( RYU )
"Warui kedo, koitsu wa ore no mono da."
Tunggu! Apa yang sebenarnya aku katakan tadi itu?!! Memalukan sekali!!
Hah, untung saja aku berhasil kabur saat Fayra terlihat bingung dengan situasinya. Kalau tidak, bagaimana aku bisa menatapnya seperti biasanya?! Dan lagi, pasti dia akan menanyaiku banyak hal, lebih aman kan kalau aku pergi tanpa dia sadari? Hehe..
Apa yang sebenarnya aku lakukan tadi? Aku hanya tidak tahan melihat Fayra yang ada di dekat aniki, jadi secara tidak sadar tubuhku bergerak dengan sendirinya.
Aahh.. aku masih mengingatnya, bagaimana aniki dan Megumi-nee yang malah tersenyum mengejekku. Semoga saja tidak ada lagi yang mendengar ucapan memalukan ku itu. Terutama orang-orang itu _Kei, Zion, dan Elsa_, pasti mereka akan mengejekku habis-habisan.
Hah, sudahlah. Yang lebih penting sekarang, dimana Kei dan yang lain? Aku belum bertemu dengan Zion ataupun Alvan sejak datang kesini, dan sekarang Kei juga ikut menghilang? Mungkin lebih baik jika aku menghindari keramaian dan menghubungi Kei. Aku tak tau siapa saja yang ada di pesta ini, jadi lebih baik aku berhati-hati.
Aku memasuki lorong gedung yang cukup sepi untuk menjauhi keramaian. Tak hanya itu, aku juga ingin tau siapa yang sejak tadi mengikuti ku. Siapa sangka kalau dia mulai mengikutiku sejak aku berpisah dengan Fayra?
"Oke, aku tidak tau siapa dirimu, tapi kurasa kau bisa keluar sekarang." ucapku membalikkan badan, bersiap untuk menyapa seseorang yang mengikutiku.
Tidak ada jawaban. Aku terus diam mengamati. Siapa dia? Dengan hati-hati, aku mulai memegang pistol yang sudah kusiapkan di balik jasku.
"Yo!" tiba-tiba dia pun muncul dihadapan ku begitu saja.
Eh? Davin Austin Allard? Jadi dia yang mengikutiku dari tadi?!
Dia tersenyum sambil menatapku yang terkejut dengan datangnya yang tiba-tiba.
Uwahh.. kakkoii!!* Aku sama sekali tak menyadarinya, aku bahkan tidak merasakan aura kehadirannya yang cukup besar ini. Bukankah dia cukup ahli dalam menyembunyikan aura nya?
*keren!!
Lalu, apa yang dia lakukan disini? Untuk menemuiku, kah?
"Hm.. jadi, kau Firo, ya?" ucapnya.
Aku diam sebentar lalu tersenyum. "Hm? Jadi kau tau namaku? Tapi, bukankah tidak adil jika aku tidak tau namamu? Jadi, bisakah kau memberitahuku siapa namamu, tuan muda?"
Dia menatapku terkejut, tapi kembali tersenyum.
"Hm.. bukankah kau sudah tau namaku dari Fayra? Tapi, baiklah.. Perkenalkan, aku adalah Davin, sepupu Fayra yang mengundang kalian untuk datang." timpalnya dengan senyumnya yang tidak biasa.
Ha.. ha.. ha.. apa dia sedang mengujiku dengan menyebut Fayra sebagai sepupunya? Yang benar saja!!
"Ehh.. sepupu, ya?" sahutku dengan tersenyum lebar, tapi raut wajahku mengernyit kesal. "Kau meremehkanku, hah?! Tak perlu kau sembunyikan pun aku tau kalau Fayra adalah adikmu."
Dia terdiam, tapi tak lama dia pun tertawa kecil. Mungkin dia terkejut karena aku mengatakan hal itu secara terang-terangan. Tapi, lihatlah matanya yang menatapku dengan penuh curiga itu. Sudah ku tebak dia pasti tau kalau aku mengetahui identitas Fayra, dan dia sedang berhati-hati denganku sekarang.
"Ahaha, kau sangat menarik, Firo!" gelaknya. "Aah, aku sudah menebaknya kalau kau tau tentang Fayra. Lagipula adik ceroboh ku itu memang tidak bisa merahasiakan apapun, siapapun itu pasti bisa membaca ekspresi nya, kan?" timpalnya. "Tapi, siapa sangka jika adikku bisa menceritakan tentang seseorang dengan penuh ekspresi? Karena itu aku jadi penasaran dengan siapa 'seseorang' yang berhasil menarik perhatian adik kecilku ini? Dan ternyata, orang itu memang sangat menarik!"
Ugh.. apa yang sebenarnya sedang dia bicarakan?
"Lalu, apa itu tadi?" tanyanya sambil mendekatkan wajahnya padaku.
Hah? Apa yang dia maksud?
"Hm.. apa itu pernyataan cinta? Haha, kau benar-benar berani, ya?" gelaknya.
Eh?? Hah?! Yang benar saja?! Apa dia mendengarnya? Dimana? Apa dia sedang di dekatku tadi? Tunggu! Berarti dia mengerti tentang apa yang kukatakan tadi? Aahh, memalukan sekali!
"Hei.. hei.. wajahmu memerah, loh.. Haha.." godanya. "Kau tenang saja, aku merestui kalian, kok! Aku setuju, asalkan..." tiba-tiba suaranya berubah menjadi dingin. "Kau mau memberitahuku, siapa dirimu sebenarnya." timpalnya dengan tatapan dingin kepadaku.
Heeh.. akhirnya dia bertanya juga tentang diriku? Kenapa dia repot-repot bertanya kalau dia sendiri pun sudah bisa menebaknya? Aku yakin dia pasti sudah tau kalau aku bukanlah orang biasa melainkan orang dari kelompok yang sama sepertinya. Apa dia hanya ingin meyakinkan dirinya dengan jawabanku?
Uwaah.. seperti ini kah sosok tuan muda Allard saat ingin mencengkam targetnya? Tatapan tajamnya kini sedang mengamati semua pergerakanku. Bukankah dia mirip seperti binatang buas?
"Hm.. sudah kuduga kalau ini memang tujuanmu mengundangku. Begitu penasaran nya kah kau padaku?" tanyaku kembali.
Dia terdiam sekejap. "Hah.. jadi kau sudah menebaknya, ya? Pantas saja kau dengan berani menerima undanganku dan datang ke acara ini." keluhnya. "Lagipula, siapa yang tidak tertarik tentang mu setelah Fayra menceritakan segala tentangmu? Yah.. walaupun dia bercerita sambil mengomel sih.." tawanya ringan.
Ahaha.. aku bisa membayangkan seperti apa ekspresi Fayra saat berbicara tentangku.. Fayra, sebenci itu kah kau padaku? Haahh..
Davin menatapku lagi. Kenapa dia selalu menatapku? Apa dia menyukaiku?! Jangan-jangan dia ingin menyatakan cinta padaku?! Ahh.. Ryu.. apa kau gila? Tentu saja itu tidak mungkin!
"Jadi, apa yang membuatmu tertarik dengan orang yang merebut prestasi adikmu ini?" tanyaku.
"Hm.. tentu saja aku tertarik denganmu yang bisa membuat adikku menaruh perhatian penuh kepada orang lain sepertimu." jawabnya. "Tapi, yang lebih membuatku tertarik adalah Zion yang tiba-tiba pindah ke sekolahmu. Zion Clark bukanlah seseorang yang bertindak tanpa alasan, dan setelah mendengar cerita Fayra tentang dekatnya kau dengan Zion, aku mulai mengerti dengan alasannya. Alasan Zion adalah karena adanya dirimu yang membuatnya tertarik." jelasnya.
Davin kembali diam, ekspresinya tiba-tiba kembali berubah mencurigaiku lagi.
"Aku tidak tau apa yang terjadi dengan kalian, tapi Fayra mengatakan padaku kalau Zion yang semulanya menganggapmu sebagai musuh tiba-tiba berubah menjadi akrab denganmu. Hey, kau bukan orang biasa, bukan? Siapa kau sebenarnya?" desaknya.
Haah.. kenapa dia masih bertanya jika dia sudah tau jawabannya?
"Kenapa kau masih juga bertanya? Bukankah kau sudah bisa menebak siapa aku setelah melihat wajahku? Kau dan aku sudah saling tatap saat bertemu di acara pertunangan itu, bukan?" balasku mengeluh.
Davin terkejut sesaat.
Hey, yang benar saja?! Kenapa dia malah terkejut?! Apa dia kira aku tidak menyadarinya saat itu?
"Bukankah karena itu kau langsung menemui ku tanpa harus ditunjukkan oleh Fayra atau Elsa? Kau pasti sudah mengenali wajahku sejak aku datang, dan kau pasti bisa menebak jika aku lah Firo hanya dengan melihatku bersama Fayra. Apalagi kau merasa tak asing denganku karena pertemuan singkat kita saat itu. Isn't that right, young master Davin?" tebakku dengan rinci.
Dia diam? Ugh! Kenapa dia selalu diam setelah aku menjawabnya? Menyebalkan, bukan?
"Hah.. baiklah, namaku adalah..."
"Ryugamine Ryuichi."
*****
Yaayyy... Akhirnya aku up lagi setelah sekian lama😌
Moga gak bosen ikutin ceritaku yaa..
Jangan lupa tinggalin vote komen seperti biasa yaa..
So.. see you next chapter 😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Gangster x Lover
Teen Fiction"Lihat saja, aku pasti bakal rebut peringkat ku kembali! Dan, ingat! Aku itu bukan pacarmu!" _Fayra licia to Firo amamiya_ "Hah! Kenapa mereka sampai mengincar ku? Tentu saja karena mereka takut kepadaku! Dasar mafia sialan! Dan ingat! Jangan ada y...
