"Enak kali, ya, kalo belajar di sekolah? Main bareng sama temen-temen di bawah sinar matahari ... ngebayanginnya aja udah seneng banget. Tapi gue yang dari lahir udah musuhan sama yang namanya matahari bisa apa?"-Bagas Rafardhan.
"Jika gue terlahir...
"If you wanna know how, I can show you right now We make a bouncy, catch fire and fly"
<<BOUNCY (K-HOT CHILLY PEPPERS)-Ateez>>
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Kalau tidak ada yang ingin ditanyakan, kita cukupkan kelas hari ini. Jangan lupa tugasnya dikerjakan. Sampai jumpa pekan depan," ujar Guru Sejarah yang langsung meninggalkan kelas setelah ucapan salam penutupnya dibalas para siswa.
Di belakang sana, Harsa dan Jaffan tampak sedang merapikan peralatan menulisnya. Jaffan tak sengaja melirik ke arah tas berisi sepatu olahraga di atas meja milik Harsa. Lantas, Jaffan bertanya.
"Latihan lagi?"
Harsa menoleh, mengangguk.
"Rajin banget sampe gak satu pertemuan pun lo absen latihan."
"Justru gue harus rajin latihan biar kepilih jadi pemain inti buat turnamen basket tingkat nasional nanti," kata Harsa. "Lagian, selain gue ngelakuin hal ini buat Gara, gue juga enjoy, kok."
Jaffan menghela napas pendek. "Ya gue sih gak masalah apapun alasannya. Gue cuma gak mau lo kecapekan gara-gara latihan terus, Harsa."
Harsa tersenyum dari telinga ke telinga. Pemuda itu lalu menepuk-nepuk pundak sahabatnya. "Lo gak usah khawatir, gue gak apa-apa."
Kembali, Jaffan menghela napas pendek. Pemuda itu merisleting ranselnya sebelum berdiri, bersiap untuk pulang.
"Lo langsung pulang?" kali ini Harsa yang bertanya.
Jaffan mengangguk.
"Bareng Gara?"
Kali ini, Jaffan menggelengkan kepala sebelum terkekeh. "Lo lupa kalo hari ini dia check up ke rumah sakit?"
Harsa menepuk jidatnya. Saking sibuknya dia dengan latihan basket, dia sampai lupa kalau hari ini sahabatnya itu ada jadwal check up. "Lupa gue, hehe."
"Dah, ah, gue mau pulang. Duluan, ya, Sa," final Jaffan sebelum melenggang meninggalkan Harsa yang sedang berganti sepatu.
"Yo, hati-hati di jalan!" balas Harsa.
Beberapa menit seperginya Jaffan, Harsa telah siap untuk latihan. Pun pemuda itu segera melangkahkan tungkainya ke lapangan basket yang ternyata sudah ada Coach Sandi dan beberapa anggota yang lainnya sedang pemanasan. Harsa langsung saja bergabung untuk pemanasan di barisan paling belakang.
Tiba-tiba, terlihat Rio dan kedua temannya baru saja datang, memandang Harsa dengan remeh sambil mengunyah permen karet. Ketiganya berjajar, sejajar dengan Harsa. Harsa yang tak suka dengan ketiga orang itu hanya mendelikan mata dan lanjut pemanasan.
"Oke, guys, buat sekarang kita fokuskan pada teknik alley-up, lay-up, bounce pass dan chest pass. It's very basic and simple, jadi saya harap kalian bisa melakukannya dengan baik. Selanjutnya, saya akan bagi beberapa tim untuk tanding bergiliran dan saya harap kalian menerapkan teknik-teknik itu dengan tepat, karena selama permainan saya akan pantau langsung sebelum memilih siapa saja yang layak berada di tim utama. Mengerti?" ujar coach Sandi.