EIGHTEEN ( JUU HACHI )

68 49 221
                                        

( RYU )

Seperti yang direncanakan oleh Fayra dan Naomi, hari ini kami pergi ke taman bermain. Hah.. padahal aku ingin kembali ke tempat ini hanya berdua dengan Fayra. Tapi, jangankan berharap itu, aku saja sama sekali tidak bisa mendekati Fayra sejak kami bertemu tadi pagi.

Haaahhh..

Naomi benar-benar tidak membiarkan ku menjauh darinya sedetikpun, bahkan aku tidak bisa mendekati Kei ataupun Zion. Apa dia berniat memonopoli ku?

Apa yang sebenarnya sedang dia rencanakan dengan menjauhkan ku dari mereka?

"Ryu-chan, apa yang sedang kau pikirkan? Kau tidak nyaman bersamaku, bukan?" tanya Naomi dengan senyuman khasnya.

Aku menatapnya. "Kalau kau tau itu, kenapa kau masih terus menahan ku bersamamu? Bukankah lebih baik kau membiarkanku bersama teman-teman ku?"

"Hm? Mana mungkin aku membiarkan mangsaku memiliki kesempatan untuk melarikan diri dariku?" jawabnya.

Heee.. jadi, sekarang dia ingin terang-terangan denganku?

"Ne, Ryu-chan.." seringainya. "Kau mencurigai ku, bukan?" tatapnya tepat kearah mataku.

Haha, apa dia ingin mengancam ku? Kalau begitu, aku pun tak akan segan-segan, bukan?

"Heeehh.. dattara dou suru?*" tantangku.
*Lalu, apa yang akan kau lakukan?

Naomi menghela nafas dan tertawa kecil. "Yah, aku tidak akan melakukan apapun untuk hari ini. Tentu saja aku tau kau pasti mencurigai ku yang tiba-tiba saja muncul di hadapanmu, justru akan aneh jika kau tidak mencurigai ku, kan?" Ucapnya.

Aku mengerutkan keningku sekilas tanpa disadari Naomi.

"Aku juga yakin paman pasti sudah memberitahumu kalau... " dia terhenti. "Ketua klan Ryugamine, Yusaku Ryugamine lah yang membunuh ayahku, mantan ketua klan Inoue, bukan?"

Aah... Yabai!* Dia menatapku penuh dengan tatapan dendam. Tapi, sekejap ekspresi nya kembali tersenyum lagi. Ahaha.. itu gawat, bukan?
*Gawat.

"Lalu, apa yang kau inginkan dariku? Balas dendam dengan mengincarku? Kau pasti merencanakan sesuatu, bukan?" tanyaku.

Dia tertawa renyah. "Ahaha.. tentu saja! Kau benar-benar jenius, Ryu-chan!" Gelak nya.

Siapapun pasti akan berpikir sepertiku jika mengingat ekspresi mu tadi, bukan?

"Hm.. tentu saja kau benar, aku ingin membalaskan dendam ayahku melalui mu dan mungkin..." seringainya sambil menunjuk ke beberapa arah dan aku pun mengikutinya.

Tunggu! Sejak kapan ada anggota klan Inoue di sekitar kami?!

"Fuzakeruna*, Nao! Apa yang kau rencanakan? Apa kau juga ingin melibatkan teman-temanku?!" geramku.
*Jangan bercanda.

"Hm.. bagaimana ya?" dia terkikik. " Ahh.. tapi tenang saja, Ryu-chan. Hari ini mereka hanya bertugas sebagai pengawal ku." timpalnya.

Aku hanya diam. Pengawal? Yang benar saja?!

"Hah.. kau tau, Ryu-chan? Aku benar-benar sakit hati padamu. Akulah yang pertama bertemu denganmu, yang pertama mengenalmu, yang pertama suka padamu, dan yang pertama menyatakan perasaanku padamu. Tapi, kenapa kau lebih memilih perempuan itu?" tanyanya dengan nada yang dingin.

Aku tidak menjawabnya.

"Jadi, kau memilih diam? Padahal, rencana awalku, aku ingin merebutmu darinya dan menjadikanmu milikku, lalu mempermainkan mu dengan sesuka hatiku dan membuatmu terluka sampai kau tidak lagi bisa berdiri di atas untuk menggantikan posisi ayahmu. Dan, di saat itulah aku bisa melihat bagaimana putus asa nya paman Yusaku melihatmu. Tapi.." seringainya. "Mungkin akan lebih menyenangkan jika aku mempermainkan teman berhargamu lebih dulu. Dengan begitu, sebelum menyakiti paman Yusaku, aku bisa melihat bagaimana kau tersakiti sepertiku. Omoshiroi deshou?*" Tawanya dengan senyum yang seakan itu adalah hal yang sangat menyenangkan untuknya.
*Menyenangkan,kan?

Gangster x LoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang