1O. Be Accepted

185 60 107
                                        

Terik matahari yang sangat panas membuat Pani melenguh panjang akibat gerah. Dirinya sedikit menyesal karena ingin mengikuti Hana ke fakultas nya. Ya walau tujuannya bukan ingin menemani Hana, dirinya hanya ingin berkunjung ke Mart milik keluarga Tae-ik.

Sudah hampir 2 jam Pani dan Keyla menunggu Hana untuk segera keluar dari gedung fakultas SNU itu. Namun tak kunjung juga Hana memperlihatkan batang hidungnya.

Lagi-lagi Pani melenguh panjang untuk ke sekian kalinya.

"Lama banget" keluh Keyla yang sama-sama merasa bosan berada di sana.

"Bosen" gumam Pani.

"Tae-ik kemana?" Tanya Keyla mendongakkan kepalanya ke sana kemari mencari sesosok laki-laki yang akhir-akhir ini membuat dirinya penasaran.

Pani menoleh sekilas, "Katanya sih mau ketemu temen nya dulu bentar" jawab Pani walau pertanyaan yang di keluarkan mulut Keyla bukan untuknya.

Keyla mengangguk lemas, "Iya... Temannya cowok apa cewek?" Tanya nya lagi.

"Cewek"

Keyla semakin lemas ketika mendengar jawaban Pani.

"Yah pacar nya ya?" Tanya Keyla sedikit kecewa.

Pani mengerutkan dahinya, "Lah kamu cemburu key?" Tanya Pani.

Keyla sontak mengangguk antusias.

"Iya! Kamu tau aja Pan soal perasaan aku hehe" kekeh Keyla menyunggingkan senyum nya.

Pani menggeleng tak percaya, "Astaghfirullah isighfar Key! Beda agama tau gak!?" Heboh Pani yang membuat Keyla kesal.

Keyla mendengus sebal.

"Lah salah ya? Cuma suka doang" ketus Keyla.

"Awas hayoloo nanti jadi cinta" goda Pani lalu tertawa pelan.

"Gak lah. Kasian nanti Jihoon cemburu" kata Keyla percaya diri.

"Tuhkan halu nya kumat lagi" batin Pani lalu beristighfar pelan.

"Kapan ya Tae-ik pulang" lirih Keyla pelan namun masih bisa terdengar oleh telinga Pani.

"Bentaran lagi deh kayaknya"

Benar saja, baru saja mereka menggibahkan Tae-ik. Laki-laki itu sudah masuk ke dalam ruangan Mart dengan senyuman manis nya yang selalu terpasang di sudut bibirnya.

Tae-ik langsung saja menghampiri kedua gadis yang mungkin sedari tadi sudah menunggunya lama.

🇬🇧"Maaf. Sepertinya Kakak menunggu ku sudah lama" ujar Tae-ik tak enak.

Pani menggeleng pelan, 🇬🇧"Tidak. Kami baru saja datang ke sini kok'' jawab Pani lembut.

Keyla melirik Pani sinis.

"Daritadi kita nungguin. Di sebut 'baru saja'? Padahal udah 2 jam" batin Keyla menatap Pani kesal lalu memalingkan wajahnya ke sembarang arah dengan muka yang ia tekuk.

Tae-ik duduk di kursi yang tersedia di samping Keyla.

Hal itu sontak membuat jantung Keyla berdegup kencang tak karuan.

🇬🇧"Darimana kamu tau kami datang ke sini?" Tanya Pani kepada Tae-ik.

🇬🇧"Di telepon sama Appa" jawab Tae-ik memperlihatkan layar ponselnya yang menampilkan sebuah panggilan masuk dari beberapa jam yang lalu.

Pani mengangguk, 🇬🇧"Kamu memakai aplikasi Line ? "

🇬🇧"Iya. Apakah Noona punya juga aplikasi ini?" Tanya Tae-ik balik.

Canada and IndonesiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang