"lah baru balik lu pada" kata Jinan yang berpas pasan dengan tiga adiknya.
"minggir ga kak, nanti ketabrak" ucap Zee fokus bermain game.
"heii gila kalian yaa main game segininyaa, sinii" Jinan mengambil tiga hp adiknya.
"KAKAKKKKK" pekik ketiganya.
Jinan sudah tau jika adiknya akan berteriak, ia sudah menutup kuping lebih dulu "apa?? apaa?? klian udah main game dari jam berapa coba? smpe mau balik ke kamar sendiri pun masih main game?"
"hilih kakak juga loh kadang dukung" jawab Adel.
"kali ini enggaa, bye" Jinan lanjut berjalan menuju kamarnya membawa tiga hp adiknya.
Indira menyusuli Jinan "kakkk hp diraaa"
"kamu juga, biasanya kamu beda sama dua kakak kamu kali ini malah ikutan jdi ikutan kena resikonya" kata Jinan.
Tak lama muncul Shani depan pintu kamarnya sendiri "knpaa lagii?" tanyanya.
"mreka jalan ke kamar sambil liat hp ci karna main game apa ga gila" jawab Jinan.
"klian ini yaa bandel bandel bangett"
"cici maafin kitaaa, tolong bujukin kak jinan buat balikin hp kitaa" mohon Adel.
"afk deh jdinya" cetus Zee.
"dih dih" julid Jinan.
"kakakkk" mohon Indira yang berdiri tepat depan Jinan "Indira janji ga gitu lagiii, maaf kakakk" sambungnya dengan mata berbinar.
"ayoo nan masuk" ajak Shani.
"AHAHAHAH BYEE ADIK ADIK KECILL AKUUU" ledek Jinan sembari memamerkan tiga hp ia bawa masuk ke kamar.
"bersih bersih abis itu turun makan malem"
"hp nya..." ucap Adel.
Shani dan Jinan tak menjawab mereka langsung saja menutup pintunya.
"ah elahh" kesal Zee.
Mereka bertiga kemudian ikut masuk ke kamar mereka sendiri dengan wajah tertunduk sedih.
*****
"kamu mau cerita gaa?" tanya Shani.
"cerita apaa?" tanya Jinan balik.
"raut muka kamu kayak ada sesuatu, ceritaa gih" suruh Shani. Jinan hanya menggeleng.
"yauda cici ga maksaa"
Jinan duduk terdiam merenung, memikirkan apakah dia harus bercerita atau tidak.
"tuukan mukanya kayak ada sesuatu" ucap Shani.
"cici ga ada niatan pacaran ci?" tanya Jinan tiba tiba.
Shani melirik Jinan "kenapaa nanya itu? kamu ada pacar??" tanya Shani.
"ga adaaaa, aku nanya aja" jawab Jinan.
"pertanyaan kamu di luar nalar, to the point deh sama cici ada apa???" tekan shani agar Jinan menjawab.
"suatu saat aja deh ci"
"tuh berarti beneran ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari cici"
Jinan hanya membalas Shani dengan senyuman terpaksa. "cici ga marah kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Angels
Ficção GeralCerita ini menceritakan dua gadis yang super posesif terhadap adiknya. Mereka merupakan anak dari keluarga yang sangat kaya raya yang berarti orang tua mereka sangat sibuk sehingga itu menjadikan mereka harus hidup mandiri berlima. INI HANYA FIKSIII...
