Kali ini Shani masih tidur di pagi hari padahal biasanya ia sering bangun sangat pagi untuk mengurus adik adiknya.
Suasana kamar shani sangat hening, ia tertidur dengan sangat nyenyak tanpa ada yang mengganggunya.
Ia mendengar ada suara ketokan pintu, ia segera membuka pintu itu.
"cii" lirih orng itu.
Shani berusaha membuka matanya dan betapa terkejutnya ia melihat orng yang di hadapannya adalah jinan.
"ngpain kamu kesini?!" bentak shani
"maaf cii" ucap jinan sambil menangis.
Shani menutup pintunya keras.
"ciiii buka ciii, aku minta maaf cii" panggil jinan sambil memukul mukul pintu.
"GA USH PANGGIL AKU CICI!"
"ga bisa ciii kamu kakak aku cii" lirih jinan.
"cii maaf cii tolong maafin cii, aku ga bisa hidup kalo ga ad kamu cii"
"aku ga kuat ngeliat adik adik yang tiap hari kangen kamu cii"
"ayoo maafin aku cii biar kita kayak dulu lagii cii aku mohonn"
"ga bisa nan aku blom bisa buat nerima semuanya" sahut shani.
"demi Zee, Adel, Indira ciii"
"STOPP PANGGIL AKU ITU JINANN!! AKU BUKAN KAKAK KAMU! SEORANG KAKAK GA PERNAH SALAH DALAM MENDIDIK ADIKNYA" jelas shani dengan emosi yang telah murka.
Shani ingin rasanya ikut menangis namun emosinya menahan air mata itu.
"kamu pulang dan jaga adik adik kamu" usir Shani.
"ga mau cii pokokny aku harus pulang bareng cici" tolak jinan dengan sesegukan.
"PULANG JINANN!!!" tegas shani.
"cii tolong maafin aku cii, aku emng bodoh cii tp aku janji ga ngulangin lagi cii. aku kangen tidur sama cici, manja sama cici, sehari tanpa cici itu berat cii di tambah aku ga bisa ngeliat adik adik aku terus nangisin cici" keluh jinan.
'aaa shit mohon jgn nangis' batin shani.
"aku pulang tpi ga sekarang!"
"kamu pulangg, buat ap kamu disini jinan!"
"cii plis ciii"
Shani tak menjawab ia terduduk di dekat pintu dan akhirnya air matanya keluar. Ia menangis tanpa suara, meringkuk di dekat pintu merenungi perkataan perkataan jinan.
Ternyata.....
"astaghfirullah cuman mimpi" ucap shani yang terbangun dari tidurnya.
Shani merubah posisinya menjadi duduk, menatap kosong ke arah gorden yang belum terbuka.
Ia mengambil segelas berisi air putih di meja samping kasurnya. Kini pikiran nya benar benar berisi tentang adik adiknya, 'mereka sekolah ga yaa?'
"astaga iyaa blom ngurus kasusnya jinan" ucapnya. Shani mencari handphonenya, ia mengetik dengan cepat.
***
Bodyguard Aran Family
misi
+62
knp non?
klian udh tau kan kasus adik
saya tersebar dengan cepat?
+62
tenang non tdi pihak kampus
sudah nelpon dan sdah kmi
jelaskan
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Angels
General FictionCerita ini menceritakan dua gadis yang super posesif terhadap adiknya. Mereka merupakan anak dari keluarga yang sangat kaya raya yang berarti orang tua mereka sangat sibuk sehingga itu menjadikan mereka harus hidup mandiri berlima. INI HANYA FIKSIII...
