2.

55K 5.6K 194
                                        

Double up...













Fabio terdiam.. Dia mengingat kehidupan masa lalu nya. Biasanya saat ini adalah saatnya ia bekerja. Senja mulai menampakkan sinarnya dengan malu-malu.

Fabio suka senja, meski menunggu lama untuk datang, dan begitu cepat untuk pergi.. Tetapi senja akan datang kembali.

Tidak seperti orang tuanya.. Mereka pergi dan tak akan pernah kembali.

Fabio dulunya anak yang manja. Ia anak yang begitu di sayang oleh kedua orang tuanya. Meski dia lahir di keluarga yang sederhana, Fabio bahagia.

Tetapi semenjak kehilangan mereka, Fabio kehilangan bahagianya. Fabio kehilangan separuh jiwanya. Fabio kehilangan masa depannya.

Dulu Fabio merupakan anak yang ceria, tetapi karena kejadian itu.. Anak itu menjadi anak yang pendiam, jarang berbicara.

Hidup Fabio monoton. Pagi bersekolah, pulang sekolah bekerja sampai malam, tidur lalu sekolah kembali.

Tidak ada yang spesial di hidupnya.

Lalu waktu itu,ketika dirinya hendak pulang kerja, ada segerombolan preman yang memalak dirinya. Karena ia tak punya uang selain itu, Fabio mempertahan uang tersebut.

Hingga preman itu menusuk perut dan dadanya. Mereka meninggalkan Fabio yang mengenaskan seorang diri.

Mereka hanya tertawa karena telah berhasil merampas, tidak memperdulikan Fabion yang sedang sekarat.

Maka dari itu, Fabio merasa.. Bahwa saat ini ia sedang berhalusinasi. Dia berfikir jika, semua kejadian ini merupakan mimpi belaka.

Tetapi dia harus tertampar fakta ketika pemilik tubuh mengatakan jika ini adalah kenyataan.

Dia menjadi putra ketiga keluarga Lucifer. Putra yang selalu mendambakan kasih sayang, putra yang tidak di hiraukan kehadirannya, dan putra yang terbuang.

Sergio Sky Lucifer.

Menjadi bagian dari Lucifer, dia sangat tak terlihat. Itulah mengapa alasan nama Sergio tak pernah terpampang.

Hanya ada Evelyn.. Putri yang begitu di manja dan di sayang. Si berikan segala hal, dan di turuti segala permintaannya.

Sergio selalu iri dengan Eve yang mendapatkan apapun tanpa berjuang. Titik puncaknya.. Sergio mengalami overdosis obat karena mengkonsumsi begitu banyak obat yang di konsumsi.

Obat penenang serta obat tidur.

Sergio sedih.. Karena keluarganya melupakan ulang tahunnya dan lebih memilih mendampingi Eve pergi makan  malam.

Jadi itu alasan.. Mengapa kamar Sergio terdapat banyak obat.

Fabio merasa, dirinya harus bersyukur. At least.. Dia tidak se menyedihkan Sergio.

Dia tidak harus mengemis. Dia tidak terabaikan. Dia hanya.. kehilangan.

Fabio terkekeh miris.. Miris dgn kehidupannya, tidak yang sekarang, maupun sebelumnya.

***

Fabio terbangun ketika mendengar suara riuh di 'kamarnya' dia bangun dan langsung duduk bersandar. Memandang seorang gadis yang tengah merengek pada pria yang merupakan 'Ayah' dari pemilik tubuh ini.

Gadis itu, Eve.. Mendekati tempat tidur ketika melihat 'Sergio' bangun.

"Heh.. Abang berhentilah berpura-pura sakit. Kamu membuat abang Darius mengacuhkan aku!" kesal gadis itu sembari mengembungkan pipinya.

Dia bersedekap dada menatap Fabio penuh permusuhan. " Tidak akan ada yang peduli sama abang. Berhenti berharap, kau membuatku muak!"

Fabio hanya menatap tanpa berniat menjawab.

Eve yang merasa di acuhkan pun semakin di buat kesal, "Abang dengar ga sih!" bentaknya.

"Ya."

Hanya itu yang bisa Fabio jawab.

"Ck.. Dasar!" Eve yang merasa jika dirinya di acuhkan pun berbalik dan berlari memeluk Archer.

"Papa hiks.. Abang ngacuhin aku!" adunya. Dia menduselkan wajahnya di dada bidang sang papa.

Archer tak menjawab, dirinya hanya mengelus punggung sang putri dengan tatapan yang lurus menatap putra ketiganya.

Fabio juga membalas tatapan itu. Tatapan yang tak pernah dirinya dapat dari ayah nya.

Tatapan itu berhenti ketika Archer memutuskannya. Dia beralih ke arah Eve yang terus merengek di dekapannya.

Fikiran nya tak menentu.. Anak yang selalu menunduk ketika melihatnya, kini membalas tatapannya dengan tatapan polos dan bingung.

"Papa! Papa dengar Eve Tidak!"

Archer tersentak, "Iya."

"Papa harus menghukum abang Gio. Dia mengacuhkan Eve papa!" rengek Eve. Dia terisak pelan.

Archer tersenyum memandang putrinya. "Iya nanti papa hukum."

"Yay! Sayang papa!" pekik Eve senang. Dia menoleh kearah Fabio dan memeletinya.

Disisi Archer.. Dia merasa ada yang kurang. Dia merasa ada yang aneh dengan putranya.

Entah mengapa Archer ingin, Putranya 'Sergio' seperti dulu. Bukan seperti sekarang yang seolah acuh dengan tatapan yang polos.














Tbc.



Fabio To Sergio [ Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang