"Enak kali, ya, kalo belajar di sekolah? Main bareng sama temen-temen di bawah sinar matahari ... ngebayanginnya aja udah seneng banget. Tapi gue yang dari lahir udah musuhan sama yang namanya matahari bisa apa?"-Bagas Rafardhan.
"Jika gue terlahir...
“ Only you know me the way you know me, only you forgive me when i’m sorry”
<< There You Are – Zayn >>
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Keadaan kelas 11 IPS-1 saat ini cukup tenang, karena semua penghuni kelasnya sedang sibuk mengerjakan tugas bahasa inggris yang diberikan oleh Pak Anggara beberapa menit yang lalu. Termasuk Jaffan dan juga Harsa, mereka tampak serius mengerjakan tugas tersebut. Jaffan sesekali melirik Harsa melalui ujung matanya, persaannya tiba-tiba dilanda khawatir saat dia melihat Harsa sedang menahan rasa sakit, terlihat dari dia yang sesekali memejamkan kedua matanya lalu mengerjakan kembali tugasnya, pelipisnya juga mulai dibasahi oleh keringat. Sumpah demi nama Bundanya, Jaffan benar-benar khawatir. Sesuatu yang ada di dalam dirinya ingin sekali bertanya, “Sa, lo kenapa? Are you okay? Apa kepala lo sakit lagi?” tapi rasa gengsi mengalahkan semuanya, sehingga yang bisa dia lakukan hanya memperhatikan gelagat sahabatnya itu dari arah samping. Ini semua terjadi karena dia masih belum berbaikan dengan Harsa, tidak-tidak.. hanya Jaffan yang merasakan hal itu karena Harsa tidak merasakan hal yang demikian. Sampai pada akhirnya Harsa mengangkat tangannya.
Pak Anggara yang melihat hal itu pun langsung bertanya. “Iya, Harsa, kenapa? Apa ada yang ingin kamu tanyakan?”
“Saya tidak bisa konsentrasi mengerjakan tugas yang Bapak berikan tadi, soalnya kepala Saya sakit. Jadi, apa boleh Saya menggunakan bandana ini untuk meredakan rasa sakitnya?” tanya Harsa dengan keringat yang sudah membanjiri pelipisnya.
Jaffan yang mendengar itu pun semakin khawatir, bahkan saking khawatirnya matanya sudah mulai berkaca-kaca. Pak Anggara yang juga merasa khawatir itu pun langsung menghampiri meja Harsa dan juga Jaffan.
“Kamu sakit? Jika kamu sakit, kamu istirahat saja di UKS, masalah tugasnya kamu bisa mengerjakannya nanti,” kata Pak Anggara sambil mengelus pelan kepala Harsa.
Harsa menggelengkan kepalanya. “Gak pa-pa kok, Pak. Saya masih kuat untuk menyelesaikan tugasnya. Jadi, apa boleh Saya menggunakan bandana ini?” tanya Harsa sekali lagi sambil memperlihatkan bandana putih miliknya kepada Pak Anggara.
“Hmm, baiklah jika itu mau kamu. Tapi kalo kamu sudah tidak kuat jangan dipaksakan ya!”
Harsa tersenyum. “Iya, Pak, terima kasih.”
Pak Anggara mengangguk, lalu dia melirik Jaffan yang duduk tepat di sebelah Harsa. “Jaffan, tolong perhatikan Harsa ya!” katanya yang hanya direspon anggukkan oleh Jaffan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.