ELEVEN ( JUU ICHI )

97 61 280
                                        

( RYU )

Cih!

Zion sialan itu! Aku tidak akan memaafkannya jika sampai dia melukai Elsa walau hanya satu gores pun.

Di depan gedung yang di tentukan, ada dua pengawalnya yang menungguku. Mereka mengantarku dan Kei ke tempat dimana Zion dan Elsa berada. Saat kami sampai, aku melihat Elsa yang duduk disamping Zion dengan tangan dan kakinya yang terikat juga mulutnya yang terbungkam. Dia menatapku dengan wajahnya yang ketakutan sambil menangis.

"Zion, sialan kau!!" Seruku yang hampir memukul wajah memuakkan nya. Tapi, sialnya, salah satu pengawalnya menahan ku.

"Yo, Firo. Aku yakin kau pasti datang." Seringai Zion.

Aku tidak menjawabnya, aku berusaha menenangkan diriku sebelum aku kehilangan kendali.

Pandanganku beralih pada Elsa, pakaiannya masih bersih dan tak ada sedikitpun luka di wajah dan tubuhnya. Dia menatapku dengan ketakutan, tapi syukurlah Elsa tidak apa-apa.

"Tenang saja, aku tidak melakukan apapun dengan rekanmu ini. Aku akan kerepotan kalau harus membawa kekasihmu, dia bisa aja melawanku dan menghancurkan rencanaku. Jadi, teman dari kekasihmu pun cukup untuk memancing mu datang kesini." Ucapnya. "Aku minta maaf tentang ini, tapi dengan ini aku bisa membuatmu menerima tantanganku."

Kenapa dia ingin sekali menantang ku?

"Aku akui kalau kecerdasanmu memanglah pantas untuk seorang pemimpin. Tapi, di dunia kita, tidak hanya kecerdasan yang diperlukan dan aku yakin kau pasti tau itu, terutama untuk keluarga teratas sepertimu. Jadi, aku ingin melihat sendiri seberapa hebat dan seberapa pantas dirimu untuk berada di posisi teratas" timpal nya.

Tanpa di beritahu pun aku paham tentang itu. Bahkan sejak aku mengerti siapa dan seperti apa keluargaku, aku tau semua itu di perlukan. Kekuatan dan kecerdasan, itulah yang harus dimiliki pemimpin seperti kami.

Haah.. ini hanya masalah kecil, tapi aku juga ingin tau apa tujuannya. Jadi, mungkin aku akan menerimanya.

"Baiklah, aku akan mengikuti kemauanmu. Tapi untuk sekarang, aku ingin kau melepaskan Elsa terlebih dulu. Aku tidak akan lari, aku hanya tidak ingin Elsa terlibat dalam masalah ini lebih jauh." Ucapku dengan syarat.

"Baiklah, aku setuju." Balas Zion cepat. Aku tidak mengira dia akan menjawabnya dengan cepat.

Aku meminta Kei untuk menghampiri Elsa dan melepaskannya. Di samping itu, Zion memberiku sebuah pisau kecil dan aku menerimanya.

"Firo.." panggil Elsa saat berpapasan denganku.

Aku tersenyum. "Aku akan menyusul mu nanti. Tenang saja, kau akan aman bersama Kei." Ucapku.

Aku mengisyaratkan Kei untuk membawanya keluar ke tempat dimana kak Ravi berada. Kei mengerti, dan mereka pun keluar.

Setelah Kei dan Elsa pergi, anggota Zion pun ikut keluar meninggalkan aku dan Zion, hanya kami berdua.

"Jadi, apa peraturannya?" Tanyaku.

"Kita hanya memakai pisau atau tangan kosong, kau boleh menyerang ku dengan cara apapun. Kalau salah satu dari kita terluka parah atau tidak bisa bangkit lagi, lawan kitalah yang menang." Ucap Zion menjelaskan. "Aku tidak akan menahan diri dan aku bisa membuatmu terluka atau sekarat. Jadi, aku harap kau pun tidak menahan diri."

Aku diam. Aku hanya harus membuatnya jatuh dan tidak bisa bangkit lagi, kan? Dia tidak mengatakan kalau aku harus melukainya, kan?

"Baiklah, aku setuju." Balasku akhirnya.

*****

( KEI )

Apa yang sebenarnya Zion inginkan dari Ryu? Aku bisa melihat dari matanya kalau dia benar-benar serius dengan ini. Di pihak mana dia sebenarnya?

Gangster x LoverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang