Mark Lee adalah seorang idol K-pop yang tergabung di unit NCT dan SuperM yang di naungi oleh SM Entertainment. Dirinya merupakan rapper Canada yang kini sukses di Korea Selatan. Selain memiliki paras yang tampan, Mark juga memiliki berbagai macam ta...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam pertama di negara ginseng ini, ketiga gadis itu menelusuri jalanan trotoar yang amat sepi. Patut saja sepi, karena waktu menunjukkan pukul 01.00 KST. Hanya terdapat satu atau dua mobil yang lewat di jalanan raya. Namun, ketiga gadis itu tidak merasa takut, sekarang mereka hanya merasakan rasa lelah.
"Hanaaaaa.... Masih lama gak sih?" Rengek Pani yang sedang menyeret kopernya dengan berat hati.
"Lama," jawab Hana singkat dengan wajah datarnya.
Pani membuang nafas lelah, "Jauh banget," gumamnya.
Keyla hanya tersenyum samar mendengar ocehan Pani terhadap Hana dari awal turun taxi tadi. Terlihat lucu jika Pani merengek seperti itu. Padahal usia Pani-lah yang lebih tua dari mereka berdua.
"Naik gojeklah Hana... Capek aku," ujar Pani memonyongkan bibirnya ke depan.
"Di sini gak ada gojek," sahut Keyla.
Pani merenggut kesal, "Masa sih? Dasar negara gak maju-maju! Baru tau aku kalau Korsel gak ada gojek nya!" Teriak Pani tertahan sambil mengangkat tangannya ke atas udara.
"Udahlah, bentar lagi sampe kok," ujar Hana dengan senyum tipisnya yang ia berikan kepada dua sahabatnya itu.
Pani dan Keyla mengangguk lemah, mereka sudah berjalan sekitar 10 kilometer. Apartment mereka berjarak 11 kilometer dari pemberhentian taxi tadi. Patut saja mereka merasa kelelahan.
Kini ke enam kaki itu terpijak di atas basement yang tersedia di Apartment. Pani dan Keyla berdecak kagum kala melihat beberapa mobil yang terparkir disana. Sementara Hana hanya menatap datar ke sekelilingnya, mobil itu bukan seberapa baginya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah lihat-lihat nya? Ayo kita masuk ke dalam," kata Hana memecahkan lamunan kedua gadis itu yang kini sedang menatap ke arahnya dengan tatapan tak suka.
Hana berjalan mendahului kedua anak curut itu yang masih menatap punggungnya yang perlahan menjauh.
"Tunggu Hana!"
Pani dan Keyla pun sedikit berlari untuk menyeimbangi langkah Hana yang sangat lebar itu.
"Bisa gak sih kalau jalan pelan-pelan aja?" Tanya Keyla dengan langkah terburu-buru menyeimbangi langkah Hana.