Di sebuah restoran megah, Shani, Gracio dan Jinan menyantap makanan mereka masing masing.
Gracio makan sembari melirik kedua gadis di depannya, ia. memperhatikan kedua gadis itu dengan sangat rinci.
"kok klian ga mirip yaa? jgn bilang bukan adik kakak" ilusi Gracio.
Uhkkkk~
"apa yaa maksud anda ini? emng adik kakak harus bener bener mirip?" oceh Shani.
"engga juga sih tp setidaknya mirip"
"anjrr ad kok miripnya dikit mata mu minus sih jdi ga liat, pake kacamata dulu"
"ga sadar diri"
Jinan hanya mendengarkan perdebatan itu sembari makan dan matanya melihat ke setiap sisi ruangan.
"habisin yaa Jinan" kata Gracio.
"eh, iyaa kak" balas Jinan.
"iyaa abisin nan kasihan kan dia dah ngepet biar bisa traktir terus ga kamu habisin" kompor Shani.
Gracio yang mendengar itu langsung menodong garpu ke arah Shani.
"apa? berani?" tanya Shani dengan wajah menantangnya.
Gracio sontak menurunkan garpunya dan lanjut makan.
"hahah ga berani"
"nyenyenye"
Mereka hening kembali menikmati makanan mereka dengan tenang.
Jinan yang sedari tadi diam mendengar kini memperhatikan Gracio secara intens 'kayaknya kak Gracio suka deh sm ci Shani' batinnya.
Mata Jinan seketika berpaling ketika ada sekumpulan remaja masuk ke dalam restoran.
"Zee?" ungkap Jinan.
Mendengar itu Shani langsung melihat Jinan dan melirik ke arah mana mata Jinan melihat. Gracio juga ikut melirik arah mata Jinan.
"lohh dia udh pulang?" tanya Gracio.
"gatau, itu juga ngapain dia sama temen temenmu dek?" tanya Shani kepada Jinan.
Jinan hanya membalasnya dengan gelengan. Mereka melihat Zee dan teman teman Jinan duduk di tempat yang tak jauh dari mereka.
"bntr aku mau kesana" ucap Shani yang ingin menghampiri Zee. Ia bangkit namun "ciii" Jinan menahannya.
"why?"
"ak malu sama temen temen aku"
"knpa harus malu?" tanya Shani.
"masalah kemarin"
"tp cici harus tau kenapa dia malah keluyuran"
"duduk dulu shann" titah Gracio.
"lewat chat aja ci"
"aih males banget nanti dia lama bacanya"
"yaudah aku aj yang chat" kata Jinan, ia langsung cepat mengambil hp nya.
"cicii ternyata kelasnya di batalin ci di ganti zoom malam" ucap Jinan.
"tau dari mana kamu?"
"ini" Jinan menunjukkan layar ponselnya "ak ga denger notif dia ngechat aku"
***
Azizoyykuhh
kak
kak Jinan
aku main sm temen temenmu
kelas ku di batalin kak di ganti
malam jadi harusnya pulang
tapi temen temen kakak ngajak
main
bilangin ci shan yak
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Angels
Fiction généraleCerita ini menceritakan dua gadis yang super posesif terhadap adiknya. Mereka merupakan anak dari keluarga yang sangat kaya raya yang berarti orang tua mereka sangat sibuk sehingga itu menjadikan mereka harus hidup mandiri berlima. INI HANYA FIKSIII...
