TWELVE ( JUUNI)

99 63 298
                                        

( KEI )

"Firo!!" Seru Zion yang tiba-tiba berlari di koridor dan memeluk Ryu.

"Uwahh, apa?! Apa ini?!" Itu yang kupikirkan saat itu, tapi sekarang sudah jadi hal yang biasa melihat Zion yang menjadi dekat dengan Ryu, sangat dekat sampai terkadang memisahkan ku dengan Ryu. Ugh..

Sudah seminggu sejak Zion menantang Ryu, dan sejak itu pula sikap Zion berubah. Zion tidak lagi mengincar Ryu dan melihatnya sebagai musuh, tapi dia memutuskan untuk menjadi rekan Ryu.

Tapi, aku masih belum tau apa tujuan Zion sebenarnya. Belum lagi siapa 'orang itu' yang dimaksud?

"Ahaha.. soal itu..  Aku pun tidak tau. Yang ku tau, orang itu berpengaruh besar di antara mafia. Bahkan Ayahku pun tidak bisa melawannya."

Itu yang Zion katakan. Haah.. siapa sebenarnya orang itu? Ada beberapa orang yang bisa melakukannya, dan itu adalah seseorang yang berpengaruh besar dalam mafia dan mungkin juga dalam Yakuza.

Drrtt.. drrtt..

E-mail? Dari shu-nii?? Tidak biasanya dia mengirimiku e-mail?

By : Ryuugamine Shuichi
Subject : *Hishashiburi, Kei.

"Bagaimana keadaan Ryu? Aku dengar Ryu bermasalah dengan putra Clark? Apa dia baik-baik saja? Kuharap dia masuk rumah sakit lagi -_- . Jika terjadi sesuatu cepat kabari aku atau Tousan, dan akan ku kabari jika aku mendapatkan informasi. Maaf membuatmu lelah karena adik bodohku itu, kutitipkan dia padamu."

*Hishashiburi ; lama tak jumpa.

Hei.. kenapa dia tidak mengirim pesannya sendiri pada Ryu? Kenapa dia malah menanyaiku bukan Ryu? Haah.. dasar kalian saja yang tidak mau jujur dengan perasaan kalian.

"Eh?? Yang benar saja?! Itu kak Shu?!"

Aku menutup ponselku spontan saat mendengar suara itu. Siapa?!

Aku menoleh ke belakang dengan terkejut. Fayra?! Tunggu, sejak kapan dia di belakangku?! Apa dia membaca pesan dari Shu-nii? Kenapa dia bisa tau itu dari Shu-nii?!

"Haah, apa yang sedang kau lakukan  diam-diam di belakangku? Membaca pesan orang lain itu tidak sopan, Fayra." Ucapku.

Dia menyengir. "Hehe, habisnya kau terlihat sangat serius, itu membuatku menjadi penasaran dan ingin membuatku menjahili mu." Balasnya.

"Lalu, apa yang kau inginkan sekarang? Menjauhlah dariku! Hus.. hus.." usir ku.

"Eehh? Tentu saja aku ingin tau, apa benar itu kak Shu?! Aku sempat melihat nama pengirimnya." Timpalnya.

Aku diam. Tunggu, apa dia bisa membaca kanji? Apa itu berarti dia membaca pesanku?!

"Kenapa kau menebak kalau ini dari kak Shu? Lalu, kak Shu siapa yang kau bicarakan?" Tanyaku.

"Hah?! Tentu aja Shuichi Ryuugamine, itu satu-satunya kak Shu yang  kutahu. Dan aku bukannya menebak, tapi aku membaca nama itu." Jawabnya.

Bagaimana bisa?

"Aku memang bisa membaca nama itu. Saat itu aku bertemu dengan kak Shu di pertemuan perusahaan, dia mengajariku sedikit tentang tulisan namanya. Tapi, tenang saja, kak Shu hanya mengajariku tentang namanya. Jadi, aku sama sekali tidak bisa membaca pesanmu." Jelasnya.

Aku diam, dan dia hanya menyengir. "Haah.. lalu? Kalau memang itu Shuichi Ryuugamine, apa kau mau?" Tanyaku. Walaupun aku bisa menebak apa yang dia mau.

Ugh, ada apa dengan matanya yang berbinar-binar itu.

"Kei.. please!! Beri aku email atau nomor kak Shu!" Mohonnya sambil memberikan ponselnya padaku.

Gangster x LoverTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang