Pagi... Eh msih jam 2 pagi deng..
Dini hari ga di?
"Bang, bisa ga sih. Abang ngalah sama Eve?"
Fabio menaikkan alisnya akan penuturan gadis di depannya ini. Niat hati ingin pergi kebawah karena haus, dirinya di hadang oleh makhluk yang menurutnya cengeng.
Sepertinya gadis bernama Eve ini sudah berniat berbicara dengannya, pasalnya ini sudah tengah malam.
Mengapa dia bisa keluar? Karena dia ingin keluar. Tidak ada yang bisa menghentikan langkahnya ketika dia menginginkan sesuatu.
"Gara gara abang, bang Matteo sama bang Darius bersikap seperti itu sama Eve. Ini semua karena drama abang." Eve bersedekap dada memandang Fabio.
Gadis itu menunjuk tepat di depan wajahnya, "Abang cukup bertingkah seperti biasa saja, jangan berubah. Abang ngebuat mereka juga berubah. Abang itu dampak buruk disini,"cecarnya.
Fabio mendengarkan dengan baik tanpa ada niat untuk menjawab. Mulutnya terasa kelu untuk membalas ucapan gadis yang saat ini menatap dirinya tajam.
"Abang ga tuli kan!? Jawab kalo Eve bicara. Dari kemarin Eve liat abang ga jawab ucapan Eve!" seru Eve, sungguh kesal bukan main. Karena sedari kemarin ucapannya di abaikan..
Fabio tetap diam. Menndengarkan alunan suara Eve yang memekakkan telinganya. Padahal ini sudah malam, tetapi sepertinya energi gadis tersebut masih lah banyak.
"Abang punya sopan santun!?" hinanya.
Eve yang kelewat kesal pun berbalik, tak sengaja dirinya kesandung kaki sendiri yang membuat ia jatuh.
"EVE!"
Matteo berlari mendekati Eve melihat jika adiknya itu terjatuh. Dia membantu adiknya berdiri. Dia gang mendnegar keributan pada akhirnya keluar dari kamarnya dan mendapati adik bungsunya sudah terduduk di lantai dingin.
Eve meringis kala merasakan sakit di tumit kakinya. "Hikss abang. Sakit," ujar nya merengek. Dia tersenyum puas dalam hati karena kedatangan Matteo benar benar di waktu yang tepat.
Matteo menggendong Eve ala koala. Dia mengecup wajah sang adik berharap agar adik nya tenang. "Bagaimana bisa sampai jatuh?"
Eve menunjuk Fabio, "Hiks tadi Eve ingin berbicara dengan bang Gio. Tapi abang tidak mau dan mengusir Eve. Dia mendorong Eve abang."
Fabio terkejut, mendorong? Bukankah gadis yang tengah di gendong itu jatuh sendiri?
"Bukannya kamu jatuh karena tersandung?" ujar Fabio seadanya.
"Hikss abang mengelak!" sentak Eve.. Dia menangis kembali.
Matteo yang mendengar itu segera mendekati Fabio dan menampar anak itu.
Plak
"Kembali ke kamarmu, dan renungi kesalahanmu! Hukuman mu di tambah! Jangan keluar dari kamar dan kau tidak akan mendapatkan makan sampai esok!"
Setelah mengatakan hal itu, Matteo pergi.
Sementara Fabio sudah di seret oleh Bodyguard suruhan Matteo. Fabio linglung.. Dirinya baru saja ditampar?
Hey dirinya haus.. Ingin minum. Tetapi bukannya air, dia mendapatkan tamparan?
.
.
Pagi datang.. Semua berkumpul di meja makan.
Darius menatap tajam Matteo dan Eve. "Matteo, tadi sebelum abang kesini, abang lihat jika kamu menampar Sergio?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fabio To Sergio [ Terbit ]
FanfictionFabio adalah pemuda yatim piatu. Orang tuanya meninggal karena perampokan yang terjadi saat dirinya berusia 10 tahun. hidup sendirian, Fabio menjadi pribadi tak banyak bicara. dia juga sekolah sembari bekerja untuk membiayai kehidupannya. Entah bag...
![Fabio To Sergio [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/335906180-64-k775680.jpg)