💭Mark POV
Aku melangkahkan kaki ku keluar dari ruangan dorm. Ku lihat ke belakang, ternyata gadis itu tidak mengejar ku sama sekali. Apakah gadis itu tidak berniat sama sekali untuk membujukku?
Langkahku terhenti kala netra ku melihat ke empat sahabatku.
🇰🇷"Makkeu Hyung, kau mau kemana?" Tanya salah satu sahabatku yang memiliki badan kekar namun wajahnya imut. Ya, Lee Jeno.
🇰🇷"Aku ingin mencari makan" jawabku.
Jeno mengernyitkan dahinya, 🇰🇷"Bukankah biasanya kamu memesan secara online?'' Tanyanya lagi kepadaku yang membuatku gelagapan.
🇰🇷"Ah itu aku hanya ingin sambil keluar saja, mencari angin."
Jeno tersenyum sampai matanya tak terlihat, 🇰🇷"Baiklah. Hati-hati di jalan Hyung" ujarnya lalu berlalu meninggalkan ku berlawanan arah.
Chenle menatapku lalu tersenyum jahil, 🇰🇷"Gadis itu cantik ya Hyung" ujarnya, entah itu godaan atau dia yang sedikit terpesona dengan Pani.
Aku mendecak sebal tanpa ada niat untuk membalas perkataan Chenle.
Chenle yang melihatku hanya diam pun tertawa keras lalu meninggalkan kami. Huh dasar anak aneh.
🇰🇷"Aku titip minuman pororo ya Hyung" ucap Jisung kepada ku.
Aku mengangguk lalu menoleh ke arah Renjun, 🇰🇷"Kau mau juga?" Tanyaku menawarkan.
Renjun menatapku datar. Kenapa dengan dirinya? Apakah aku ada salah dengannya?
Renjung menggelengkan kepalanya lalu menarik tangan Jisung kasar.
🇰🇷"Jangan lupa ya Hyung!" Teriak Jisung yang tengah di tarik oleh Renjun menuju pintu dorm.
Aku pun terkekeh melihatnya, menggemaskan sekali.
Aku kembali melangkahkan kakiku.
Huft!
Padahal niatku untuk keluar bukanlah untuk mencari makanan. Aku hanya ingin mencari perhatian Pani saja. Namun gadis itu ternyata sama sekali tidak mengejarku.
***
🇰🇷"Ah apakah ini cukup?" Tanyaku kepada diriku sendiri.
Ku lihat semua cemilan yang ada di dalam kantong plastik putih yang baru saja ku pegang.
Hanya ada sekitar 50 cemilan yang aku beli di Mart SM. Itu pun beserta minuman nya.
Aku beranjak meninggalkan lingkungan Mart kembali menuju gedung utama SM Entertainment.
Tak lupa juga aku langsung memakai kan tudung hoodie hitamku. Hoodie bekas Pani.
Tak tak tak!
Suara sepatu heels membuat langkahku berhenti begitu saja. Kepalaku menoleh ke sana kemari untuk mencari sumber suara.
Tak!
Langsung saja ku membalikkan badanku tatkala aku merasa ada seseorang yang sengaja berhenti tepat di belakang ku.
🇰🇷"Kau lagi..." geramku menahan amarah.
Sementara orang yang ku tatap tajam malah menyunggingkan senyumnya.
🇰🇷"Hai! Masih ingat denganku?" Tanya gadis itu yang semakin membuatku ingin marah.
Aku berusaha tenang lalu menegakkan tubuh tegap ku, 🇰🇷"Ouh aku tidak ingat siapa kau. Kau bukan orang penting bagiku" jawabku sarkas.
Tanpa ingin berlama-lama di sini, aku kembali melangkahkan kakiku meninggalkan orang aneh itu.
🇰🇷"Jangan lupa nanti malam"
KAMU SEDANG MEMBACA
Canada and Indonesia
FanfictionMark Lee adalah seorang idol K-pop yang tergabung di unit NCT dan SuperM yang di naungi oleh SM Entertainment. Dirinya merupakan rapper Canada yang kini sukses di Korea Selatan. Selain memiliki paras yang tampan, Mark juga memiliki berbagai macam ta...
