O4. Meet Again

353 88 183
                                        

Part ini sangat pendek.
Mohon untuk bersabar dan tidak menunggu lama untuk membaca chapter selanjutnya.

Happy reading all...

🇨🇦 C and I 🇮🇩

Matahari di siang hari ini terlihat
menyemburkan seluruh cahayanya ke seluruh kota Seoul. Membuat Pani terus saja mengeluh di area parkiran calon kampus Hana. Sudah sekitar setengah jam ia berdiri di sana, tepatnya di dekat mobil putih yang tadi ia tumpangi.

Berselang tiga menit, Hana dan Keyla datang dengan senyuman mengembang di sudut bibir keduanya. Hal itu membuat Pani berdecak kesal karena mereka berdua bisa-bisa nya masih tertawa setelah membuat dirinya menderita.

"Kalian dari mana aja sih? Kalian tau gak? Aku udah nunggu kalian hampir satu jam" Pani menyembur kedua gadis itu dengan banyak pertanyaan. Yang membuat keduanya memutar bola matanya secara bersamaan.

"Siapa suruh buat gak ikut ke taman?" Tanya balik Hana lalu masuk ke dalam mobil untuk mengambil satu botol air mineral.

"Kamu ke mart beli apa aja Pan?" Tanya Keyla lalu menuntun Pani masuk ke dalam mobil. Kini ketiga gadis itu berada di dalam mobil dengan keadaan hening.

Pani berdehem keras lalu melirik Keyla sekilas, "Aku cuma beli jajanan" ujar Pani menjawab pertanyaan Keyla yang beberapa detik lalu.

"Nanya kapan, di jawabnya kapan. Kayak di php-in aja lu" ceplos Hana setelah meneguk air di dalam botol yang sudah ia habiskan dengan satu tegukan.

Keyla cuma mengangguk untuk merespon Pani.

"Pan, tadi ada BTS lho" ujar Keyla sumringah dengan pupil matanya yang tiba-tiba melebar saat ia mengingat kembali kejadian tadi di taman kampus.

Pani yang mendengar itu pun menatap Keyla antusias, "Wah? Yang bener? Bohong ya? Kok bisa sih? Aku juga Mau liat" tanya Pani dengan nada kecewa lalu membuang nafas kasar. Menyesal atas ego nya yang terlalu tinggi. Karena tadi dia masih marah dengan Hana.

Keyla mengangguk, "Iya beneran! Aku gak bohong. Iya kan Hana?" Tanya Keyla kepada Hana untuk membuat Pani percaya atas perkataannya.

Hana mengangguk pelan, "Iya, tapi gue sama Keyla gak sempet buat foto sama BTS" ujar Hana lalu kembali menatap ke arah depan. Melihat mobil-mobil yang berlalu lalang di jalan raya.

Pani lagi-lagi membuang nafas kasar. Andai waktu bisa di putar kembali.

"Aku ke toilet dulu ya" pamit Keyla lalu keluar dari dalam mobil putih itu. Pani yang melihat itu pun berniat akan mengikuti Keyla, namun Hana mencegatnya.

"Jangan, lo tungguin aja mobil gue. Gue juga mau ke toilet" larang Hana lalu buru-buru membuka pintu mobil dan keluar. Hana berlari kecil menuju arah selatan, dimana toilet kecil yang tersedia berada di arah selatan dari tempat parkiran.

Pani meneguk ludahnya kasar. Dirinya merasa takut saat melihat ke sekelilingnya, dimana di tempat itu sekarang sedang sepi. Masih siang, namun suasananya sangat mencekam di sana.

"Gapapa, mungkin perasaanku doang" gumam Pani meyakinkan dirinya sendiri.

Pani menyenderkan punggungnya di kursi mobil, lalu meraup udara dengan rakus. Entah kenapa perasaan nya menjadi tak enak semenjak Keyla dan Hana meninggalkan dirinya seorang diri.

Tok tok tok!

Terdengar ketukan pada jendela mobil. Ketukan itu seolah-olah menyiratkan bahwa ada sinyal bahaya dari gelombang suaranya.

Tok tok tok!

Lagi. Ketukan pada jendela mobil kembali terdengar dengan sangat keras oleh indra pendengaran Pani. Pani melihat lamat-lamat ke arah orang yang sedari tadi mengetuk jendela mobil yang sedang ia tumpangi.

Tok tok tok!

Lagi dan lagi. Kali ini ketukan itu sangat tergesa-gesa dan orang itu melihat sekelilingnya dengan raut wajah ketakutan.

"Help me!"

Pani tersentak kaget saat mendengar suara itu, suara yang sebelumnya ia pernah mendengar nya di suatu tempat.

"Help me!"

Segera saja Pani membuka pintu mobil tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Dirinya sampai tak sempat berpikir apa konsekuensinya jika dirinya menerima orang asing ke dalam mobil itu.

Pria bertubuh jangkung itu segera masuk ke dalam mobil dan menutup nya dengan sedikit membantingnya. Sontak saja hal itu membuat mata Pani melebar. Oh ayo lah! Kalau Hana mengetahuinya pasti dia akan memarahinya habis-habisan!

Pani melirik pria yang tadi berdiri di luar mobil kini terduduk berada tepat di samping nya. Pria itu memakai masker berwarna putih, memakai topi dan pakaian yang serba berwarna hitam. Sepertinya pria di samping nya ini adalah spesies cowok mamba.

Deg!

Jantung Pani berhenti berdetak begitu saja tatkala matanya dengan mata pria itu saling bertemu sama lain. Bagaikan deja vu, Pani seperti pernah bertemu dengan pria ini saat ada di bandara Incheon kemarin.

Namun ada yang salah dengan kedua manik mata pria itu. Mata pria itu mirip dengan idola yang di segani oleh Pani. Mark Lee.

"You?" Pria itu menunjuk Pani dengan telunjuk kanan nya.

☘︎"Kamu?"

Pani meneguk saliva nya gugup. Pria itu sepertinya mengenalinya, namun dirinya masih bimbang dengan pikirannya sendiri. Apa kah pria ini memang paman yang kemarin?

"You are the airport girl right?" Tanya pria itu kepada Pani dan mendekatkan wajahnya ke wajah Pani.

☘︎"Kamu gadis bandara itu kan?"

Deg!

Untuk yang kedua kalinya jantung Pani terasa berhenti, namun jantung nya itu masih berdetak walau ia tidak merasakannya. Karena sekarang pikirannya sedang berpetualang kemana-mana.

Pani mengangguk kaku untuk menjawab pertanyaan pria yang ada di samping nya ini. Namun wajah mereka saling berhadapan dan berdekatan.

Kalau saja pria itu tidak memakai masker, sudah di perkirakan bibir mereka secara tidak sadar akan menempel dengan begitu saja.

"U-uncle?" Beo Pani menatap ke arah pria itu dengan sirat ketakutan.

☘︎"P-paman?"

Pria itu terkekeh pelan lalu tersenyum di balik masker nya, "You don't recognize me at all?" Tanya pria itu dengan suara rendahnya. Yang membuat Pani menjadi cacing kepanasan, untung saja dirinya bisa mengontrol sikapnya.

☘︎"Kamu tidak mengenali saya sama sekali?"

Pani hendak menggeleng namun gelengan nya itu terhenti kala pria itu membuka masker putih yang sedari tadi menempel di sekitar mulutnya.

Deg!

Untuk ketiga kalinya, pria itu membuat jantung Pani berjalan dengan tidak normal seperti biasanya. Nafas Pani pun tercekat begitu saja.

Wajah mereka berdua sangat dekat. Sangat sangat dekat. Bahkan mereka bisa merasakan deru nafas satu sama lain dalam posisi seperti ini. Yang membuat jantung kedua insan itu berdetak lebih cepat daripada biasanya.

"M-mark?"

🇨🇦 C and I 🇮🇩

Mohon maaf tidak ada gambaran buat kejadian nya.
Jujur aja aku gak ada kuota><
Tapi aku tetep update kok.

Thank you for readers!!!

Canada and IndonesiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang