Mark Lee adalah seorang idol K-pop yang tergabung di unit NCT dan SuperM yang di naungi oleh SM Entertainment. Dirinya merupakan rapper Canada yang kini sukses di Korea Selatan. Selain memiliki paras yang tampan, Mark juga memiliki berbagai macam ta...
Jarak dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Incheon menempuh 4990 km. Dengan rata-rata waktu penerbangan 7 jam 10 menit.
Kini pesawat yang ditumpangi oleh tiga sahabat itu sudah mendarat dengan sempurna di Bandara Incheon. Mereka bernafas lega, bersyukur kepada Allah yang Maha Kuasa atas dilancarkannya mereka sepanjang penerbangan.
Semua penumpang turun dari pesawat secara tertib dan teratur tanpa saling mendorong satu sama lain.
"Hana, Keyla," panggil Pani menggoyang-goyangkan lengan kiri Hana.
"Apa?" Tanya Hana dan Keyla secara bersamaan.
"Aku mau pipis," ujar Pani.
"Yaudah sana pipis dulu di toilet," kata Keyla.
Pani memutar bola matanya malas, "Gak peka banget sih! Anterin dong aku kan gak tahu ada dimana toilet nya," ujar Pani kesal.
Dengan terpaksa mereka berdua pun mengantar Pani sampai depan pintu toilet wanita.
"Tunggu di sini ya," pinta Pani sebelum masuk ke dalam ruangan toilet wanita.
Hana mendecak sebal, "Iya cepat," katanya dengan ketus.
Begitu Pani masuk ke dalam, Hana dan Keyla saling menatap secara bersamaan. Tiba-tiba mereka tersenyum penuh arti lalu berlari meninggalkan tempat itu menuju parkiran yang ada di luar.
Hana mengangguk, "Gak lah, kan dia pintar dan cerdas jadi dia tahu harus bagaimana," jawab Hana tersenyum bangga karena perkataannya itu memuji sahabatnya yang sangat pintar dan cerdas.
Keyla mengangguk setuju dengan ucapan Hana, "Yaudah sekarang pesan dulu taxi sebelum Pani ke sini."
Di sisi lain, tepatnya di toilet wanita, Pani baru saja keluar dari toilet itu. Matanya menyapu ke sekeliling, mencari dua anak curut yang tadi menunggunya didepan pintu toilet.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mereka kemana?" Gumam Pani.
"Lah? Koper Aku juga kok gak ada? Apa dibawa sama mereka ya?" Tanyanya didalam hati.
Pani mengerucutkan bibirnya ke bawah, sekarang rasanya dirinya ingin menangis dengan keras saja disini. Dirinya ditinggalkan begitu saja sendirian disini! Apa mereka tak memikirkan nasib sahabat pintarnya ini? Bagaimana jika dirinya diculik atau menjadi gelandangan.
Pani membuang nafas kasar dan mengusap air matanya yang sedikit keluar. Memalukan jika dirinya menangis begitu saja di tempat umum. Apalagi di negara orang. Bukannya membanggakan Indonesia malah malu-maluin negara sendiri.