Subuh hari ini Pani sudah terbangun dari tidurnya akibat dering ponselnya yang terus saja mengganggu indra pendengarannya. Terhitung sudah 5 kali ponselnya itu berdering padahal dirinya tidak menyalakan alarm pada jam 3 dini hari.
"Siapa sih?" Racau Pani melihat layar ponselnya yang menyala terang bagaikan cahaya illahi.
Pani langsung menekan tombol hijau, entah siapa yang menelepon dirinya di jam segini.
🇬🇧"Noona! Bangun! Bangun!"
"Kau..." geram Pani kesal lalu segera saja mematikan teleponnya secara sepihak.
"Dasar Tae-ik! Anak bandel itu! Ish!" Gerutu Pani langsung turun dari atas ranjangnya lalu keluar dari kamar untuk menuju kamar mandi.
5 menit kemudian Pani sudah keluar dari kamar mandinya lalu kembali naik ke lantai atas menuju kamarnya untuk melanjutkan acara tidurnya yang sempat terganggu.
"Awas aja kalau sampe anak itu telepon lagi!" Gumam Pani begitu sudah masuk ke dalam kamarnya.
Pani menghampiri nakas yang ada disamping ranjangnya untuk mengambil ponselnya lalu mengatur alarm untuk membangunkannya pada pukul 4 pagi. Setelahnya dirinya pun kembali naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya untuk kembali ke alam mimpi.
***
Tepat pukul 4.00 dini hari KST.
Yeah! Baetneun sungan heartbeat boom boom boom!
Cool kid daun kick------
Tak!
Pani segera mematikan suara dering yang berasal dari ponselnya dengan cara kasar. Untung saja ponsel Samsungnya itu sudah kebal untuk menghadapi segala cobaan yang diberikan Pani.
"Eungh!"
Pani meregangkan tubuhnya kala memposisikan tubuhnya untuk duduk di tepi ranjang.
Pani mengerjapkan matanya pelan, lalu kini matanya tertuju ke arah ponselnya yang tergeletak di atas nakas.
"Tae-ik nelepon lagi gak ya?" Tanyanya kepada dirinya sendiri.
Pani bangkit dari duduknya, matanya menyapu melihat ke arah Keyla dan Hana yang masih tertidur pulas di atas ranjang masing-masing.
"Huh! Kali ini aku yang bangun pagi!" Sombong Pani bangga kepada dirinya sendiri.
Pani berjalan menghampiri lemari untuk mengambil handuk.
Lalu langkahnya kini berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.
"Mandi dulu ah, takut Tae-ik cium bau asem badan aku," monolog Pani lalu berlari kecil menuruni tangga menuju lantai bawah dan ke kemar mandi yang terletak di dapur.
Di sisi lain, Keyla terbangun dari tidurnya. Tanpa sepengetahuan Pani, Keyla sudah bangun lebih awal daripada anak itu.
"Sombong amat sih, padahal aku yang bangun duluan!" Cetus Keyla sebal.
"Tapi gapapalah yang penting Pani bahagia," ujar Keyla namun dengan nada di buat-buat.
"Tapi Pani mau kemana? Tumben mandi jam 4 subuh. Biasanya nanti siang," gumam Keyla memikirkan ucapan Pani tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Canada and Indonesia
FanfictionMark Lee adalah seorang idol K-pop yang tergabung di unit NCT dan SuperM yang di naungi oleh SM Entertainment. Dirinya merupakan rapper Canada yang kini sukses di Korea Selatan. Selain memiliki paras yang tampan, Mark juga memiliki berbagai macam ta...
