Chapter 3 : I'm (Not) Okay

1.7K 149 261
                                        

"You and I are similar but different
Do you feel the same way?
I'm getting my hopes up"

[Fine-Taeyeon]




[Fine-Taeyeon]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***



Angin sore itu bertiup sejuk. Harsa berjalan dengan santai menuju rumahnya. Kedua tangannya dia masukan ke dalam saku celana. Sepasang matanya terus memperhatikan apa yang sedang terjadi di depannya selagi berjalan. Suasana hati pemuda itu tampaknya sedang bagus.

Harsa memutuskan untuk mampir ke mini market yang kebetulan dia lewati. Karena suasana hatinya sedang bagus, dia berinisiatif untuk membeli beberapa es krim dan cokelat untuk adik kesayangannya. Dia lalu ke meja kasir untuk membayar belanjaannya.

Selagi menunggu, Harsa menoleh kesana-kemari. Tanpa Harsa sadari, tangan kanannya diam-diam mengambil dua batang cokelat yang ada di depan meja kasir lalu dia masukan ke dalam saku celananya. Tiba-tiba petugas kasir menyebutkan nominal yang harus dibayar Harsa atas belanjaannya. Harsapun mengeluarkan uang yang seharusnya, lalu keluar dari tempat itu setelah mengucapkan terima kasih.

Baru saja empat langkah, seseorang memanggilnya dari belakang. Harsa menoleh dan mendapati dua orang karyawan berdiri di depan pintu menatapnya tajam. Kedua alis Harsa hampir menyatu karena heran. Terlebih ketika mereka menghampirinya sambil membawa sapu dan alat pel.

"Kamu ngambil coklat tadi diem-diem, kan?" tuduh salah satu karyawan dengan gaya rambut ala Zayn Malik tahun 2012.

Harsa tergelak. "Enggak, kok."

"Jangan bohong kamu!" sentak karyawan dengan tubuh agak berisi itu sambil memelotot menyeramkan.

"Sumpah, saya gak bohong kok. Ngapain saya ngambil cokelat diem-diem. Ini kan udah dibayar tadi," debat Harsa sambil menunjukan kantong plastiknya.

Karyawan yang memelotot tadi berdecih. "Mana ada maling ngaku! Kamu masukin coklatnya ke saku celana. Gak usah pura-pura bego! Perlu bukti cctv?"

Seketika Harsa menegang di tempatnya. Tangan kanannya perlahan menyentuh celana sekolahnya yang tampak berisi. Dalam hati Harsa mengumpat keras. "Anjing, lagi-lagi berulah!"

Harsa menelan ludahnya susah payah. Bingung entah harus menjelaskannya bagaimana, karena kalau Harsa bercerita mengenai kondisinya pun, mereka tidak akan percaya.

"Malah bengong! Bayar kagak?!" seru karyawan itu.

Lagi, Harsa kebingungan. Uangnya sudah habis dipakai membeli es krim dan cokelat. Bisa saja Harsa langsung mengembalikan cokelatnya, tapi Harsa yakin hal itu tidak akan selesai sampai di situ. Paling parah, bisa-bisa mereka melaporkannya ke kantor polisi dan menghubungi orang tuanya. Tidak, kedua orang tuanya tidak boleh tahu tentang ini.

ETERNITY [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang