O7. Testing

249 61 62
                                        

Pagi hari yang cerah di hari Sabtu, Pani dan kedua sahabatnya kini sudah berdiri tepat di depan gedung fakultas Seoul National University. Hari ini adalah hari Hana untuk mengikuti tes masuk daftar ke kampus tersebut.

Hana meraup udara secukupnya untuk merilekskan pikiran nya. Tubuhnya berbalik ke arah kedua sahabatnya yang sedang menatap ke arahnya.

"Gue masuk dulu ya. Kalian boleh jalan-jalan tapi hanya di sekitar sini aja. Terutama lo Pani, jangan kabur" Hana menatap Pani tajam kala kalimat terakhir di ucapkan oleh diri nya.

Pani meneguk salivanya kasar lalu mengangguk paham atas perkataan Hana, "Iya, In syaa allah" ujar Pani.

Hana pergi masuk ke dalam gedung fakultas itu setelah mendapatkan ucapan semangat dari kedua sahabatnya itu. Kini Pani dan Keyla saling menatap satu sama lain kala bayangan Hana sudah tidak terlihat lagi di pandangan mereka.

"Pani" panggil Keyla yang masih menatap Pani.

Pani mengangkat kedua alisnya, "Hm?"

Keyla mengalihkan pandangannya untuk melihat ke sekeliling yang sangat banyak para manusia turun dari mobil mereka. Lalu Keyla kembali menatap Pani.

"Itu jajanan kamu yang kemarin belum dimakan?" Tanya Keyla menautkan kedua alisnya.

Pani yang mendengar pertanyaan Keyla pun memasang wajah kebingungan, "Hah? Jajanan yang mana ya?" tanya Pani balik alih-alih untuk menjawab pertanyaan Keyla.

Keyla menghembuskan nafas lelah, "Itu yang kemarin beli di mart itu" jawab Keyla lalu menunjuk ke arah mart yang berada di seberang jalan.

"Oh itu..." Pani mengangguk-anggukkan kepalanya begitu kejadian kemarin kembali berputar di kepalanya.

"Eh iya lupa! Aku belum makan jajanannya! Sekarang jajanan nya dimana!? Mana itu jajanan harganya mahal banget!" Panik Pani yang langsung saja semua mata menatap ke arahnya dengan tatapan aneh.

♧"Anak kecil itu berbicara apa sih?"

♧"Namanya juga anak kecil pasti bicaranya belum lancar"

Keyla yang mendengar bisikan kedua manusia yang tak jauh dari mereka berada pun hanya berdecak kesal karena dirinya tahu apa yang mereka bicarakan.

"Pani diam" pinta Keyla lalu meninggalkan Pani dari parkiran.

Pani yang melihat Keyla tiba-tiba meninggalkannya begitu saja pun langsung berlari mengikuti jejak langkah Keyla.

"Key!" teriak Pani begitu berada di belakang Keyla.

Keyla otomatis menghentikan langkahnya begitu namanya di panggil oleh mulut Pani, "Apa?" tanya Keyla ketus tanpa membalikkan badannya apalagi menatap Pani.

"Mau kemana sih?" Tanya Pani begitu berada di samping Keyla.

"Jajan yuk" ajak Keyla tiba-tiba dengan nada lebih lembut daripada nada yang tadi. Ketus.

Pani yang mendengar kata 'jajan' pun langsung saja berbinar lalu mengepalkan kedua tangannya dan mengangkat nya ke atas udara.

"Ayo!"

Kedua gadis itu pun melangkahlah kakinya dan menyebrangi jalan raya dengan menggunakan JPO yang tersedia di sana. Setelah itu kedua kaki mereka berdiri di depan mart yang kemarin sempat Pani kunjungi.

Keyla menoleh ke arah Pani dan bertanya, "Jajanan nya enak gak Pan?"

Pani menggeleng pelan lalu membalas tatapan Keyla, "Gak tau. Yang kemarin aja belum di makan" jawab Pani.

Keyla memutar bola matanya kesal lalu menarik salah satu pergelangan tangan Pani untuk masuk ke dalam mart itu.

"Annyeong-- Eh? Pani!"

Canada and IndonesiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang