Chapter 10 : Time bomb

933 85 25
                                        


"Regardless of the difference between day and night, let's stay alive"

We Go Up - Nct Dream




***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***



Jaffan yang terduduk di samping brankar tempat di mana Gara berbaring itu pun terlihat bingung. Dia masih berusaha untuk memahami situasi yang dialami Gara beberapa menit yang lalu. Dia terlihat bingung sekaligus khawatir.

"Kenapa lo bisa kayak gini, Ga? Setahu gue lo kan gak bisa ngerasain sakit," tanyanya kepada Gara, yang tentu saja tidak akan mendapatkan jawaban karena Gara masih belum sadarkan diri.

Tidak tahan akan rasa penasarannya yang semakin kuat, Jaffan pun mengeluarkan ponselnya lalu mencari tahu tentang penyakit yang diderita oleh sahabatnya itu. Kedua matanya membulat sempurna ketika dia membaca sebuah artikel yang menjelaskan tentang penyakit Riley-day syndrome, dan kini kedua matanya mulai memburam, dadanya terasa sesak dan sakit saat dia mengetahui beberapa fakta mengejutkan tentang penyakit yang diderita oleh Gara tersebut. Dia benar-benar tidak menyangka jika Gara semenderita itu, mungkin jika dia pikirkan kembali, penyakit Gara jauh lebih parah daripada penyakit yang diderita olehnya.

"Ga, gue gak nyangka kalo ternyata lo kayak gitu. Lo hebat banget bisa bertahan sampai detik ini, gue bangga punya sahabat yang hebat kayak lo. Mungkin lo kelihatan kuat dan kokoh dari luar, tapi rapuh dan hancur dari dalam. Dan sekarang gue ngerti, kenapa lo bisa ngalamin hal kayak tadi, hal itu terjadi di saat penyakit lo lagi kambuh," dengan suara yang bergetar dan beberapa tetes air matanya yang sudah jatuh, Jaffan berkata seperti itu kepada Gara.

Jaffan menarik nafasnya dalam lalu mengembuskannya perlahan, pun dia menghapus kasar air mata yang berada di pipi dan juga matanya. Dia mencoba untuk tersenyum sambil meraih tangan kanan Gara yang dingin. "Tapi gue yakin, kita berempat bisa berjuang buat melawan penyakit sialan yang kita derita. So let's stay alive together," katanya lagi yang masih meneteskan air mata. Entahlah, rasanya saat ini Jaffan susah sekali mengontrol air matanya untuk tidak terjatuh, hal ini benar-benar menyakiti perasaannya.

Sementara itu, ada Harsa yang sedang berdebat dengan Rio di ruang BK atas perkelahian yang terjadi di antara mereka di kantin tadi.

"Dia yang mulai duluan, Bu. Kalo aja si ayam kampung ini gak gangguin sahabat Saya, kejadian itu gak akan terjadi, Bu" terang Harsa dengan penuh ketegasan sambil menatap Rio penuh kemarahan.

"Enak aja lo nyalahin gue. Yang nyari gara-gara dari awal itu ya sahabat lo yang aneh itu, jadi lo gak punya hak buat nyalahin gue kayak gitu," balas Rio tidak terima, padahal sudah jelas dia yang salah.

"Salah sahabat gue? Cuman karena dia ngga sengaja nyenggol lo doang? Yang bener aja woy! Gaya aja lo udah kayak preman pasar yang suka malakin Abang-abang Supir angkot, tapi baru kesenggol dikit aja udah bilang sakit. Jangan belagu deh lo jadi orang, mentang-mentang lo Kakak kelas, lo bisa bertindak seenaknya gitu ya sama Adik kelas, harusnya lo itu jadi contoh yang baik buat Adik-adik kelas lo, gak sadar diri banget sih jadi manusia," kata Harsa yang semakin berapi-api.

ETERNITY [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang