Jinan duduk di kursi depan kelasnya, ia bersandar dengan kedua tangan menutup wajahnya.
Ceklek~
"nan" panggil Jessi yang baru keluar.
Jinan mengusap kasar wajahnya "kenapa si jess? kenapa dia harus ngomong itu?" tanya Jinan.
"gw aja kaget nan dia ngomong begitu"
"waktunya salah banget jess"
"I understand tapi bukannya ini yang lo mau dari dulu kan?" tanya Jessi.
"tapi jess kenapa telat banget"
"yaa mungkin dulu ada sesuatu yang buat dia ga bisa ngungkapin perasaannya"
Jinan menyukai Chiko sejak lama dan pertemanan mereka dulu memang cukup dekat namun Jinan tidak tau jika Chiko menyimpan perasaan yang sama padanya.
"ayoo masuk keburu dosennya liat kita" ajak Jessi.
"bakal canggung jess"
"yaudahlah ayoo ah"
Jinan mengangguk ia terpaksa masuk demi mata kuliahnya.
*****
Shani sehabis mengantar Jinan langsung menuju kantornya. Seperti biasa ia di sambut hangat oleh karyawan karyawannya.
Sesampainya di ruang kerja miliknya ia terkejut melihat Aran duduk di kursinya "lohhh?"
"kamuu balik aja temani mama keliling" suruh Aran.
"tapi kan hari ini ada meeting pah emang papa tau pembahasannya udah sampe mana?"
"nyepelein kamu, udah sekarang pulang aja temenin mama biar papa yang gantiin kamu sementara"
"Shani aja mending papa istirahat kan baru balik masa langsung kerja"
"pulangg nakk"
"iyaa iyaa" Shani berbalik keluar dari ruangan itu. Ia bertemu dengan Gracio yang baru datang.
"mau kemana?" tanya Gracio.
"pulang"
"lah kok pulang? meeting nya gimana?"
"ada papa"
"jadi aku hari ini sama papa kamu?"
"iyaa, ralat bukan hari ini aja tapi selama dia di Indonesia" jelas Shani.
"what the hell" syok Gracio.
"bai" pamit Shani.
Gracio hanya menatap kepergian Shani dengan raut tak menyangka 'apalah dunia ini' batinnya.
Setelah itu ia masuk ke dalam ruangan Shani, "pagi pak" sapa Gracio.
"pagii Gracio, tugas kamu hari ini jelasin pembahasan meeting yang sudah kalian lakukan sejauh ini" kata Aran.
"baik" Gracio duduk di kursi depan Aran dan mulai menjelaskan.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Angels
Ficțiune generalăCerita ini menceritakan dua gadis yang super posesif terhadap adiknya. Mereka merupakan anak dari keluarga yang sangat kaya raya yang berarti orang tua mereka sangat sibuk sehingga itu menjadikan mereka harus hidup mandiri berlima. INI HANYA FIKSIII...
