedua orang tuanya, ia mengambilnya kemudian mengelus bingkai tersebut sesekali "kalian kapan pulang? Shani cape ma pa" lirihnya.
Air matanya sudah di ujung namun tak sempat jatuh karna ternyata Adel sudah bangun.
"cii" panggil Adel.
Shani meletakkan kembali bingkainya kemudian berbalik melihat Adel "yaa?"
"a-aku minta maaff" kata Adel.
Shani hanya diam memperhatikan.
"maafin Adel yang keras ini" ucap Adel "aku ga suka Indira jadi orang tertutup"
"bukan masalah Indira jadi ketutup atau engganya tapi cara kamu menjawab dell yang salah" sahut Shani.
"iyaa cii maaf"
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Angels
General FictionCerita ini menceritakan dua gadis yang super posesif terhadap adiknya. Mereka merupakan anak dari keluarga yang sangat kaya raya yang berarti orang tua mereka sangat sibuk sehingga itu menjadikan mereka harus hidup mandiri berlima. INI HANYA FIKSIII...
