O9. Non Makhram

270 70 165
                                        

"Anjir si Pani itu? Sama cowok? Langka banget woy!"

Terlihat ada seorang gadis yang sedang mengintip di balik tembok. Gadis itu mengintip 3 manusia yang sedang berbincang ria di dalam sebuah Mart.

Keyla Marqueen.

Ternyata dia membuntuti sahabatnya sampai ke Distrik Gwanak ini.

"Apa aku samperin dia?" Tanya Keyla pada dirinya sendiri.

"Tapi... jangan deh kayaknya"

Mata Keyla membulat ketika matanya menangkap seorang pria yang duduk di sebelah Pani.

"Hah? Mark kan? Itu mark kan? Apa mata aku katarak kali ya? Kok baru nyadar sih" heboh Keyla yang semakin mendekatkan dirinya ke depan Mart itu.

"Aku samperin aja kali ya? Lumaya juga lihat wajah Mark secara gratis."

"Tapi mimpi gak sih?"

"Yakali aku bisa ketemu sama Mark?"

"Apa aku sedang mimpi lagi ya?"

"Udah berapa kali aku mimpiin dia?"

"Ya allah hamba mu ini merasa bersalah karena mengagumi suaminya sahabatku" ujar Keyla sembari menengadahkan kedua tangannya ke atas udara.

"Dahlah aku balik aja" gumam nya.

"Tapi aku mau liat Tae-ik!" Rengeknya entah kepada siapa.

"Mana ongkos juga habis..." cicit Keyla melihat isi dompetnya yang sudah kosong. Hanya seekor anak kecoa saja yang keluar dari dompetnya itu. Langsung saja membuat Keyla melemparkan benda di tangannya itu.

"Anj*ng?!" Kaget Keyla keras merasa jijik.

Di seberang sana, Pani terhenyak kala kata-kata mutiara yang berasal dari negara nya itu terdengar jelas oleh indra pendengaran nya.

"Lho sampe juga ya ke sini tuh hewan" monolog Pani melihat keluar jendela Mart.

🇬🇧"Kamu mengatakan apa Pani?" Tanya Mark yang juga ikut melihat arah mata gadis itu.

Pani menoleh dan tersenyum kikuk, 🇬🇧"Ah itu... Aku hanya berdoa saja"

🇬🇧"Berdoa apa, Noona?" Tanya Tae-ik yang penasaran juga dengan apa yang di gumamkan oleh gadis Indonesia itu.

"Tuhkan mau jawab apa kalau begini"

Pani berdehem kecil, 🇬🇧"Berdoa untuk menjadi jodoh Mark Lee" ceplos Pani.

Mark dan Tae-ik tertawa keras begitu mendengar jawaban Pani. Pani mengerutkan dahinya bingung. Apa yang lucu?

Deg.

Pani memejamkan kedua matanya erat kala menyadari apa yang barusan dirinya katakan. Memalukan! Kenapa mulutnya tidak bisa di ajak kompromi? Selalu saja mulutnya itu berkata apa yang terbesit di dalam hatinya.

Terlalu jujur.

Tae-ik menghentikan tawanya, sementara Mark masih tertawa renyah. Tahu lah bagaimana sifat seorang Mark Lee. Istri-istrinya Mark pasti tahu dong?

🇬🇧"Noona ada ada saja. Bercanda nya gak lucu" ujar Tae-ik yang masih berusaha untuk tidak tertawa, lagi.

Apa katanya? Tidak lucu? Terus kenapa dia tertawa? Anak aneh.

Maklum masih labil.

🇬🇧"Aku tidak sedang bercanda" balas Pani.

"Tuhkan! Mulut nya gak bisa di ajak kompromi!" Rutuk Pani memukul kepalanya pelan.

Canada and IndonesiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang