11. May I Ask?

183 56 50
                                        

2 bulan kemudian...

Tak terasa waktu berlalu. Ketiga gadis bersahabat itu sudah 2 bulan berada di negara Ginseng ini. Sudah sewajarnya di usia mereka yang beranjak dewasa memiliki kesibukan masing-masing.

Namun Pani dan Keyla hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Dimana mereka tak bekerja atau pun memikirkan skripsi kuliah seperti yang di lakukan Hana setiap harinya.

Hana Louseanne, gadis keturunan konglomerat tersebut jarang sekali berinteraksi dengan kedua sahabatnya sejak dirinya menjalani hidupnya di kehidupan anak kuliah.

Walau mereka satu atap, namun tetap saja mereka tidak bisa menghabiskan waktu bersama. Hal itu lah yang membuat hubungan mereka menjadi asing secara perlahan.

Kalau saling bertatapan pun, mereka hanya saling bertukar senyuman dan saling menanyakan kabar, seperti 'Kamu udah makan?', 'Bagaimana kondisi kamu sekarang?' atau yang lainnya. Singkat sekali interaksi mereka sekarang ini.

Seperti sekarang ini.

Pagi hari sekali Hana sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya. Hana mengambil satu lembar roti di atas meja lalu berlari keluar dari dalam Apartment menuju mansion yang berada di bawah.

Keyla yang melihat itu hanya menatap nya tanpa mengeluarkan satu patah kata pun. Itu sudah menjadi kebiasaan Hana dari 2 bulan yang lalu.

Netra mata Keyla beralih ke arah tangga kala ujung matanya melihat seseorang yang sedang berjalan di sana.

Pani Selpia.

Gadis itu baru saja bangun dari tidur singkatnya.

"Pagi" sapa Pani yang terdengar lirih.

"Hm. Pagi" sahut Keyla lalu mendudukkan bokongnya di atas kursi untuk segera sarapan.

Pani menghampiri Keyla begitu dirinya sudah menginjak lantai bawah.

"Sarapan roti lagi?" Tanya Pani menatap Keyla yang sedang memakan roti nya.

Keyla hanya mengangguk untuk merespon Pani.

Pani menghela nafas kecil lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur. Dirinya berniat untuk segera mandi besar, karena kemarin malam darah haid nya sudah tidak keluar lagi.

Keyla yang melihat Pani masuk ke dalam kamar mandi pun hanya termenung menatap lamat pintu kamar mandi itu.

"Aku merasa kita jadi asing gini ya?"

"Kita seatap, namun kita sibuk sama kesibukan masing-masing"

"Apa kalian gak rindu sama masa masa seperti dulu?"

"Udah lama kita gak saling bertukar cerita"

"Aku kangen kalian..."

***

"Pani" panggil Keyla setelah Pani sudah keluar dari kamar mandi sejak 30 menit yang lalu.

Pani menoleh lalu mengangkat kedua alisnya, "Ada apa Key?" Tanya nya.

Keyla meraup udara kasar, "Kalau udah di baju, segera temuin Aku ya. Aku di ruang tengah" kata Keyla terdengar seperti perintah.

Pani mengangguk samar lalu berlari menuju lantai atas dengan menggunakan lift.

Prang!

Keyla tersentak kaget lalu segera berlari menuju ruang tengah. Karena suara pecahan kaca itu berasal dari ruang tengah.

🇰🇷"Ada apa ini Ahjumma?" Tanya Keyla kala melihat Ahjumma yang sedang memunguti serpihan kaca yang berserakan di lantai.

Ahjumma mendongakkan kepalanya, 🇰🇷"Ma-af Key, saya menjatuhkan gelas kaca milik Tuan Louse" jelas Ahjumma sedikit bergemetaran.

Canada and IndonesiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang